Meski terkesan kuno, rupanya wooden armor digunakan pula dalam perang modern di Ukraina. Dalam intensitas pertempuran yang tinggi, dimana beragam jenis proyektil datang dari beragam arah, menjadikan rantis maupun ranpur membutuhkan proteksi ekstra. Terkhusus pada kendaraan pengangkut logistik yang minim proteksi, mempercayakan nasib pada perlindungan dari ranpur dan helikopter tidak bisa menjadi jaminan keselamatan. (more…)
Seolah mengikuti jejak Australia yang memutuskan untuk mengirim rantis lapis baja Bushhmaster ke Ukraina, maka Inggris pun menyatakan siap berpartisipasi dalam pengiriman rantis lapis baja ke Ukraina. Dikutip dari Reuters.com (6/4/2022), saat ini Kementerian Pertahanan Inggris tengah mempertimbangkan untuk mengirim rantis jenis Mastiff atau Jackal, yang dapat digunakan sebagai kendaraan pengintai atau patroli jarak jauh. (more…)
Kilas balik ke Oktober 2021, Pemerintah Turki telah melayangkan permintaan ke Pemerintah Amerika Serikat untuk maksud pembelian 40 unit jet tempur F-16 varian terbaru dan 80 kit modernisasi untuk armada F-16 yang kini dioperasikan Angkatan Udara Turki. Sejak permintaan dilayangkan, tidak ada respon resmi yang dilontarkan dari negara terkuat di NATO tersebut. Maklum, hubungan antara Turki dan AS memang sempat ‘panas dingin’ akibat pembelian sistem hanud S-400 dari Rusia. (more…)
Meski jarang terjadi, sebagian rudal anti tank punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran di udara yang terbang rendah. Sebut saja, kemampuan itu ada pada rudal anti tank FGM-148 Javelin. Dan dari laga konflik bersenjata di Ukraina, kabar terbaru yang beredar di media sosial adalah rekaman keberhasilan rudal anti tank Stugna P dalam menembak helikopter serang Kamov Ka-52 Alligator. (more…)
Meski telah memberikan bantuan ribuan senjata anti tank dan rudal MANPADS, rupanya Jerman membatasi diri untuk memberikan bantuan persenjataa berat ke Ukraina. Berbeda dengan Australia yang siap mengirimkan rantis lapis baja Bushmaster 4×4 ke Ukraina, Berlin justru menolak permintaan dari Kiev untuk memasok 100 unit ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Marder 1A3, jenis ranpur yang notabene juga dioperasikan oleh TNI AD.
Saling klaim kemenangan dalam peperangan adalah hal yang wajar, tapi yang lebih penting adalah bagaimana membuktikan klaim tersebut. Untuk itu, kemunculan foto terkait bisa menjadi sumber terkonfirmasi di lapangan. Seperti belum lama ini, untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022, telah terkonfirmasi atas jatuhnya satu unit jet tempur multirole Sukhoi Su-35S (Flanker E). (more…)
Setelah 1RL257 Krasukha-4, yang disebut sebagai ‘high value target’ di lini kesenjataan electronic warfare (peperangan elektronik), Rusia dikabarkan kembali ‘kehilagan’ perangkat jamming yang terbilang canggih di laga Peran Ukraina. Bila 1RL257 Krasukha-4 didapatkan dalam kondisi relatif utuh karena tinggalkan oleh personelnya, maka kali ini sebuah 1L262E Multifunctional ground jamming station didapatkan dalam kondisi hancur. (more…)
Bushmaster dengan RCWS (Remote Control Weapon System).
Setelah pada awal Maret lalu mengumumkan paket bantuan persenjataan senilai US$50 juta (Aus$70 juta) untuk membantu Ukraina. Perdana Menteri Australia Scott Morrison belum lama ini kembali mengumumkan bantuan militer untuk Ukraina. Namun, kali ini jenis yang akan dikirim informasinya bisa lebih spesifik, meski secara kuantitas belum diinformasikan. Persisnya Pemerintah Australia akan mengirimkan rantis lapis baja Bushmaster 4×4. (more…)
Ukraina telah menerima beragam bantuan persenjataan dari negara-negara Barat, namun, sejauh ini belum ada yang menghadirkan ‘bantuan’ berupa ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle). Kabar terbaru datang dari Jerman, diwartakan Menteri Pertahanan Jerman Christina Lambrecht secara resmi telah setuju untuk memasok 56 ranpur PbV-501, atau lebih dikenal sebagai BMP-1 ke Ukraina. (more…)
Meletusnya perang dari suatu perspektif menjadi kentungan tersendiri bagi industri pertahanan, misalnya dalam konteks Perang di Ukraina, pengiriman ribuan stok munisi dan persenjataan maka mendorong repeat order besar-besaran pada manufaktur alutsista. ‘Pengosongan’ depo persenjataan di sejumlah negara NATO tentu akan berbuah order, terlebih bila persenjataan yang dikirim ke Ukraina terbukti moncer dan proven. (more…)