
Pada 24 Januari 2019, telah genap 10 helikopter AS565 MBe Panther yang melengkapi armada Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal). Dari kesepuluh unit yang telah diterima dalam 3 batch dari PT Dirgantara Indonesia, memang belum ada yang berstatus full AKS (Anti Kapal Selam), karena dalam skenario pengadaan 11 unit helikopter AS565 MBe Panther pada tahun 2014, tidak semuanya dilengkapi konfigurasi full AKS. (more…)

Dalam tiga kali penyerahan, sampai saat ini sudah 5 unit helikopter AKS (Anti Kapal Selam) AS565 MBe Panther yang diserahkan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk kebutuhan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal). Dan menurut rencana, pada Kamis (24/1/2019), PT DI di Bandung kembali akan melakukan seremoni penyerahan 5 unit helikopter produksi Airbus Helicopters ini kepada Kementerian Pertahanan. Dengan penyerahan tersebut, maka sudah 10 unit AS565 MBe Panther yang telah diserahkan oleh PT DI.
(more…)

Setelah memensiunkan helikopter Westland Wasp, maka hamper dua dekade para penerbang Puspenerbal TNI AL tak merasakan berlatih menggunakan alutsista bergenre AKS (Anti Kapal Selam). Baru angin segar berhembus saat 11 unit helikopter AS565 MBe Panther resmi dipesan untuk misi AKS, dan beberapa unit telah diserahterimakan dari PT DI (Dirgantara Indonesia) ke TNI AL. (more…)

Andaikan destroyer escort Samadikun Class (aka – Claud Jones) masih dioperasikan TNI AL, maka predikat MK46 sebagai torpedo ‘terbesar’ untuk TNI AL masih layak disandang. Pasalnya di dekade 70 sampai 90-an, empat unit kapal perang bekas pakai AL AS ini memang mengandalkan torpedo SUT (Surface and Underwater Torpedo) untuk misi anti kapal selam dan permukaan. (more…)

Dikarenakan menurunnya kemampuan teknis helikopter NBO-105, diantaranya tidak mampu melaksanakan “recognised maritime picture” (RMP) yang dibutuhkan sebagai informasi yang akan di share ke armada patroli Maritime Task Force (MTF) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), menjadikan TNI harus memikirkan pengganti helikoper ringan twin engine yang melekat sebagai sistem senjata armada terpadu pada korvet TNI AL di Lebanon. (more…)

Di tengah keterbatasan alutsista, sejak 2009 Indonesia secara rutin mengirimkan kapal perangnya yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Secara bergantian korvet-korvet TNI AL bergabung dengan kapal perang dari Bangladesh, Brazil, Jerman, Turki dan Yunani dalam MTF UNIFIL. Dan menedukung kehadiran elemen kapal perang, setiap misi korvet TNI AL selalu didukung dengan satu unit helikopter. (more…)

Suatu hari ada yang bertanya, pesawat intai maritim apakah yang paling canggih di Asia Tenggara? Dengan penekanan kata ‘intai maritim,’ maka keberadaan CN-235 220 MPA (Maritim Patrol Aircraft) baik yang dioperasikan Puspenerbal TNI AL dan Skadron Udara 5 bisa jadi contoh bagaimana pesawat intai maritim yang modern dilengkapi sarana yang relatif memadai. Namun, bila ditelaah lebih jauh, seperti pada kelengkapan fitur secara keseluruhan dan adanya kemampuan penindakan, maka yang terdepan di Asia Tenggara adalah Fokker F50 ME (Maritime Enforcer) MK2 milik AU Singapura (RSAF). (more…)

Bila Puspenerbal TNI AL baru mulai menerima pengiriman tahap awal helikopter AKS (Anti Kapal Selam) AS-565 MBe Panther dari PT Dirgantara Indonesia. Maka Singapura pun belum lama ini juga menerima paket akhir Sikorsky S-70B Seahawk, yang salah satunya ikut dalam display di Singapore AirShow 2018. (more…)

Helikopter NBO-105 berperan sebagai gunship sudah mahfum kita dengar, khususnya ditangan Puspenerbad, helikopter ringan twin engine ini pernah menjadi helikopter serang utama TNI AD, persisnya sebelum era Mil Mi-35P hadir. Sebagai gunship, racikan senjata favoritnya adalah gunpod FN HMP250 12,7 mm dan roket FFAR (Folding Fins Aerial Rockets). (more…)

Penyerahan pesawat intai CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) produksi PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan untuk Puspenerbal TNI AL pada 9 Januari 2018 mengundang perhatian para pemerhati alutsista. Lantaran pesawat yang diberi kode AX-2345 atau setelah diserahkan menjadi P-8304 tampil ‘beda’ dari CN-235 MPA Puspenerbal sebelumnya, diantaranya pada penempatan dan jenis konsol FLIR (Forward Looking Infrared). (more…)