Rudal Jelajah Penghancur Bunker “Cheonryong” Korea Selatan Sukses Jalani Uji Terbang Perdana

Program modernisasi militer Korea Selatan mencatat pencapaian strategis yang krusial, rudal jelajah jarak jauh udara-ke-darat domestik pertama mereka, Cheonryong (yang berarti “Naga Langit” dalam bahasa Korea), sukses menyelesaikan uji terbang teknis pertamanya pada 25 Juni 2026.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian penting setelah program tersebut sempat didera dua kali kegagalan beruntun pada bulan Januari dan Maret sebelumnya, yang memaksa para insinyur mematikan mesin secara darurat dari jarak jauh dan menjatuhkan prototipe rudal ke Laut Kuning. Pengujian terbaru yang digelar di Wing Pelatihan dan Tempur ke-3 Angkatan Udara Korsel ini mengonfirmasi bahwa rudal mampu memisahkan diri secara mulus dari pesawat jet tempur ringan FA-50, memicu mesin jetnya di udara, dan menyelesaikan trayektori bertenaga secara stabil.
Kehadiran Cheonryong dirancang khusus sebagai jawaban langsung Seoul terhadap jaringan infrastruktur komando bawah tanah Korea Utara yang terus meluas. Rezim Pyongyang diketahui telah berinvestasi masif membangun fasilitas militer di dalam perut pegunungan granit yang mustahil ditembus bom konvensional, mulai dari tempat penyimpanan rudal balistik hingga bunker perlindungan bagi para petinggi negara.
Jika seluruh rangkaian pengujian berjalan sesuai jadwal, pengembangan Cheonryong ditargetkan rampung pada tahun 2028, masuk tahap produksi massal pada 2029, dan mulai dikerahkan secara operasional pada awal dekade 2030-an untuk melengkapi persenjataan jet tempur masa depan Korsel, KF-21 Boramae.
Korea’s Cheonryong Long-Range Missile Targets North’s Command Bunkers With 1-2m Accuracy:
A technical flight test of the long-range air-to-surface missile “Cheonryong” was successfully conducted on June 25. Going forward, it will be mounted on the Korean fighter jet “KF-21” and… pic.twitter.com/L9AwoE8DCZ
— Defence Matrix (@Defencematrix1) June 29, 2026
Rudal Cheonryong diproyeksikan untuk melampaui kemampuan rudal impor Taurus KEPD 350 buatan Jerman-Swedia yang saat ini diandalkan Korsel. Cheonryong memiliki jangkauan tembak yang sangat impresif, yakni melebihi 600 kilometer, atau sekitar 20 persen lebih jauh daripada Taurus. Meskipun dimensinya diperkecil agar dapat masuk ke dalam ruang atau gantungan persenjataan jet tempur modern, Naga Langit ini tetap mempertahankan sekitar 90 persen kemampuan penetrasi Taurus, dengan fokus arsitektur hulu ledak yang lebih agresif untuk menjebol lapisan beton bertulang multilapis sedalam 6 meter sebelum meledak di dalam ruang komando musuh.
Keunggulan lain dari Cheonryong terletak pada teknologi pemandu otonom dan efisiensi operasionalnya. Rudal ini mengadopsi sistem pemandu multi-moda terintegrasi (terrain contour matching, image-based terminal guidance, dan inertial navigation) yang menghasilkan tingkat akurasi luar biasa dengan circular error probable (CEP) hanya 1 hingga 2 meter, bahkan ketika sinyal GPS mengalami gangguan atau diacak (jamming) oleh musuh.
South Korea just tested its new Cheonryong KALCM cruise missile, and it’s impressive! 🇰🇷 Launched from an FA-50 on June 23, this stealthy missile boasts a 500km+ range, pinpoint accuracy, and can penetrate 8m of concrete. A major leap for South Korea’s defense capabilities! pic.twitter.com/YpQPHzOenm
— Fahad Naim (@Fahadnaimb) June 29, 2025
Selain itu, tidak seperti rudal Taurus yang membutuhkan proses pengisian bahan bakar sesaat sebelum misi—yang memakan waktu dalam situasi darurat—Cheonryong dirancang dengan bahan bakar internal yang siap pakai di dalam tangki dan dapat bertahan selama lima hingga sepuluh tahun tanpa degradasi kualitas. Hal ini memangkas waktu persiapan secara drastis saat perintah serangan kilat diterbitkan.
Didesain dengan rancangan bodi siluman (stealth shaping) dan lapisan penyerap radar (radar-absorbent coating), Cheonryong dengan berat 1.360 kg mampu terbang sangat rendah untuk menghindari deteksi radar lawan, memberikan probabilitas kelolosan yang jauh lebih tinggi dari sistem pertahanan udara.
Selain untuk KF-21 Boramae, ukuran dan bobotnya yang lebih ringkas membuat rudal ini kompatibel dengan seluruh lini jet tempur utama Korea Selatan saat ini, termasuk FA-50, KF-16, dan F-15K. Fleksibilitas ini secara otomatis melipatgandakan jumlah platform peluncuran yang tersedia pada jam-jam pertama konflik. (Gilang Perdana)
KEPD 350K-2 Taurus – Rudal Jelajah Jarak Menengah untuk FA-50 Fighting Eagle, Siap dalam Tiga Tahun


