MV-25 OSKAR – Drone Kamikaze Pertama Buatan Perancis yang Berstatus Battle Proven

KNDS France selama ini kondang sebagai manufaktur persenjataan berat. Namun, melihat eskalasi konflik di Ukraina, KNDS France mulai memproduksi drone kamikaze (loitering munition), dengan produk pertama MV-25 OSKAR yang ditampilkan perdana pada pameran pertahanan Eurosatory 2024.
Baca juga: Perancis Integrasikan Drone yang ‘Dituntun’ oleh Helikopter Serang Ringan Gazelle
Tak ingin menunggu lama, MV-25 OSKAR dikabarkan sudah dikirim sebagai paket bantuan senjata ke Ukraina, dan menjadi salah satu jenis drone kamikaze yang kini digunakan pasukan Ukraina. Dengan pelibatan MV-25 OSKAR di Ukraina, maka menjadikan MV-25 sebagai drone kamikaze pertama buatan Perancis yang diikutkan dalam operasi tempur.
KNDS France menggandeng Delair dan EOS Technologies dalam memproduksi MV-25 OSKAR, yang termasuk drone kamikaze (loitering munition) sayap tetap dalam keluarga Mataris. Nama OSKAR adalah akronim dari Opportunity Strike Kinetics Aircraft Ruggedised, awalnya dikenal lewat program Project Colibri Select oleh Agensi Inovasi Pertahanan Perancis pada tahun 2022.
MV‑25 OSKAR sudah lulus uji terbang dengan hulu ledak pada Juni 2024, dan Perancis mengirim 100 unit awal ke Ukraina sebagai bagian project Colibri, dan penggunaannya sudah mengisi peran tempur nyata di medan Ukraina sejak awal 2025.

Dari spesifikasi, MV-25 OSKAR punya lebar bentang sayap ±110 cm dan bobot lepas landas sekitar 2,3 kg (termasuk hulu ledak). Muatan ledaknya terdiri dari 550 gram hulu ledak fragmen-bakar untuk target infanteri atau kendaraan ringan. Dimaksudkan untuk strike presisi target urban, kendaraan ringan, dan personel dengan collateral damage rendah.
Dari performa, MV-25 OSKAR punya jangkauan terbang hingga 25 km dan endurance sekitar 45 menit terbang. Untuk navigasi dan kontrol dilengkapi data-link tahan gangguan (jam-resistant) dan mampu beroperasi di kondisi GNSS-denied. Dalam mode serang, operator mendapat video langsung sampai saat tumbukan, mode fire‑and‑forget dan dapat dibatalkan misi di tengah perjalanan.
KNDS France merancang MV-25 OSKAR dengan fuselage dari bahan polystyrene yang menawarkan radar cross-section kecil, sehingga akan sulit untuk dideteksi oleh radar intai. Dengan bobot yang ringan, drone ini dapat diluncurkan dengan tangan. (Gilang Perdana)
Jerman Kirim “Tytan” ke Ukraina – Drone Spesialis Pencegat Drone Kamikaze dengan Tabrakan Kinetik


