
Sebagai kapal hidro oseanografi terbaru dan tercanggih, KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 dari kelas OCEA OSV190 SC WB jelas punya fitur dan fasilitas yang mumpuni. Selain keberadaan side scan sonar, kedua kapal riset bawah laut ini juga dibekali AUV (Autonomous Underwater Vehicle) Hugin 1000 dan ROV (Remotely Operated Vehicle) Ocean Modules V8. (more…)

Sebagai wujud penandatanganan kontrak pengadaan dua unit kapal survei dan riset bawah air pada Oktober 2013, bertempat di dermaga galangan OCEA Les Sables d’Olonne – Perancis, 11 Maret lalu, Menhan RI Ryamizard Ryacudu melaksanakan acara shipnaming dan commissioning kapal Bantu Hidro Oseanografi-1 (BHO-1) dan mengukuhkan nama KRI Rigel 933. Berdasarkan kontrak pengadaan kapal, proses perampungan kapal kedua diperkirakan akan selesai September 2015. (more…)

Menyandang predikat negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sudah barang tentu menyadari pentingnya peran hidro oseanografi. Baik untuk kepentingan sipil dan militer, survei dan pemetaan bawah laut begitu vital untuk dilakukan. Misalnya untuk operasional kapal selam, dengan dukungan informasi dan peta bawah laut yang memadai, maka aspek gelar peperangan bawah laut menjadi satu langkah unggul dibanding lawan yang masih harus meraba kontur bawah laut suatu wilayah. (more…)

Sebagai negara yang menguasai 2/3 luas lautan di Asia Tenggara, adalah multak bagi Indonesia untuk mempunyai peta dasar laut yang lengkap dan memadai. Hal ini penting, pasalnya tanpa bekal informasi dan peta dasar lautan yang komplit, maka TNI AL akan kesulitan untuk gelar operasi bawah laut yang dilakukan satuan kapal selam, maupun untuk tugas anti kapal selam. Lain dari itu, pemetaan bawah laut berperan vital dalam keselematan navigasi pelayaran, baik untuk fungsi militer dan sipil. (more…)