Kim Jong Un Murka, Peluncuran Unit Kedua Destroyer Choe Hyon Class Gagal Akibat Kecelakaan Besar

Pembangunan alutsista serba cepat ala Korea Utara telah membawa ‘korban’, Kantor Berita Korea Utara – KCNA melaporkan telah kecelakaan serius saat upacara peluncuran kapal perang jenis destroyer – Choe Hyon class.
Sebuah kecelakaan besar terjadi pada upacara peluncuran destroyer Choe Hyon class pada hari Rabu lalu, KCNA melaporkannya pada hari Kamis. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang menyaksikan peluncuran tersebut mengakatan kecelakaan itu adalah “tindakan kriminal”.
KCNA mengatakan akibat kecelakaan tersebut beberapa bagian dasar kapal perang hancur dan membuat kapal tidak seimbang.
Kim yang menyaksikan seluruh insiden dan menyatakan hal itu sebagai “tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan mutlak,” memperingatkan bahwa itu “tidak dapat ditoleransi.” Ia mengatakan “kesalahan tidak bertanggung jawab” dari pejabat yang bertanggung jawab akan “ditangani pada rapat pleno Komite Sentral Partai yang akan diselenggarakan bulan depan”.
Pyongyang meluncurkan unit perdana destroyer Choe Hyon class yang beratnya sekitar 5.000 ton pada bulan April lalu. Pada saat itu, media pemerintah menayangkan gambar Kim menghadiri sebuah upacara bersama putrinya Ju Ae, yang oleh banyak ahli dianggap sebagai calon penggantinya.

Korea Utara mengklaim kapal itu dilengkapi dengan “senjata paling kuat”, dan akan “mulai beroperasi awal tahun depan”.
Beberapa analis mengatakan kapal itu dapat dilengkapi dengan rudal nuklir taktis jarak pendek — meskipun Korea Utara belum membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengecilkan senjata nuklirnya.

Kecepatan galangan Korea Utara dalam membangun kapal perang bertonase besar telah mengejutkan dunia, bahkan kecepatan pembangunan kapal perang Korea Utara telah melampaui Rusia.
Defense Express pada 17 Mei lalu mengungkapkan citra satelit terbaru dari galangan kapal Korea Utara di Chongjin mengungkap kecepatan pembangunan kapal perusak rudal kelas Choe Hyon yang tak terduga di dua galangan kapal secara bersamaan.
Kapal pertama kelas ini diluncurkan pada tanggal 25 April 2025 di kota Nampo, yang terletak di dekat Laut Kuning di bagian barat negara tersebut. Saat itu kapal kedua sedang diselesaikan di Chongjin, di pantai Laut Jepang di Korea Utara bagian timur. Kapal perusak pertama tersebut, Choe Hyon, dibangun hanya dalam waktu 400 hari.
Citra satelit dari tanggal 12 Mei 2025, yang diterbitkan oleh CSIS, menunjukkan bahwa kapal kedua mengalami kemajuan dengan kecepatan yang sama cepatnya. Ini adalah gambar pertama sejak November tahun lalu, ketika lambung kapal perusak masih tersembunyi di bawah kanopi khusus.
Dari citra satelot, Choe Hyon class adalah kapal perusak sepanjang 144 meter dengan bobot 5.000 ton, yang memiliki 74 peluncur VLS dalam 5 kaliber berbeda. Kemungkinan besar 10 di antaranya ditujukan untuk rudal balistik, 20 untuk rudal jelajah, 12 untuk anti kapal, dan 32 untuk rudal hanud.
Selain itu, kapal perusak ini memiliki semua peralatan radar yang diperlukan. Sistem CIWS Pantsir-M dari Rusia juga nampak dipasang sebagai sistem pertahanan udara jarak pendek tambahan. (Bayu Pamungkas)
https://www.indomiliter.com/bukan-kaleng-kaleng-kim-joing-un-pamer-uji-tembak-semua-persenjataan-di-destroyer-choe-hyon/


