Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD menggunakan drone intai ‘Nano’ Black Hornet PD-100 yang berukuran mini dengan berat 16 gram. Sementara TNI AL, khusus pasukan infanteri dari Korps Marinir dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga tak ketinggalan dalam adopis jenis drone nano. Persisnya, personel TNI AL kini mulai beradaptasi dan berlatih dalam pengoperasian Bug FX Nano Quadcopter 1A. (more…)
Meski belum ada konfirmasi resmi, kabar yang beredar menyebut bahwa Mossad, Dinas Intelijen Israel, adalah pihak yang terkait dengan serangan drone kamikaze quadcopter di fasilitas pabrik militer Iran di kota Isfahan, pada Sabtu malam, 29 Januari lalu. Dan selang sehari kemudian, ada komentar menarik dari mantan pimpinan Mossad, Danny Yatom. (more…)
Lantaran menjadi ancaman langsung bagi Israel, tak heran bila aktivitas intelijen Negeri Yahudi begitu masif di Iran. Setelah ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam serangan di jalan raya Iran pada 27 November 2020, agen intelijen Israel, belum lama berselang kembali melakukan aksi serangan ke fasilitas riset dan produksi amunisi Iran, yang unik dari serangan ini adalah menggunakan drone quadcopter berukuran mini. (more…)
Berangkat dari apa yang terjadi di laga Perang Ukraina, menjadi inspirasi para vendor di industri pertahanan nasional untuk memperkenalkan solusi di segmen teknologi drone. Seperti salah satunya dilakukan perusahaan swasta PT Republik Defence (member of Republikorp), yang di ajang Indo Defence 2022 meluncurkan jenis drone quadcopter tempur dan logistik dengan label Bramara series. (more…)
Dalam misi di wilayah urban yang penuh kompleksitas, tugas satuan elite akan banyak terbantu oleh keberadaan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Selain drone dalam wujud pesawat terbang, drone model helikopter mini bakal mengambil peran signifikan, terlebih dalam urusan intai mengintai di area rimba beton. Dan salah satu model drone quadcopter yang dilirik satuan elite TNI adalah Microdrone MD4-1000 buatan Jerman yang dikustomisasi oleh PT Bhineka Dwi Persada (BDP). (more…)
Ada banyak cara untuk melakukan misi pengintaian secara remote dari udara, mulai dari pemanfaatan drone (UAV) hingga quadcopter yang teknologinya secara terbatas telah dikuasai di dalam negeri. Tapi di luar drone ala Wulung UAV dan quadcopter yang dikembangkan Dislitbang TNI AD, ada lagi wahana pengintaian yang jauh lebih unik, pasalnya wahana jenis ini dirancang persis menyerupai burung. Bukan hanya mirip pada desain, cara kerjanya juga mengandalkan kepakan sayap untuk terbang, inilah yang disebut Robot Terbang Flapping Wing (RTFW). (more…)
Setelah berhasil meluncurkan Wulung UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau drone dalam wujud pesawat udara, kini TNI kembali bergerak dengan menggarap prototipe drone dalam wujud quadcopter (quadrotor helicopter). Quadcopter dengan penggerak empat rotor baling-baling, mampu bermanuver layaknya helikopter, termasuk melakukan hovering. Debut drone quadcopter ini ditampilkan secara khusus di stand Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD pada Pameran Alutsista TNI AD 2014 di Lapangan Monas (12 – 15 Desember 2014). (more…)