Incar Kilang Minyak Distrik Moskow, Ini Spesifikasi dan Efek Hancur Drone Kamikaze FP-1 Ukraina

Eskalasi perang drone antara Ukraina dan Rusia memasuki babak baru yang semakin mengancam infrastruktur energi vital di wilayah dalam benteng pertahanan Moskow. Sebuah rekaman video amatir yang viral di platform X memperlihatkan momen dramatis saat sistem pertahanan udara (hanud) Rusia melakukan intersepsi terhadap sebuah drone kamikaze jarak jauh yang diidentifikasi sebagai tipe FP-1.
Baca juga: Benteng Langit Moskow Nyaris Sempurna, Walikota Klaim 99,999% Drone Rontok!
Meskipun sistem rudal hanud Rusia berhasil meledakkan platform udara tersebut di langit distrik luar kota Moskow, jatuhnya puing-puing (debris) bermuatan material aktif milik drone tersebut justru memicu ledakan sekunder yang luar biasa hebat pada bangunan di bawahnya. Fenomena ini membuktikan bahwa ancaman yang dibawa oleh FP-1 tidak hanya terletak pada ketepatan hantaman langsungnya, melainkan juga pada efek kerusakan kolateral ekstrem yang tetap terjadi meskipun drone telah berhasil dilumpuhkan di udara.
Kemunculan drone kamikaze FP-1 merupakan hasil kerja keras dari ekosistem industri pertahanan domestik Ukraina yang bergerak cepat secara swadaya. Dikembangkan oleh konsorsium teknologi militer lokal yang bermitra erat dengan inisiatif United24 milik pemerintah Ukraina, manufaktur FP-1 dilakukan secara terdesentralisasi di berbagai fasilitas manufaktur rahasia guna menghindari serangan rudal presisi Rusia.
Strategi manufaktur skala massal namun rahasia ini sengaja diadopsi agar militer Ukraina mampu memproduksi ratusan unit per bulan dengan biaya yang relatif sangat murah (low-cost asset). Langkah tersebut terbukti sukses melahirkan sebuah wahana udara tanpa awak berdaya jangkau strategis yang mampu menyusup ratusan kilometer menembus batas negara melewati jaring-jaring radar pertahanan perimeter Rusia.
Footage shows a Ukrainian FP 1 drone being intercepted while approaching the Moscow refinery. Even after being hit, it still caused a significant explosion on impact 🇺🇦🇷🇺 pic.twitter.com/0ItIKcgMij
— WAR (@warsurv) June 18, 2026
FP-1 dirancang dengan konfigurasi sayap tetap (fixed-wing) berbahan material komposit ringan dan serat karbon yang memungkinkannya memiliki jejak radar (radar cross-section) yang sangat kecil sehingga sulit diendus oleh sistem radar hanud konvensional. Ditenagai oleh mesin penggerak propeller bersuara rendah pada bagian buritan, drone ini mampu melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 120 hingga 150 kilometer per jam dengan radius operasional mencapai lebih dari 800 kilometer.
Keunggulan utama dari FP-1 terletak pada kompartemen internalnya yang mampu mengandalkan hulu ledak tinggi (high-explosive) jenis termobarik atau muatan terfragmentasi khusus seberat hingga 20 kilogram, yang memang dioptimalkan secara spesifik untuk memicu efek bakar berantai saat menghantam tangki penyimpanan bahan bakar atau distilasi minyak bumi.
❗️At Eurosatory 2026, the 🇺🇦Ukrainian company Fire Point unveiled upgraded FP-1 and FP-2 kamikaze drones:
• FP-1 (long-range) — with an additional fuel tank in the wing, range increased from 1650 km to 2700 km (covers the entire Ural Federal District).
• FP-2 (medium-range,… pic.twitter.com/oFATGUQ2Mn— 🪖MilitaryNewsUA🇺🇦 (@front_ukrainian) June 18, 2026
Efektivitas operasional FP-1 juga didukung oleh sistem pemandu berbasis koordinat satelit yang telah dikombinasikan dengan fitur ketahanan terhadap perang elektronik (electronic warfare resistant). Saat mendekati area sasaran, drone ini dapat beralih ke mode panduan terminal optik otomatis yang membuatnya tetap dapat melaju ke arah target meskipun koneksi GPS di sekitar Moskow telah diacak (jamming) secara total oleh militer Rusia.
Fleksibilitas taktis dan biaya produksi yang jauh lebih murah dibanding harga satu rudal pencegat hanud lawan membuat penggelaran FP-1 dalam taktik serangan kawanan (swarm drone) menjadi momok yang sangat menakutkan bagi stabilitas pasokan logistik dan energi Federasi Rusia dalam jangka panjang. (Bayu Pamungkas)
Gunakan Helikopter Raksasa Mi-26, Rusia Terbangkan Sistem Hanud Pantsir-SMD-E ke Atas Rooftop Moskow


