Dianggap Punya Roadmap Bagus dan Kesamaan Mesin dengan Tejas, India Pertimbangkan Akuisisi KF-21 Boramae

Terkenal serius dalam komitmen kerja sama industri pertahanan, ada kabar India kini tengah mengevaluasi jet tempur rancangan Korea Selatan-Indonesia, KF-21 Boramae, yakni untuk mengisi program Multi-Role Fighter Aircraft (MRFA). KF-21 dipandang sebagai platform yang kompetitif dari segi biaya dengan potensi pertumbuhan di masa depan dan kompatibilitas dengan kebijakan industri domestik India.
Angkatan Udara India (IAF) saat ini menghadapi kekurangan skuadron operasional karena pesawat-pesawat tua seperti MiG-21 dan Jaguar yang akan segera dipensiunkan. Meskipun India telah lama bergantung pada gabungan platform asal Rusia dan Perancis, pergeseran prioritas pengadaan dan penundaan program pesawat tempur dalam negeri telah mendorong pertimbangan yang lebih luas terhadap sistem asing generasi baru.
Dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI), KF-21 adalah pesawat tempur multiperan bermesin ganda generasi 4,5 yang dilengkapi dengan avionik canggih, termasuk radar AESA, infrared search and track (IRST), sistem peperangan elektronik, dan integrasi senjata modern. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin General Electric F414-400K dan menawarkan kecepatan tertinggi Mach 1,8, radius tempur sekitar 1.500 mil laut, dan muatan maksimum hingga 7.700 kg.
Korea Selatan mulai mengembangkan KF-21 pada tahun 2011 untuk menggantikan armada F-4 dan F-5 yang menua. Meskipun awalnya ditujukan sebagai pesawat siluman generasi ke-5, program ini disesuaikan untuk terlebih dahulu menerjunkan konfigurasi generasi 4,5, karena urgensi operasional. Pesawat ini kini berada dalam tahap uji terbang, dan pengiriman pertama ke Angkatan Udara Korea Selatan diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2026.
Safran (Perancis) Siap Berikan Alih Teknologi 100% untuk Mesin Jet Tempur Stealth AMCA India
India dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi 60 unit pesawat tempur canggih generasi 4,5 sekaligus mengembangkan platform generasi ke-5, termasuk AMCA dalam negeri.
Desain modular KF-21 dan roadmap (peta jalan) peningkatan di masa mendatang (termasuk varian Blok III yang direncanakan dengan ruang senjata internal (weapon bay) dan lapisan siluman, serta kompatibilitas dengan varian angkatan laut bermesin ganda, dipandang dapat menawarkan daya tarik strategis bagi kepentingan pertahanan India.
Pasok Mesin Jet Tempur HAL Tejas MK2, General Electric Produksi Mesin GE F414 INS6 di India
Salah satu keunggulan utama yang disoroti oleh pers India adalah kesamaan mesin. KF-21 menggunakan jenis mesin General Electric F414 yang sama dengan yang dipilih untuk program jet tempur buatan India, Tejas Mk II dan Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA). Jika India melanjutkan produksi F414 skala besar di bawah lisensi, hal ini dapat menyederhanakan logistik, perawatan, dan integrasi operasional untuk KF-21.
Faktor lainnya adalah potensi kompatibilitas pesawat ini dengan inisiatif manufaktur pertahanan “Make in India”. Jika terpilih, KF-21 dapat dirakit atau diproduksi bersama di India, dan arsitektur terbukanya memungkinkan integrasi sistem yang dikembangkan secara lokal seperti radar AESA Uttam dan rudal udara-ke-udara Astra—dengan syarat tercapainya kesepakatan mengenai akses kode sumber dan integrasi perangkat lunak.
Program “Super Sukhoi” India: Sukhoi Su-30MKI Akan Dipasangi Radar AESA Produksi Dalam Negeri
Pada pertengahan 2025, perkiraan harga satuan KF-21 berkisar antara $87 juta hingga $110 juta termasuk mesin, menempatkannya di bawah pesaing seperti Rafale, Su-57, dan F-35.
Sementara dari sisi Korea Selatan, sangat membutuhkan mitra investasi pengembangan dan komitmen pembelian dalam jumlah besar untuk menekan harja jual per unit KF-21. Keseriusan ditambah dukungan anggaran pertahanan yang besar, maka sangat potensial kerja sama produksi KF-21 dilakukan di India, terlebih manufaktur dirgantara India relatif sudah siap. (Gilang Perdana)
https://www.indomiliter.com/kai-raih-kontrak-20-unit-tambahan-jet-tempur-kf-21-boramae-total-40-unit-dalam-jalur-produksi/



Di tawar F-35. India malah beli Boramae. Haha.