Akibat banyak mengumbar konflik, selama ini dinarasikan bahwa Israel kekurangan amunisi, sehingga negara Yahudi berusaha keras mengimpor amunisi dan persenjataan dari negara-negara sekutunya. Namun, ada kabar dari Filipina, yang mana Angkatan Darat Filipina justru akan menerima 100 butir amunisi pintar untuk howitzer dari Israel. (more…)
Ada kabar dari Negeri Nguyan, yaitu Vietnam resmi mencatatkan diri sebagai calon negara pengguna self propelled tracked howitzer (SPH) K9 Thunder. Menjadikan Vietnam sebagai pengguna pertama K9 di Asia Tenggara, sekaligus menorehkan sejarah sebagai negara komunis pertama yang bakal mengadopsi SPH K9 Thunder yang berstandar artileri NATO. (more…)
Ibarat promosi alutsista baru, Angkatan Darat Thailand mengerahkan jenis senjata artileri terbaru dalam perang di perbatasan untuk menggempur posisi pasukan Kamboja. Yang dimaksud adalah M758 self propelled howitzer (SPH) atau Autonomous Truck-Mounted Guns (ATMG) kaliber 155 mm yang penggelarannya telah diposting secara luas di media sosial. (more…)
Pada 28 Februari 2025, Hanwha Defense Australia telah mengirimkan batch pertama self propelled howitzer (SPH) AS9 Huntsman ke Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army). Momen upacara pengiriman berlangsung di Hanwha Armoured Vehicle Center of Excellence (H-ACE) di Avalon, lokasi di mana Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Richard Marles MP menghadiri acara penyerahan tersebut. (more…)
Jika ingin mengetahui kinerja alutsista, maka paling ideal adalah melihat kemampuannya di medan perang, bahkan jika memungkinkan memantau penggunaan senjata tersebut sampai batas maksimal. Dan untuk yang satu ini, rupanya TNI AD tidak salah pilih dengan mengakuisisi self propelled howitzer CAESAR 6×6 buatan Perancis, pasalnya alutsista armed ini disebut punya kinerja tempur yang memuaskan. (more…)
Sejak era MEF (Minimum Essential Force) tahap I, pengadaan alutsista di lini artileri medan TNI AD mendapat perhatian serius dari pemerintah. Lebih mengerucut lagi pada hadirnya SPH (Self Propelled Howitzer) jenis TRF-1 CAESAR kaliber 155 mm buatan Nexter GIAT, Perancis. Kemhan pun tak ‘pelit,’ 37 unit CAESAR resmi didatangkan ke Indonesia untuk memperkuat dua batalyon armed (artileri medan). (more…)
Lantaran punya efek hentakan (tolak balik) yang terbilang kuat, maka lazimnya self propelled howitzer atau howitzer swagerak dipasang pada platform kendaraan berat, seperti dari basis heavy truck atau tank. Sekalipun ada yang menggunakan platform rantis model jip 4×4, itu pun dibatasi pada adopsi kaliber 105 mm. Namun, Angkatan Darat Ethiopia melakukan modifikasi yang terbilang kontroversial. (more…)
Setelah sebelumnya dihadirkan dalam varian roda rantai (SH16) dan varian roda ban 6×6 dalam platform heavy truck, North Industries Group Corporation Limited (Norinco) pada Zhuhai Airshow 2024 kembali memperkenalkan jenis self propelled (swagerak) howitzer dengan turret (kubah) tanpa awak. Inovasi terbaru ini mengadopsi sasis ranpur (kendaran tempur) roda ban VN-23 8×8 yang juga produksi Norinco. (more…)
Pada tahun 2027, secara total Angkatan Darat Polandia akan mengoperasikan 360 unit self propelled howitzer (SPH) tracked/roda rantai K9 Thunder kaliber 155 mm, Yang secara langsung menjadikan Polandia sebagai pemangku kekuatan self-propelled artillery (artileri swagerak) terbesar di Eropa. (more…)
Guna memenuhi elemen fire power dalam MEF (minimum essential force), satuan Artileri Medan TNI AD pada tahun 2014 mendapat sejumlah perkuatan alutsista, selain ASTROS II MK6 Self Propelled MLRS, lalu di lini meriam ada TRF-1 CAESAR Self Propelled Howitzer 155 mm yang berkaliber besar. di periode tersebut TNI AD juga mendapatkan 54 pucuk meriam KH-178 kaliber 105 mm dari Korea Selatan untuk melengkapi 3 batalyon (more…)