
Menjelang parade militer di Beijing pada 3 September 2025 (peringatan Hari Kemenangan Perang melawan Jepang ke-80), beragam persenjataan baru mulai di spill lewat penampakan dalam iring-iringan menuju pusat kota. Salah satu yang menarik perhatian adalah Cina terang-terangan memperlihatkan drone bawah laut – (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) berukuran besar (XLUUV) yang dibawa truk trailer. (more…)

Selain asasinya menjalankan peperangan dari bawah permukaan, keberadaan kapal selam juga erat kaitan dengan misi infiltrasi senyap. Begitu pun dengan Scorpene class, kapal selam diesel listrik yang akan dibangun Naval Group dan PT PAL Indonesia, juga punya kemampuan mendukung infiltrasi dari bawah air dengan menggunakan wahana skuter bawah air. (more…)

Menyikapai potensi konflik dengan Cina maka akan terkait langsung dengan aspek kekuatan maritim, dan bagi Amerika Serikat dan sekutunya tak bisa mengesampingkan keunggulan sistem senjata pada kapal selam. Seperti pada 24 Februari lalu, Departemen Pertahanan AS telah memberikan dua kontrak untuk mendukung program Torpedo Kelas Berat – Heavyweight Torpedo MK 48 Mod 7. (more…)

Di tengah memanasnya hubungan antara Rusia dan NATO, berlokasi di Severodvinsk, pada 25 Juni 2021 menjadi hari yang bersejarah bagi angkatan perang Negeri Beruang Merah, pasalnya telah dilakukan pelayaran perdana atau sea trial kapal selam nuklir terbesar di dunia, Belgorod K-329. Belgorod dibangun dari lambung Oscar-II Class dan dirancang dengan misi khusus yang berbeda dari misi kapal selam Rusia sebelumnya. (more…)

Kilas balik ke Maret 2019, saat itu diwartakan kapal selam Type 209 TNI AL akan dibekali apa yang disebut sebagai torpedo jammer dan decoy. Sebagai pemasok adalah manufaktur alutsista asal Turki, Aselsan. Bagi Aselsan, Indonesia adalah pangsa ekspor perdana produk jammer dan decoy tersebut (more…)

Menyambung berita sebelumnya tentang kedatangan dua helikopter anti kapal selam AL Filipina, AW154 Wildcat. Disebutkan bahwa paket pengadaan helikopter canggih tersebut sudah mencakup torpedo untuk melibas kapal selam. Yang unik, pilihan adopsi torpedo untuk Wildcat Filipina adalah K745 Blue Shark buatan LIGNex1, Korea Selatan. Padahal Leonardo sebagai manufaktur Wildcat juga punya produk torpedo ringan yang lebih kondang, yaitu A244S Mod 3, jenis torpedo yang diakuisisi TNI AL untuk helikopter AKS AS556 MBe Panther. (more…)

Merujuk ke Minimum Essential Force (MEF), harapan untuk menjodohkan rudal anti kapal sebagai sistem senjata di kapal selam Nagapasa Class terasa amat berat. Namun, tahukah Anda, bahwa di tahun 1962 justru ada kapal selam milik Indonesia yang pernah melontarkan rudal anti kapal, bahkan kelasnya jauh diatas UGM-84 Harpoon atau SM39 Exocet, yakni sosok alutista yang masuk segmen rudal jelajah (cruise missile) SS-N-3c Shaddock. Kapal selam yang dimaksud adalah KRI (d/h RI) Alugoro 406, salah satu dari 12 unit kapal selam Whiskey Class yang didatangkan dari Uni Soviet dalam kampanye Operasi Trikora. Bukan sebatas dibeli, tapi rudal berbobot 5 ton ini bahkan pernah diuji tembak. (more…)

Meski kecil kemungkinan untuk diakuisisi Indonesia, rudal anti kapal sejatinya dapat saja diluncurkan dari kapal selam Type 209/1400 Nagapasa Class TNI AL. Rasanya lumrah ketika armada kapal selam terbaru tiba di Tanah Air, akan muncul harapan dari masyarakat agar kapal selam andalan Korps Hiu Kencana dapat dipersenjatai secara layak. Selain bekal torpedo yang sifatnya mutlak, pengadaan rudal anti kapal juga layak diperhitungkan, mengingat negara tetangga pun sudah mengoperasikan rudal anti kapal pada kapal selam Scorpene Class. (more…)

Di artikel kami pada 28 Juni 2015 telah disinggung tentang potensi akuisisi torpedo Black Shark guna melengkapi kehadiran tiga unit kapal selam Type 209/1400 Nagapasa Class (aka – Changbogo Class), pasalnya pengadaan torpedo heavy weight sudah menjadi agenda belanja dalam MEF (Minimum Essential Force) Tahap I periode 2009 – 2014. Namun hingga berakhirnya MEF I dan masuk ke MEF II, belum juga terdengar jenis torpedo baru yang akan melengkapi Nagapasa Class. Namun kini tanda-tanda Black Shark akan dimiliki TNI AL mulai santer terdengar. (more…)

Sudah agak lama tak terdengar kabar tentang status helikopter AKS (Anti Kapal Selam) pesanan Puspenerbal (Pusat Penerbangan Angkatan Laut), seperti diketahui sejak pertengahan November 2016 pihak Airbus Helicopters telah menyerahkan tiga unit AS565 MBe Panther kepada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Marignane, kota di bagian selatan Perancis. Dan akhirnya hari ini (29/3/2017) ada kabar lebih terang seputar kehadiran helikopter AKS canggih ini. (more…)