Geger! Citra Satelit Ungkap Myanmar Bangun Kapal Selam Pertama Berbasis Desain Korea Utara

Berdasarkan analisis tajam terhadap citra satelit komersial terbaru yang dirilis oleh publikasi intelijen maritim internasional global, Myanmar kedapatan tengah melakukan proses konstruksi kapal selam serang domestik pertama mereka di sebuah galangan kapal rahasia.

Baca juga: Misteri Tenggelamnya Ursa Major: Benarkah Rusia Kirim Reaktor Nuklir untuk Kapal Selam Korea Utara?

Kapal selam misterius yang diperkirakan memiliki panjang lambung sekitar 40 meter tersebut menunjukkan karakteristik visual yang sangat identik dan berbasis kuat pada desain Sang-O class, sebuah kelas kapal selam cebol (midget submarine) legendaris milik Angkatan Laut Korea Utara.

Proyek rahasia ini mempertegas kembali hubungan historis kerja sama pertahanan yang sangat erat antara Naypyidaw dan Pyongyang dalam beberapa dekade terakhir, di mana Korea Utara memang dikenal kerap mengekspor teknologi kapal selam serang dan persenjataan taktis ke negara-negara sekutunya sejak era 1980-an, termasuk kepada Iran.

Langkah berani Angkatan Laut Myanmar (Myanmar Navy) mengadopsi platform Sang-O class dinilai para pakar militer sebagai strategi cerdas untuk mengejar ketertinggalan taktis melalui jalur perang asimetris. Industri galangan Pyongyang sendiri awalnya mengembangkan proyek ini sejak era 1980-an, di mana kapal selam Sang-O pertama kali resmi memasuki masa kedinasan aktif pada tahun 1991.

Keandalan desainnya membuat Korea Utara memproduksinya secara massal hingga mencapai jumlah populasi yang sangat masif, yakni diperkirakan lebih dari 40 unit telah dibangun dalam berbagai varian—menjadikannya salah satu tulang punggung utama dalam doktrin pertahanan pesisir mereka. Karakteristik utama dari kapal selam dengan bobot mati sekitar 275 ton saat di permukaan dan membengkak hingga 370 ton saat menyelam ini adalah optimalisasinya yang sangat tinggi untuk menyusup ke dalam perairan pesisir (littoral) yang dangkal, sempit, dan padat.

Sang-O class ditenagai oleh mesin diesel-elektrik yang mampu mendorong kapal selam melaju dengan kecepatan maksimum 7,5 knot di permukaan dan mencapai 9 knot saat menyelam. Dengan dimensi panjang sekitar 34 hingga 40 meter dan lebar lambung hanya 3,8 meter, keunggulan utama dari monster kerdil ini terletak pada tingkat kebisingannya yang sangat rendah (low acoustic signature) sehingga sangat sulit dideteksi oleh perangkat sonar pasif kapal perang lawan.

Di dalam skenario pertempuran modern, kapal selam bertenaga diesel-elektrik berukuran ringkas ini terbukti mampu memicu ongkos perlindungan armada yang sangat mahal bagi negara lawan karena kemampuannya mendekati garis pantai musuh tanpa terdeteksi, bahkan dalam simulasi latihan tempur tertentu mampu menembus perimeter kawalan untuk menenggelamkan kapal induk maupun kapal selam nuklir lawan.

Selain memiliki kemampuan mematikan untuk menyebarkan ranjau laut secara rahasia di titik-tidik mati navigasi musuh melalui kompartemen internalnya, varian serang Sang-O Class dipersenjatai dengan dua hingga empat tabung peluncur torpedo kaliber 533 mm. Bahkan, terdapat spekulasi kuat di kalangan intelijen barat, bahwa kapal selam yang tengah dibangun di Myanmar ini berpotensi mengintegrasikan tabung peluncur vertikal (Vertical Launch System/VLS) untuk rudal jelajah jelajah taktis—sebuah lompatan teknologi yang belakangan ini sukses diintegrasikan oleh Korea Utara pada armada kapal selam generasi terbaru mereka.

Kehadiran kapal selam tiruan Sang-O class buatan lokal ini dipastikan akan menjadi komplemen taktis yang sangat ideal bagi armada bawah air Myanmar yang sudah eksis saat ini, seperti kapal selam Type 035 (Ming class) bekas pakai dari Cina, sekaligus membuat kalkulasi militer negara-negara tetangga di sekitarnya menjadi lebih rumit. (Gilang Perdana)

Lompatan Turki! Kapal Selam Mini ‘Sinarit’ Sukses Uji Selam, Diam-diam Bisa Masuk Perut A400M

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *