
APC M113 kondang sebagai ranpur lapis baja ringan yang laris manis digunakan banyak negara, termasuk di antaranya dioperasikan Batalyon Infanteri Mekanis TNI AD. Sebagai ranpur lapis baja ringan yang beratnya hanya 12 ton-an. M113 dihadapkan pada kenyataan bahwa proteksi lapis bajanya tergolong tipis, maka itu M113 yang beroperasi tanpa proteksi tambahan amat mudah untuk dilumpuhkan oleh tembakan dari kanon dan senapan mesin berat. (more…)

Dengan endurande dan kemampuan terbang jarak jauh, Rusia rupanya tidak bisa lepas dari platform pesawat angkut berat Ilyushin Il-76 dalam pengembangan AWACS (Airborne Warning and Control System). Setelah Beriev A-50 Mainstay yang beberapa unit telah ditembak jatuh di kawasan Laut Azov, kini Rusia dikabarkan telah memasuki tahap uji akhir pada pengembangan AWACS terbaru, yakni Beriev A-100 Premier. (more…)

Bagi Rusia sangat penting untuk mempertahankan Kerch Bridge, atau juga dikenal sebagai Jembatan Krimea, pasalnya inilah akses utama yang menghubungkan antara Semenanjung Taman di Rusia dengan Semenanjung Kerch di Krimea, menyediakan jalur transportasi darat langsung antara Rusia dan Krimea. Sebelum jembatan ini dibangun, akses utama ke Krimea dari Rusia adalah melalui jalur laut atau udara, yang kurang efisien dan lebih mahal. (more…)

Ibarat menerima ‘intan berlian’, Angkatan Udara Ukraina mengklaim sebentar lagi akan mengoperasikan jet tempur F-16 Fighting Falcon, dan berharap aksi F-16 dapat menjadi game changer dalam penguasaan ruang udara. Mengingat F-16 bakal menjadi ancaman serius bagi Rusia, maka sudah barang tentu, Ukraina akan menerapkan strategis khusus untuk menggelar F-16, termasuk untuk memberi perlindungan pada penempatan Elang Penempur produksi Lockheed Martin tersebut. (more…)

Bila di Perang Ukraina masif digunakan drone kamikaze PFV (First Person View), maka tak lama lagi mungkin akan mulai digunakan Main Battle Tank (MBT) dengan kendali jarak jauh lewat VR (Virtual Reality) layaknya pada drone kamikaze. Seperti belum lama ini beredar video yang memperlihatkan pasukan Rusia tengah menguji kendali MBT T-72 secara remote lewat VR. (more…)

Kilas balik ke bulan April lalu, diwartakan Rusia telah melakukan upgrade pada kapasitas hulu ledak di rudal jelajah jarak jauh Kh-101. Dengan adanya upgrade kapasitas, maka rudal yang kemampuannya disetarakan dengan Tomahawk itu, mampu menggotong hulu ledak sampai 800 kilogram, atau naik dua kali lipat dari kapasitas hulu ledak Kh-101 standar. Nah, belakangan terungkap bahwa sebagian hulu ledak pada Kh-101 adalah hulu ledak cluster. (more…)

Tantangan bagi Rusia untuk menaklukan Ukraina kini bertambah berat, yakni dengan hadirnya rudal AIM-9X yang melengkapi baterai sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) yang dioperasikan Ukraina. Menurut akun X John Ridge yang diposting pada 27 Mei 2024, bukti video terbaru memperlihatkan bahwa Ukraina telah menerima dan menggunakan rudal AIM-9X untuk peluncur NASAMS mereka. (more…)

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dari senjata yang satu ini, pasalnya kanon hanud ZU-23-2 sudah biasa digunakan dalam perang Ukraina. Namun, postingan dari akun X (d/h Twitter) Clash Report menjadi menarik untuk Anda cermati, yakni kanon ZU-23-2 yang digunakan pasukan pertahanan Angkatan Udara Rusia, dipasang pada platform rantis (kendaraan taktis) 4×4 jenis jip yang mirip dengan Humvee. (more…)

Perang yang berlangsung di Ukraina kerap menciptakan kejutan, seperti ‘kawin silang’ antar dua jenis atau platform persenjataan berbeda menjadi suatu bentuk baru. Kabar terbaru yang sedang viral adalah adopsi meriam smoothbore 2A28 Grom kaliber 73 mm, yang menjadi standar senjata pada Infantry Fighting Vehicle (IFV) BMP-1, kini dicopot oleh pasukan Rusia dan dipasang sebagai platform meriam tarik (towed gun) dengan dua roda. (more…)

Disebut sebagai “Iron Mess” atau “Iron Turtle”, kemunculan Main Battle Tank (MBT) T-72 Rusia dengan perisan lapis baja berukuran besar yang menutupi bagian kubah (turret), telah membetot perhatian dunia, pasalnya dengan perisai sedemikian besar, maka bukan saja garis pandang pengemudi tank yang berkurang, melainkan turret dan laras meriam tidak dapat digerakkan dan hanya dapat melepaskan tembakan ke arah depan. (more…)