
Digunakan secara aktif oleh unit infanteri ringan dan unit reaksi cepat (Quick Reaction Force/QRF) dalam konflik di perbatasan dengan Kamboja, Angkatan Darat Thailand (RTA) belum lama ini memutuskan program upgrade besar-besaran untuk ranpur Styrker 8×8, berupa pemasangan advanced Battle Management System (BMS) dari Leonardo DRS, yang mengubah Styrker menjadi platform tempur digital yang terhubung dalam jaringan. (more…)

Kubu Barat pernah dipermalukan pada bulan Mei lalu, yakni dengan digelarnya “War Trophies” di Victory Park, Moskow, beragam jenis persenjataan dari AS dan sekutunya yang digunakan Ukraina dipamerkan ke publik dalam kondisi rusak, sebut saja mulai dari Main Battle Tank (MBT) M1A1 Abrams, Leopard series sampai berbagai jenis ranpur APC, baik roda ban maupun roda rantai. Meski begitu, masih ada yang kurang dari “War Trophies” kala itu. (more…)

Sejak serangan drone kamikaze yang dilancarkan milisi Houthi dari Yaman ke fasilitas kilang minyak Aramco Arab Saudi, maka Amerika Serikat selaku sekutu Negeri Kaya Minyak itu, telah memikirkan serangkaian cara efektif untuk menghadapi drone kamikaze. Bila dihadapi dengan sistem hanud konvensional, boleh jadi selain tidak efektif, dari segi biaya akan tekor, lantaran munisi seperti rudal hanud berharga sangat mahal, sementara target yang disasar adalah drone kamikaze yang harganya ada di bawah US$10.000. (more…)

Diam-diam rupanya Korea Utara kepincut pada ranpur buatan Amerika Serikat. Meski semuanya masih diselimuti kabut misteri, namun pada defile militer besar-besaran saat Perayaan HUT Partai Buruh Ke-75 di Pyongyang yang dihelat pada 10 Oktober 2020. Publik global dibuat terheran-heran lantaran Korea Utara (Korut) ternyata mempunyai ranpur ‘Stryker 8×8.’ (more…)