FMA IA 58 Pucara – Pesawat COIN Rancangan dan Produksi Argentina, “Ikonis Namun Pahit” dalam Perang Malvinas

Pesawatnya kini sudah tak lagi dioperasikan, namun, pesawat ini punya catatan sejarah ketika digunakan dalam Perang Falkland (Malvinas), ditambah pesawat turboprop ini menjadi bukti masa keemasan industri penerbangan Argentina. Yang dimaksud adalah FMA IA 58 Pucara. Dan hari 56 tahun lalu, bertepatan dengan 20 Agustus 1969, adalah momen penerbangan perdana prototipe Pucara.

Baca juga: Argentina Terima Unit Perdana F-16 Bekas dari Denmark, Diangkut dengan KC-130H Hercules

Dari literasi sejarah, penerbangan perdana dilakukan di lokasi manufaktur Fábrica Militar de Aviones (FMA) di Córdoba, Argentina. Yang diuji terbang perdana adalah prototipe pertama yang diberi kode AX-2 Delfín.

Sebagai catatan, Argentina saat itu adalah salah satu negara Amerika Latin yang relatif makmur, dengan industri besar di sektor baja, mobil, dan manufaktur. Anggaran pertahanan juga jauh lebih besar daripada sekarang.

Sebagai pilot uji adalah Mayor Roberto Starc dari Angkatan Udara Argentina (Fuerza Aérea Argentina/FAA) dengan durasi penerbangan sekitar 60 menit. Tujuan penerbangan perdana adalah guna mengevaluasi performa mesin ganda Turbomeca Astazou XVIG (masing-masing 950 shp), termasuk uji stabilitas, sistem kendali dasar, dan konfigurasi aerodinamika twin-boom yang unik. Juga dilakukan verifikasi karakteristik lepas landas dan mendarat di landasan pendek (Short Take-off Landing/STOL), sesuai kebutuhan misi COIN (Counter-Insurgency).

Tim desain Pucara dipimpin oleh Héctor Eduardo Ruiz (chief engineer), sementara desain Pucara dipengaruhi oleh pengalaman operasional Douglas A-1 Skyraider (AS) dan North American OV-10 Bronco (AS, 1965), desain twin boom untuk misi COIN.

Penerbangan perdana berjalan tanpa kendala besar, yang memberi kepercayaan diri besar bagi tim FMA. Pilot Mayor Starc dilaporkan cukup puas dengan stabilitas dan kendali prototipe. Hanya setahun setelah first flight, prototipe kedua ikut terbang, dan program masuk fase evaluasi militer.

Latar belakang pengembangan Pucara, karena Argentina pada pertengahan 1960-an membutuhkan pesawat serang ringan untuk operasi kontra-pemberontakan di wilayah terpencil. Kemudian FMA mengembangkan Pucara sebagai jawaban, dengan desain twin-boom agar mudah dalam perawatan dan operasional lapangan. Pucara dirancang mampu beroperasi dari landasan tak beraspal dan memiliki daya angkut senjata ±1.500 kg.

Prototipe awal (AX-2 “Delfín”) menggunakan Turbomeca Astazou XVIG buatan Perancis (masing-masing 950 shp) dan versi produksi beralih ke Turbomeca Astazou XVIIG (1.021 shp), lisensi dibuat di Argentina. Untuk sistem avionik dasar diambil dari teknologi Barat (Perancis dan AS), namun relatif sederhana.

Dukungan luar negeri lebih banyak berupa lisensi mesin, peralatan, dan persenjataan (misalnya bom Mk82 buatan AS, pod roket buatanb Perancis/Inggris).

Veteran Perang Malvinas
Ikut ambil bagian dalam Perang Malvinas (1982), reputasi tempur Pucara agak “campur aduk”. Di Malvinas, Pucara tidak mampu menandingi Sea Harrier atau sistem hanud modern. Namun untuk peran COIN dan serangan darat jarak dekat, ia cukup efektif, terutama karena bisa beroperasi dari landasan darurat di pulau. Nilainya lebih pada daya tahan dan fleksibilitas operasi, bukan superioritas udara.

Prestasi tempur yang dicatat adalah menemnak jatuh satu helikopter Westland Scout Inggris dengan kanon, dan serangan terhadap pasukan darat Inggris, meski efek terbatas. Sekitar 24 unit Pucara dikirim ke Malvinas, sebagian besar ditempatkan di Goose Green Darwin Airfield. Sementara ada 12 unit Pucara berhasil dihancurkan dan disita pasukan Inggris – 8 unit hancur di darat akibat serangan SAS Inggris di Goose Green dan 2 ditembak jatuh oleh Sea Harrier dengan rudal AIM-9 Sidewinder.

https://www.indomiliter.com/dalam-konfigurasi-full-armed-argentina-resmi-perkenalkan-jet-tempur-f-16-eks-denmark/

IA-58 Pucará diproduksi terbatas (sekitar 110 unit total) dan pesawat ini sempat diekspor ke beberapa negara selain digunakan oleh Argentina, seperti Uruguay, Kolombia dan Sri Lanka. Inggris juga mengoperasikan 1 unit rampasan (A-515) pasca Perang Malvinas untuk uji coba di Boscombe Down (meski bukan “ekspor resmi”).

Pada 4 Oktober 2019, Angkatan Udara Argentina secara resmi memensiunkan IA-58 Pucaa dari layanan tempur dan counter-insurgency.
Sebelumnya, diperkirakan masih ada sekitar 20 unit yang aktif saat itu, namun mereka dijadwalkan untuk dihentikan operasionalnya.

Meskipun telah dipensiunkan, Fábrica Argentina de Aviones (FAdeA) bekerja sama dengan Angkatan Udara melakukan modernisasi beberapa unit menjadi varian IA-58 Fénix, fokus ke ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) dengan penghapusan persenjataan. Modernisasi mencakup penggantian mesin ke Pratt & Whitney PT6A-62, avionik baru, dan sensor EO/IR serta pod pengintaian. (Bayu Pamungkas)

Kisah Perang Falkland (Malvinas) – Argentina Sulap C-130B Hercules Jadi ‘Pembom’, Gotong Bom MK82 di Bawah Sayap