
Selain unjuk kemampuan rudal jelajah dan drone kamikaze, medan perang Ukraina diwarnai dengan penggunaan proyektil artileri berpemandu, yang menjadikan proyektil (munisi) dari howitzer 155 mm dapat melesat menuju sasaran dengan akurasi tinggi laksana rudal. Lantaran ada unsur pemandu yang mengadopsi sistem elektronik, maka terbuka peluang untuk melakukan jamming alias gangguan pada proyektil pintar. (more…)

Dalam perang yang berlangsung panjang, segala taktik sah-sah saja untuk dijajal, termasuk menggunakan taktik era perang dingin yang menempatkan rudal anti tank pada suatu ketinggian (dengan crane). Bila pada zaman perang dingin platform yang digunakan adalah Main Battle Tank (MBT), maka dalam lperang di Ukraina, terungkap penggunaan lengan crane dari sebuah truk untuk meluncurkan rudal anti tank. (more…)

Kemenangan dalam pertempuran akan dipegaruhi oleh beragam faktor, selain kecanggihan alutsista, motivasi dan militansi prajurit di palagan pertempuran adalah faktor yang juga sangat menentukan. Seperti pada perang di Ukraina yang berlarut dan berlangsung hampir dua tahun, maka urusan mendongkrak motivasi bertempur prajurit adalah kunci. (more…)

Pasca serangan balasan yang gagal pada bulan Juni lalu, Ukraina kian berhati-hati untuk melakukan operasi ofensif, khususnya di wilayah Zaporizhzhia dan Oblast Donetsk yang saat ini diduduki oleh Rusia. Meski begitu, pengerahan unit-unit kavaleri yang didukung Main Battle Tank (MBT) tetap dilakukan dalam skala kecil untuk menghidari kerugian akibat tebaran ranjau darat. Dan belum lama ini, dikabarkan militer Ukraija telah kehilangan tiga unit MBT Lopard 2 dalam serangan berturut-turut. (more…)

Buntut dari konflik antara Hamas dan Israel, membuat perhatian para donatur persenjataan Ukraina terbelah. Meski begitu, Presiden Ukraina Zelenskyy punya strategi untuk mempertahankan perhatian dan dukungan Barat, salah satunya dengan serangan rudal balistik taktis MGM-140 ATACMS (Army Tactical Missile System) yang dipasok secara diam-diam oleh AS, yang telah digunakan untuk menyerang pangkalan udara (lanud) Rusia. (more…)

Nama drone yang satu ini mengingatkan kita pada majalah pertanian legendaris (Trubus-red), namun nyatanya Tubus sama sekali bukan drone dengan tupoksi agrikultur, melainkan Tubus adalah drone kamikaze terbaru Rusia yang punya spesialisasi menggasak target artileri lawan. (more…)

Seiring waktu, Rusia terus beradaptasi dalam mensiasati kemenangan di medan tempur di Ukraina. Terbaru, untuk pertama kalinya, rudal Kh-38ML yang dibawa Su-34 sukses menghancurkan empat jembatan penting di wilayah Kupyansk berkat penargetan drone intai Orlan. Hancurnya jembatan tersebut diyakini membuat Ukraina kesulitan mengatur logistik perang, khususnya di Ukraina Timur. Sayangnya, tak disebutkan pasti drone Orlan mana yang digunakan, tetapi besar kemungkinan itu adalah drone Orlan 30.
(more…)

19 bulan sudah perang Rusia-Ukraina tak kunjung usai. Alih-alih mereda, intensitas serangan saling berbalas justru terus meningkat dan medan tempur pun terus meluas. Rusia bahkan baru-baru ini mengerahkan pembom tempur Su-34 Fullback yang sudah dilengkapi rudal balistik hipersonik Kh-47M2 Kinzhal. Sebelumnya rudal balistik hipersonik itu hanya dipasang diplatform MiG-31K. Oleh karena itu, media Cina memperkirakan musim dingin mendatang di Ukraina akan lebih mencekam dengan gempuran jet-jet tempur Rusia.
(more…)

Sebuah dokumen rahasia milik Ukraina yang ditujukan ke Barat (kelompok negara G7) untuk menyerang fasilitas produksi drone di Rusia, Iran, dan Suriah bocor. Fasilitas produksi yang dimaksud diketahui salah satunya adalah basis produksi drone kamikaze (loitering munition) Shaded-136 buatan Iran, atau yang dalam kode Rusia disebut Geran-2. Lebih dari itu, drone kamikaze tersebut saat ini sudah dilengkapi mesin turbojet yang dipasok Eropa dan sudah muncul di medan perang di Ukraina.
(more…)

Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengungkapkan negaranya tengah melakukan uji coba lapangan terhadap kendaraan darat tak berawak – Unmanned Ground Vehicle (UGV) Ironclad. UGV ini dilengkapi sasis artikulasi 4X4 sebagai salah satu keunggulan, membuatnya dapat dengan mudah menerabas berbagai medan sulit. Bila tak ada aral melintang, UGV Ironclad akan dikerahkan ke medan tempur melawan Rusia, yang notabene sudah lebih dahulu mengerahkan UGV dengan beragam konfigurasi dan fungsi.
(more…)