Beredar Kabar Cina Ingin Pasok Tiga Unit Type 093A (Yuan Class) ke Indonesia, Kapal Selam Pertama Cina dengan Teknologi AIP

Meski kecil kemungkinan bakal terjadi, namun Cina rupanya mengetahui kebutuhan Indonesia akan kapal selam sementera (interim). Sementara menanti kontrak efektif pengadaan dua unit kapal selam Scorpene class yang belum juga berjalan, Indonesia dihadapkan pada menuanya dan keterbatasan operasional armada kapal selam yang ada. Maka kemudian beredar spekulasi Cina akan memasok kapal selam bekas pakainya untuk Indonesia.
Pengertian memasok pun belum jelas, apakah dalam bentuk hibah atau membeli, kalau pun hibah, maka itu juga bukan perkara mudah. Untuk mengakuisisi kapal selam dengan platform baru dibutuhkan investrasi yang sangat besar. Belum lagi untuk modernisasi, persenjataan, logistik, pelatihan, fasilitas dermaga dan pengiriman, yang sudah pasti harus ditanggung oleh kocek Indonesia.
Kapal selam yang dirumorkan akan dipasok ke Indonesia adalah kapal selam diesel listrik Type 039A (Yuan class). Spekulasi yang beredar selama Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025) adalah Beijing diam-diam mengusulkan pemindahan tiga kapal selam serang Type 039A bekas Angkatan Laut Cina ke Indonesia.
Langkah tersebut akan memberi Angkatan Laut Indonesia kekuatan sementara, pada saat armada Type 209 yang menua menghadapi masalah ketersediaan yang meningkat dan program Scorpène Evolved yang telah lama ditunggu-tunggu belum juga berjalan.
https://www.indomiliter.com/rudal-jelajah-anti-kapal-yj-18-ditawarkan-cina-bila-indonesia-beli-kapal-selam-s26t-eks-pesanan-thailand/
Kapal kelas Yuan class memiliki bobot sekitar 1.850 ton di permukaan dan 2.300 ton di bawah air, menggunakan modul propulsi udara independen yang dikembangkan oleh 711 Institute, dan memiliki enam tabung 533 mm yang mampu meluncurkan torpedo kelas berat dan rudal jelajah antikapal seri YJ. Dirancang untuk kemampuan siluman pesisir tetapi mampu melakukan patroli di perairan biru, kelas ini dianggap sebagai salah satu kapal selam non-nuklir paling senyap dalam layanan Angkatan Laut Cina.
Dikonsep pada awal tahun 2000-an sebagai penerus Song class, lini Yuan telah berevolusi melalui varian A, B, dan C berturut-turut yang memperkenalkan susunan sayap, layar yang dibentuk ulang, dan pelapis yang ditingkatkan, sehingga memberikan Cina desain siap ekspor yang kemudian diadaptasi menjadi S26T yang dijual ke Thailand dan Pakistan.
https://www.indomiliter.com/cina-tawarkan-destroyer-type-052d-dengan-harga-diskon-bila-indonesia-beli-kapal-selam-s26t-eks-pesanan-thailand/
Proposal saat ini penting karena melibatkan aset Angkatan Laut Cina yang dinonaktifkan daripada model ekspor yang baru dibangun, yang secara dramatis mempersingkat waktu pengiriman tetapi juga menandakan kesediaan Beijing untuk memperdalam hubungan operasional dengan Jakarta.
Dibandingkan dengan Scorpène Evolved buatan Perancis, yang statusnya belum mendapatkan kontrak efektif dan tidak mungkin tiba sebelum tahun 2030, maka Yuan class menawarkan ketersediaan yang cepat tetapi mengabaikan arsitektur baterai lithium-ion yang menopang ketahanan selama 12 hari terus-menerus di bawah air dan lambung sepanjang 72 meter yang dioptimalkan untuk misi di perairan dalam.
https://www.indomiliter.com/bentuk-menara-identik-desain-kapal-selam-type-039c-cina-diduga-copas-dari-a26-class-swedia/
Desain kapal selam Perancis melampaui 20 knot saat berada di dalam air, membawa sistem tempur SUBTICS dan mempertahankan tanda akustik rendah melalui propulsi LIB penuh, sedangkan Yuan class mengandalkan teknologi AIP (Air Independent Propulsion) yang terbukti tetapi daya tahannya lebih pendek di antara siklus snorkeling.
Cina saat ini telah memasok 12 unit kapal selam keempat negara. Kesepakatan terbesar, dan kemungkinan paling canggih, adalah untuk sekutunya, yaitu Pakistan. Angkatan Laut Pakistan mendapatkan delapan kapal selam Type 039B Yuan Class, dengan empat sedang dibangun secara lokal. Kapal selam yang mengusung rudal anti kapal ini dilengkapi dengan AIP.
[the_ad id=”77299″]
Membeli kapal selam terbilang kompleks, suatu negara harus melihat beberapa aspek sebelum mengambil keputusan, mulai dari lokasi di mana kapal itu akan dibangun, tingkat penyesuaian, pelatihan kru, dan pemeliharaan berkelanjutan adalah bagian dari kesepakatan yang menjadi pertimbangan. Dan faktanya, selalu ada aspek geopolitik yang menyertai pemilihan suatu jenis kapal selam.
Sebelum ini, Cina juga telah menawarkan hibah kapal selam Type 035B Ming Class atau Type 039 Song Class ke Thailand, yang sejauh ini belum ada respon lanjutan dari Negeri Gajah Putih. (Gilang Perdana)
https://www.indomiliter.com/cina-tawarkan-hibah-kapal-selam-diesel-listrik-type-035b-ming-class-atau-type-039-song-class-ke-thailand/



Klo menurut pengertian saya, ini interim, artinya sementara. Klo sementara ya gak dibeli, tapi disewa utk jangka waktu tertentu. Klo sewa ya seadanya yg ada. Gak bisa bawel dg requirement yg macem”. Dan utk kasel pilihannya memang gak banyak.
Pertanda perencanaan yg kurang baik …….dulu pilih scorpy-EV dg alasan lebih cost-effectice dibanding kasel dg sistim AIP, kok sekarang malah mau pilih yg AIP 🤔
Seolah-olah antara user & Kemhan tidak seiring-sejalan
Kalo untuk ditempatkan di ALKI 3 atau di Ambalat atau Selat Malaka bolehlah diakuisisi. Lumayan untuk stop gap.
kalau mau beli yang eks thailand aja sih, sepaket rudal sama destroyer
OOOOOOOO……..HELLLLLLLLL NOOOOOO !!!!!!
Jangan diambil, itu jebakan yg sama seperti J-10C.