Berusia tua namun battle proven, demikian status rudal hanud MANPADS FIM-92 Stinger. Ketika lama disimpan di depo dan kemudian harus digelar di laga Perang Ukraina, nyatanya kinerja rudal besutan Raytheon Technologies yang moncer di Perang Afghanistan ini masih punya gigi, beberapa helikopter dan jet tempur Rusia masih bisa dirontokkan oleh rudal panggul ini. (more…)
Meski tak diakui secara resmi oleh Pemerintah Jerman, namun dalam palagan Perang di Ukraina, terdapat ranjau anti tank yang dapat diidentifkasi berasal dari produksi Jerman. Selama ini publik telah mengetahui, bahwa Jerman telah mengirim ribuan roket anti tank tank dan senjata peroragan lainnya guna membantu militer Ukraina. Bantuan dalam level lebih besar, yaitu sistem hanud Flakpanzer Gepard pun saat ini tengah dalam teknis pengiriman ke Ukraina. (more…)
Selain telah mengirimkan 20 unit rantis lapis baja Bushmaster 4×4 ke Ukraina, masih menggunakan wahana angkut berupa C-17A Globemaster, Pemerintah Australia rupanya juga mendonasikan enam pucuk howitzer tarik (towed howitzer) M777 A2 ke Ukraina. Seperti halnya Bushmaster, M777 A2 yang dikirim Australia sudah dilengkapi label bendera Ukraina. (more…)
Merasa terancam dengan aksi Rusia, Swedia sejak awal invasi Rusia ke Ukraina telah menunjukkan dukungan penuh berupa pasokan logistik dan persenjataan ke Ukraina. Yang notabene telah menanggalkan status Swedia yang selama ini dikenal netral dalam ajang konflik bersenjata global. Bahkan kian khawatir ikut diinvasi oleh Rusia, ada kabar bahwa Swedia pada Mei 2022 akan bergabung sebagai anggota NATO. (more…)
Jerman merubah posisinya dalam program bantuan persenjataan ke Ukraina, bila sebelumnya Negeri Bavaria hanya mengirimkan senjata perorangan – roket anti tank dan rudal MANPADS, kabar terbaru dari Pertemuan para menteri pertahanan di pangkalan militer Ramstein di Jerman telah memaksa Jerman mengambil besar dalam pasokan senjata ke Ukraina. (more…)
Menimbang pilihan antara helikopter serang AH-64E Apache Guardian dan Bell AH-1Z Viper, rupanya bukan hanya dialami oleh Filipina. Sebelum Negeri Pinoy memutuskan mengakusisi helikopter serang produksi Turki T129 ATAK, pilihan itu pernah datang dari Washington, meski toh akhirnya Filipina menolak tawaran lantaran harga beli yang dianggap kemahalan untuk kocek Filipina. Dan belum lama ada kabar, bahwa Polandia kini mendapat tawaran yang sama dengan Filipina. (more…)
Setelah HVM (High Velocity Missile) Stormer dan rencana ‘tukang guling’ MBT Challanger 2 dengan MBT T-72A Polandia, rupanya Inggris masih akan mengirimkan persenjataan beratnya ke Ukraina. Yang tak boleh dilewatkan kali ini adalah rencana Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang akan mengirim 20 unit self tracked propelled howitzer (SPH) AS90 berikut 45.000 munisi ke Ukraina. (more…)
Setelah tenggelamnya kapal penjelajah rudal Rusia RTS Moskva di Laut Hitam pada 13-14 April lalu, justru minim akfivitas kapal perang Angkatan Laut Rusia di titik atau koordinat tenggelamya kapal penjelajah berbobot 12.490 ton itu. Umumnya, di atas lokasi tenggelamnya suatu kapal, akan ‘dipadati’ aktivitas di permukaan, baik kapal untuk mendukung misi keperluan SAR, evakuasi sampai investigasi. (more…)
Kasus “tukar guling” alutsista jilid dua dalam Perang Ukraina sepertinya bakal terjadi, setelah Slovakia yang mengirimkan sistem hanud S-300 ke Ukraina, dan kemudian Slovakia mendapatkan ‘gantinya’ berupa sistem hanud Patriot dari Amerika Serikat. Serupa tapi tidak sama, Polandia diwartakan bakal mengirim MBT (Main Battle Tank) T-72A, dan sebagain gantinya Polandia akan menerima MBT Challenger 2 dari Inggris. (more…)
Perang di Ukraina yang belum berkesudahan, rupanya tak menyurutkan pasokan persenjataan ke Negeri Zelenskyy, kabar terbaru Belanda akan mengirimkan alutsista beratnya, yaitu self propelled howitzer (SPH) PzH 2000 155 mm ke Ukraina. Namun, Belanda tak maju sendirian, Jerman sebagai manufaktur PzH 2000 ikut berkolaborasi dengan memberikan pasokan munisi dan pelatihan kepada personel militer Ukraina. (more…)