Amerika Serikat rupanya menyadari ada peluang untuk memanfaatkan hubungan “mesra tapi membara” antara Turki dan Rusia. Seperti diketahui, hubungan Turki – Rusia terlihat mesra dalam program pengadaan senjata, salah satunya tercermin dari penjualan sistem hanud S-400, bahkan Rusia ada potensi untuk menawarkan produksi S-400 di Turki. Namun, disisi lain, hubungan Turki – Rusia membara dalam konflik bersenjata di Suriah. Bahkan, drone-drone asal Turki, secara terang-terangan mempermalukan Moskow atas serangan sistem hanud Pantsir-S1 di Suriah. (more…)
Berdasarkan kontrak pengadaan pada akhir 2017 senilai US$2,5 miliar, Turki pada tahun 2019 telah menerima keseluruhan sistem rudal hanud S-400 Triumph dalam dua gelombang. Namun, rupanya Turki ingin sesuatu yang lebih dari sebatas membeli. Lebih dari itu, Turki ingin ikut ambil bagian dalam proses produksi S-400, sesuatu hal yang tak didapatkan Turki ketika ‘meminta’ tranfer of technolgy dari rencana pembelian rudal hanud Patriot. (more…)
Kementerian Pertahanan Rusia untuk pertama kalinya mewartakan, bahwa sistem rudal hanud S-400 Triumf (kode NATO – SA-21 Growler) mampu mencegat sasaran di udara dari jarak 400 meter. Dengan kecepatan hipersonik hingga Mach 14, Russia Air Defence Forces selaku operator S-400 pada 28 April lalu melepaskan rudal dari Distrik Militer Timur (Vostochniy Voyenniy Okrug) ke sasaran yang berada di Telemba range yang berlokasi di Buryatia. (more…)
Mungkin saat ini Amerika Serikat dan Rusia sedang harap-garap cemas (H2C), salah satu sebabnya adalah apa yang sedang dilakukan Turki terkait sistem baterai rudal hanud S-400. Seperti diwartakan banyak media internasional, di Lanud Mürted, tak jauh dari Ankara, Turki sedang melakukan latihan uji terbang rendah dan tinggi oleh F-16C Viper dan F-4 Phantom. Tujuannya tak lain untuk menguji kemampuan radar hanud S-400, yang digadang bakal beroperasi penuh di Ankara pada April 2020. (more…)
Dengan kedatangan gelombang perdana rudal hanud S-400 ke Turki, maka program penjualan jet tempur siluman F-35 Joint Strike Fighter bukan saja ditunda oleh Amerika Serikat, namun lebih jauh Pemerintahan Donald Trump telah membatalkan penjualan F-35 yang otomatis mendepak Turki dari program pengembangan F-35 yang telah dirintis Turki sejak 1999. Dan ibarat ingin ‘mengobati’ rasa sakit hati, Rusia rupanya tak ingin tinggal diam. (more…)
Pengiriman paket sistem rudal S-400 Triumf dari Rusia ke Turki dalam beberapa hari lalu sontak membuka tabir ‘persaingan’ di segmen rudal hanud jarak sedang/jauh, dimana lawan S-400 oleh publik dipersepsikan sebagai sosok hanud MIM-104 Patriot buatan Amerika Serikat. Maklum sebelum memutuskan mengakuisisi S-400, awalnya Turki mengidamkan rudal Patriot plus alih teknologinya. (more…)
Presiden Recep Tayyip Erdogan telah membuktikan keteguhan sikapnya atas tekanan Amerika Serikat. Setelah sebelumnya diwartakan batch pertama sistem rudal hanud S-400 tengah dalam proses dikirim ke Turki, berita terbaru dari Kementerian Pertahanan Turki telah memastikan kehadiran gelombang perdana paket rudal S-400 di salah satu basis militer dekat kota Ankara. (more…)
Bagi Turki, armada jet F-16 Fighting Falcon adalah tulang punggung kekuatan udara Negara Ottoman tersebut, dimana AU Turki saat ini mengoperasikan 245 unit F-16 C/D campuran Block30/40 dan Block50. Namun di sisi lain, Pemerintah Turki pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memutuskan pengadaan alutsista hanud rudal S-400 dari Rusia terus dilanjutkan. Muncul dilema, mengingat bila pengadaan S-400 diteruskan maka Turki harus bersiap mendapat ganjaran sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAASTA) yang telah dikumandangkan Presiden AS Donald Trump. (more…)