Upaya penguatan sistem pertahanan udara terintegrasi Indonesia kembali mencatat pencapaian strategis yang sangat krusial. Pada tanggal 18 Mei 2026, bertempat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pabrikan pertahanan asal Perancis, Thales, secara resmi menyerahkan dua unit pertama radar pengawas udara jarak jauh Ground Master (GM) 403 kepada TNI AU. (more…)
Lumayan lama tiada kabar berita tentang pengadaan radar hanud (pertahanan udara) RAT-31 DL/M buatan Leonardo S.p.A. Namun, belum lama ini ada kabar yang menyebut bahwa radar yang akan dioperasikan Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) – d/h Kohanudnas, telah dikirimkan dari Italia ke Indonesia. (more…)
Karena dimensinya yang besar, radar intai udara jarang ditampilkan di hadapan publik. Tapi lain hal dalam HUT TNI ke-69, Oktober 2014 lalu. Dalam defile HUT TNI yang disebut terbesar yang pernah diselenggarakan, TNI AU dan Kohanudnas turut menampilkan salah satu alutsistanya, yakni radar intai terbaru MSSR 2000-I di hadapan publik. (more…)
Di tahun 2015 TNI AU tengah menyiapkan program pengadaan dan peningkatan alutista. Diantara beragam alutsista yang bakal dibeli, tersebut nama radar Weibel. Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, seperti disampaikan Dispenau, mengkonfirmasi bahwa “Kita akan membeli 1 unit radar rudal MLAAD (Medium and Low Altitude Air Defense) dan dua unit radar Weibel,” Namun apakah radar Weibel yang jadi andalan Kohanudnas ini? (more…)
Mengikuti jejak TNI AL, TNI AU juga melirik Ukraina sebagai salah satu negara pemasok untuk alutsista. Sayangnya akibat konflik yang berkecamuk, TNI AL lewat Kementerian Pertahanan kemudian membatalkan pesanan panser amfibi BTR-4. Tapi mungkin karena situasi kian kondusif, kini TNI AU tengah melirik berbagai produk militer dari Ukraina. Kabar ini datang dari Ukroboronprom, perusahaan plat merah di Ukraina yang bergerak di bidang pertahanan. (more…)
Wilayah Ambalat adalah salah satu hotspot di perbatasan yang kerap menimbulkan tensi tinggi antara Indonesia dan Malaysia. Selain potensi gesekan di perairan, adanya gesekan yang menyangkut ruang udara juga potensial terjadi, sebut saja TNI AU beberapa kali pernah menyiapkan flight jet pemburu F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/Su-30 di Lanud Tarakan sebagai pangkalan aju bagi jet tempur TNI AU untuk menjangkau area Ambalat. (more…)
Meski armada jet tempur TNI AU kian bertaring, tapi bukan berarti momen hadirnya black flight bisa dihilangkan begitu saja. Penerbangan gelap tanpa identitas bisa bisa muncul kapan saja dan di masa saja. Black flight pun tak melulu terkait misi intai dan spionase, bisa juga terkait kasus penerbangan sipil tak beridentitas jelas yang secara sengaja atau tidak melintasi wilayah udara Indonesia. (more…)
Boeing 777-200ER (extended range) milik Malaysia Airlines MH-370 adalah pesawat bermesin dua Roll-Royce Tren 892 yang dinilai memiliki teknologi tercanggih dan mencatat rekor keselamatan nyaris sempurna. Hari itu, 8 Maret 2014 pukul 00:41 waktu KL (Kuala Lumpur), MH-370 mengangkut 239 penumpang, termasuk 12 kru. Sesuai jadwal, pesawat akan mendarat pukul 06:30 waktu Beijing. (more…)
Jauh-jauh hari sebelum hadirnya radar berkualifikasi mobile macam Thomson TRS2215 yang dimiliki TNI AU dan radar Giraffe milik Arhanud TNI AD, di awal tahun 60-an, tepatnya pada masa kampanye operasi Trikora, Indonesia juga telah menggunakan radar pendeteksi dini yang cukup maju pada jamannya. Radar yang dimaksud adalah Nysa P-30 B/C buatan Polandia. (more…)
Dewasa ini kian bertambah Ibu Kota suatu negara berdaulat yang jadi sasaran bombing lewat serangan udara. Dengan beragam dalih dan latar belakang masalah, kita bisa melihat apa yang dialami masyarakat di Baghdad – Irak dan Tripoli – Libya. Dan, bukan tak mungkin, berikutnya menyusul Damaskus – Suriah, Tehran – Iran, dan Pyongyang – Korea Utara, yang akan menerima serangan udara akibat konflik dengan negara lain. (more…)