Disiapkan Beroperasi Hingga 2035, Angkatan Udara Perancis Tempatkan Mirage 2000D RMV di Djibouti

Angkatan Udara Perancis punya program upgrade atas armada jet tempur Mirage 2000D, yakni memperpanjang usia operasional Mirage 2000D hingga sekitar tahun 2035. Dan program upgrade yang disebut (Rénovation Mi-Vie, Mid-Life Update) kini telah berhasil meluncurkan batch (gelombang) perdana, dengan dua unit Mirage 2000D hasil upgrade telah dikirim ke pangkalan udara Perancis di Djibouti, Afrika Timur.

Baca juga: Hari Ini 47 Tahun Lalu, Prototipe Mirage 2000 Terbang Perdana, Jet Tempur ‘Full Fly By Wire’ Pertama Perancis

Mirage 2000D hasil upgrade disebut juga sebagai Mirage 2000D RMV (Rénovation Mi-Vie). Melalui program ini, pesawat diperbarui dengan teknologi dan kemampuan tempur terbaru, memastikan mereka tetap relevan di medan pertempuran modern.

Ada beragam elemen yang di-upgrade pada Mirage 2000D, versi awal Mirage 2000D tidak memiliki kemampuan untuk membawa rudal udara-ke-udara berpemandu radar (radar-guided AAM). Dengan upgrade ini, pesawat sekarang dapat membawa rudal MBDA MICA IR (berpemandu inframerah) dan MBDA MICA EM (berpemandu radar) untuk pertahanan diri.

Dan setelah upgrade, Mirage 2000D kini mampu menggunakan berbagai senjata pintar terbaru, termasuk bom berpemandu laser GBU-49, rudal berpemandu GPS, dan sistem senjata modular. Upgrade juga mencakup integrasi pod penargetan baru yang lebih canggih, memungkinkan pilot untuk mengidentifikasi dan menembak target darat dengan presisi yang lebih tinggi, bahkan dalam kondisi visibilitas rendah.

Tampilan kokpit ditingkatkan dengan layar multifungsi yang lebih besar dan sistem kendali yang lebih ergonomis, sehingga pilot memiliki kesadaran situasional yang lebih baik di medan tempur. Sistem avionik utama diperbarui dengan komputer misi yang lebih cepat dan perangkat lunak yang disesuaikan, dan link-16 data link yang memungkinkan integrasi yang lebih baik antara sistem radar, senjata, dan sensor lainnya.

Mirage 2000D RMV merupakan pesawat terakhir dari lini Mirage bersayap delta yang masih beroperasi di Perancis, dengan varian Mirage 2000 yang lebih tua akan dipensiunkan atau dihentikan operasionalnya.

Berbasis di Djibouti, Mirage 2000D RMV akan menjalankan misi perlindungan udara jarak dekat di permukaan, melakukan patroli pengawasan udara, dan membantu menjaga keamanan jalur pasokan sekaligus memastikan navigasi terbuka di Laut Merah dan Teluk Aden, wilayah yang rawan pembajakan dan gangguan lainnya.

Iklim lokal yang keras, dengan suhu panas yang ekstrem di Afrika, menyediakan lingkungan yang ideal untuk menilai peningkatan RMV. French Military Air Expertise Center menangani pengukuran kinerja dalam kondisi realistis, sementaraDirectorate General of Flight Test Armaments berfokus pada validasi pod kanon CC422 yang baru.

Sebagai catatan, Mirage 2000D tidak dilengkapi dengan kanon internal 30 mm, yang merupakan salah satu perbedaan utamanya dengan varian Mirage 2000C.

Program upgrade Mirage 2000D RMV tidak menambahkan kanon internal ke dalam pesawat. Fokus dari pembaruan ini adalah untuk meningkatkan sistem avionik, kemampuan senjata udara-ke-udara untuk pertahanan diri (melalui rudal MICA), dan integrasi bom serta rudal canggih untuk misi serangan darat.

Meskipun demikian, Mirage 2000D memiliki kemampuan untuk membawa dan menggunakan pod kanon eksternal (seperti pod CC420 yang berisi kanon 30 mm) di bawah sayapnya jika diperlukan. Ini memberikan fleksibilitas tambahan untuk misi serangan darat atau serangan ringan, meskipun bukan bagian dari desain intinya.

Pod CC420

Mirage 2000D
Mirage 2000D melakukan penerbangan perdana (first flight) pada tanggal 19 Februari 1991 dan mulai beroperasi penuh dengan Angkatan Udara Prancis pada tahun 1993. Mirage 2000D didesain secara spesifik sebagai pesawat serang darat (ground-attack) segala cuaca. Misi utamanya adalah melakukan serangan presisi di siang dan malam hari.

Mirage 2000D mengusung konfigurasi dua awak (two-seater). Awak di dalamnya terdiri dari pilot dan seorang perwira sistem senjata (Weapons System Officer/WSO). WSO bertugas mengoperasikan sistem navigasi, sensor, dan senjata canggih untuk misi serangan darat.

Secara total, sebanyak 86 unit Mirage 2000D diproduksi. Seluruh unit tersebut dioperasikan secara eksklusif oleh Angkatan Udara dan Antariksa Perancis (Armée de l’Air et de l’Espace). Dari 86 unit yang diproduksi, Perancis berencana untuk meningkatkan 55 unit ke standar Mirage 2000D RMV. (Bayu Pamungkas)

Pernah ‘Dilirik’ Panglima TNI, Armada Mirage 2000-9 Uni Emirat Arab Kini Telah Terjual ke Maroko