Tag: PT Palindo Marine

Pilah Pilih Meriam Utama KCR 60 TNI AL, Tetap di Kaliber 57mm atau Upgrade ke 76mm?

Bofors 57 MK3 (kiri) dan OTO Mlelara 76 (kanan)

Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)

PT Palindo Marine Lakukan First Keel Laying Kapal Hidro-Oseanografi “Ocean Going” Pesanan TNI AL

Setelah Kementerian Pertahanan RI dan PT BTI Indo Tekno – agen Submarine Manufacturing and Products Ltd (SMP) di Indonesia, menandatangani kontrak pengadaan Submarine Rescue Vehicle System (SRVS) SRV-F Mk.3, maka jadwal pengadaan kapal pembawa SRSV multak untuk diteruskan sesuai jadwal. Dan pada 14 Desember 2023, telah dilakukan tahap keel laying (peletakan lunas) perdana Kapal BHO (Bantu Hidro Oceganografi) Ocean Going pesanana Kementerian Pertahanan untuk Pushidrosal TNI AL. (more…)

Perkuat Dua Lanal, TNI AL Resmikan KAL 28 dengan Kanon Oerlikon 20mm/MK4

Selain mendapat perkuatan berupa armada kapal patroli dengan standar ‘KRI,’ perkuatan Lantamal (Pangkalan Utama TNI AL) dan Lanal (Pangkalan TNI AL) juga tak terlepas dari keberadaan kapal patroli di kelas KAL 28. Seperti yang terbaru, TNI AL pada 19 April 2018 telah meresmikan keberadaan KAL Pulau Menjangan dengan nomer lambung I-5-39 dan KAL Pulau Pasoso dengan nomer lambung I-6-62. (more…)

KN Tanjung Datu 1101: Dimensi Laksana Frigat, Berstatus Kapal Patroli Penjaga Pantai

Kilas balik ke 17 Juni 2016, saat itu terjadi insiden dramatis di Laut Natuna, pasalnya kapal penjaga pantai alias China Coast Guard (CCG) dilaporkan terus membayang-bayangi aksi penegakan hukum yang dilakukan kapal perang TNI AL atas illegal fishing yang dilakukan kapal nelayan Cina. Tak satu dua kali pula, kapal CCG berani menghalangi upaya penangkapan yang dilakukan aparat Indonesia. (more…)

Tuntas Sea Trial, Tiga Kapal Patroli PC-40 Resmi Masuk Armada TNI AL

Setelah melalui tahapan sea trial, akhirnya tiga unit kapal patroli kelas PC-40 untuk Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim resmi dikukuhkan oleh TNI AL pada 10 Januari lalu di Dermaga Batuampar, Batam. Ketiga kapal perang yang diresmikan oleh KSAL Laksamana TNI Ade Supandi adalah KRI Tatihu 853, KRI Layaran 854 dan KRI Madidihang 855. Sebelumnya ketiga kapal patroli ini telah diluncurkan galangan PT Palindo Marine pada 23 September 2016. (more…)

PT Palindo Marine Luncurkan Tiga Kapal Patroli PC-40 Untuk Satrol Koarmatim

kapal-pcm-40-800x445

Nama PT Palindo Marine Shipyard kian berkibar, setelah sukses memasok beberapa unit KCR (Kapal Cepat Rudal) dan kapal patroli, dan KAL untuk TNI AL. Bertempat di fasilitas galangan yang berlokasi di Batam, perusahaan swasta nasional ini kemarin (23/9/2016) kembali meluncurkan tiga kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Ketiga kapal dengan nomer lambung 8xx, digadang memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim. (more…)

TR-47C: Mengenal Kemampuan Radar Pengendali Tembakan di KCR Clurit Class TNI AL

image0001

Clurit Class tentu punya kesan tersendiri dalam jagad alutsista nasional, pasalnya inilah jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) dari Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL yang pertama kali dipasangi kanon CIWS (Close In Weapon System), maklum adopsi CIWS hingga kini masih jadi ‘barang langka’ di arsenal kapal perang TNI AL. Selain kanon CIWS enam laras, senjata utama pada Clurit Class adalah dua peluncur rudal anti kapal C-705. (more…)

Palindo Marine PC-28: Kapal Patroli Cepat Litoral dengan Teknologi RCWS

2016-04-20_pori

Rasanya miris saat mendengar ada kapal patroli TNI AL yang diserang preman di Perairan Tanjung Balai Asahan. Tepatnya pada 22 Januari lalu, KAL Boa (eks KRI Boa 807) diserang sekelompok preman ketika sedang mengejar kapal pengangkut pakaian bekas ilegal. Dalam aksi penyerangan, awak KAL telah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan oleh kawanan 60 preman yang menggunakan empat kapal motor. Dengan dihujani bom Molotov, justru KAL Boa yang harus menjaga jarak sampai harus merapat ke alur darat untuk keluar dari kepungan preman. (more…)

Jelang HUT RI Ke-70, Koarmabar Tambah Kesiapan dengan Tiga Unit KCR40

14009_20140922124131silep04

Meski sudah diluncurkan dan serah terimakan pada bulan September 2014, namun baru awal Agustus ini Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI AL resmi mengoperasikan tiga unit KCR (Kapal Cepat Rudal)-40/KCR40, yakni KRI Surik 645, KRI 646, dan KRI Parang 647. Ketiganya merupakan elemen Satkat (Satuan Kapal Cepat) yang berisikan armada kapal bertonase ringan (250 ton), punya fleksibilitas tinggi, dan tentunya dibekali rudal anti kapal. (more…)