Setelah debut Shahed-136 yang membuat geger laga Perang di Ukraina, kini muncul kabar, bahwa Iran akan mengirimkan drone kamikaze yang lebih sangar, yakni Arash 2 untuk Rusia. Drone kamikaze ini disebut-sebut punya jarak jangkau yang sedikit lebih rendah dari Shahed-136, namun, Arash 2 dapat membawa hulu ledak lebih besar. (more…)
Dari apa yang diungkapkan para analis pertahanan global, sejatinya tidak ada yang terlalu canggih dari drone kamikaze produksi Iran, Shahed-136, yang digunakan Rusia untuk melakukan serangan ke beberapa kota di Ukraina. Sebut saja, drone bertenaga propeller ini terbilang berisik suaranya, dimana dari kejauhan sudah dapat dideteksi kehadirannya, lantaran suara mesinnya bak motor 2 tak. (more…)
Sejatinya ada dua jenis drone kombatan yang dikirim Iran ke Rusia untuk digunakan berperang di Ukraina, yang pertama adalah Shahed-136, yang namanya kondang sebagai drone kamikaze (loitering munition), dan satunya lagi adalah Mohajer-6, yang perannya dominan sebagai combat UAV (UCAV) dan wahana reconnaissance. (more…)
Urusan politik dan bisnis kerap saling terkait dalam operasi militer dan berkecamuknya konflik. Dalam segmen drone misalnya, debut Bayraktar TB2 produksi Baykar Makina dari Tukri, menjadi contoh yang menarik. Ketika Bayraktar TB2 diikutkan dalam banyak laga pertempuran dan mencetak sukses, maka ‘promo’ di medan perang berbuah manis, yakni Bayraktar TB2 laris dipesan banyak negara. (more…)
Bila AIM-120 AMRAAM sukses dikonvergensi dari rudal udara ke udara jarak menengah menjadi rudal hanud (pertahanan udara), maka bagiamana dengan rudal sejenis lansiran Blok Timur? Meski belum mentas seperti halnya AMRAAM pada platform NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System), namun, rudal R-27, yang notabene diproduksi oleh Rusia dan Ukraina, juga telah dicanangkan untuk menjadi rudal hanud, alias surface to air missile (SAM). (more…)
Lebih dari 100 kamera pemantau lalu lintas yang digunakan untuk mengukur kecepatan kendaraan di jalan raya dilaporkan hilang di Swedia. Hal tersebut bukan saja membuat pusing kepolisian setempat, melainkan turut mendorong pelibatan Badan Intelijen lokal untuk melakukan investigasi atas kejadian yang baru pertama kali dialami negara Skandinavia itu. (more…)
Terlepas dari kontroversinya, nama Shahed-136 (Geran-2) kini menempati trending topik di jagad drone kamikaze (louitering munition), pasalnya drone produksi Shahed Aviation Industries, Iran, menjadi nama drone kamikaze yang paling banyak disebut dan diberitakan, lantaran Shahed-136 secara masif digunakan Rusia untuk melakukan serangan ke berbagai wilayah di Ukraina. (more…)
Sejak terbang pertama kali pada 29 Januari 2010 dan masuk kedinasan Angkatan Udara Rusia pada akhir 2020, banyak pertanyaan bagi netizen, kapankah jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon berlaga dalam pertempuran udara ke udara sesungguhnya, hingga sampai menjatuhkan pesawat lawan? (more…)
Selain digunakan oleh pasukan Ukraina dalam konflik melawan Rusia, dari postingan di media sosial, rupanya meriam hanud – penangkis serangan udara (PSU) legendaris S-60 kaliber 57 mm, juga digunakan oleh pasukan Rusia. Seperti halnya adopsi S-60 oleh pasukan Ukraina, maka S-60 oleh pasukan Rusia juga ditempatkan dalam platform truk (heavy truck) 6×6. (more…)
Meski Ukraina telah mendapatkan begitu banyak pasokan persenjatan anti serangan udara dari Amerika Serikat dan sekutunya, namun, Ukraina rupanya gentar pada ‘hujan’ rudal jelajah dan drone kamikaze yang diluncurkan Rusia. Selain terus merapatkan sistem hanud yang ada, Pemerintah Ukraina belum lama ini juga melibatkan peran serta warganya untuk berburu rudal dan drone yang diluncurkan Rusia. (more…)