Pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan rencananya untuk mengambil alih 40 persen saham di perusahaan raksasa kontraktor pertahanan KNDS. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata Berlin untuk memperkuat kapasitas produksi industri pertahanan di benua biru, sekaligus menyamakan posisi dengan sekutu dekat NATO mereka, Perancis, yang sudah lebih dulu menanamkan pengaruhnya di dalam raksasa tank tersebut. (more…)
Selain mengakuisisi jet tempur Rafale, rupanya di matra darat, khususnya pada lini artileri medan, Kolombia menyandarkan pilihan serupa dengan Indonesia, yakni dengan membeli self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 produksi Nexter Systems, Perancis. (more…)
Angkatan Darat Perancis belum lama ini menerima ranpur roda ban Jaguar EBRC (Engin Blindé de Reconnaissance et de Combat – Reconnaissance and Combat Armored Vehicle) 6×6. Yang menarik, ranpur (panser) dengan bekal senjata utama meriam kaliber 40 mm ini, disasar pertama kali untuk digelar bagi unit militer Perancis yang ada di Afrika, yaitu untuk memperkuat terjadinya puncak 1er Régiment de Chasseurs d’Afrique. (more…)
Bila Perancis berjaya dengan howitzer tarik (towed) LG series kaliber 105 mm buatan Nexter. Maka sekutunya di seberang selat, sejak lama juga mengoperasikan howitzer tarik 105 mm yang legendaris dan laris di pasaran global. Yang dimaksud adalah L118 light gun produksi BAE Systems Land and Armaments (d/h Royal Ordnance Factory). (more…)
Kilas balik ke April 2018, saat itu diwartakan Malaysia telah menandatangani pembelian 18 pucuk Howitzer LG-1 MKIII kaliber 105 mm dari Nexter, Perancis. Dilihat dari spesifikasinya, MKIII, maka jelas LG-1 pesanan Malaysia bakal lebih canggih dari LG-1 MKII yang dimiliki Satuan Armed Korps Marinir TNI AL. (more…)
Telah dioperasikan militer Perancis sejak 1985 dan banyak dilibatkan dalam palagan pertempuran juga oleh banyak negara, keberadaan Panhard VBL (Véhicule Blindé Léger) mulai dianggap menua dan Perancis pun telah mempersiapkan penggantinya di segmen rantis lapis baja 4×4 all-terrain vehicle. Lantas, rantis apa yang digadang sebagai pengganti Panhard VBL? (more…)
Alutsista jenis apa pun rasanya hampir semua dapat ditiru oleh Cina, terlebih bila produk yang dimaksud punya nilai jual untuk pasar ekspor. Seperti pada segmen self propelled howitzer alias howitzer swagerak dengan platform truk 6×6, bila selama ini Nexter dengan CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie) menjadi pemimpin di pasar kaliber 155/52 mm, maka segmen tersebut rupanya sudah dilirik untuk dimasuki oleh Negeri Tirai Bambu. (more…)
Belum lama berselang kami telah mengupas sosok ranpur lapis baja AMX-10P Marines yang kini telah dijadikan monumen di depan pintu gerbang Markas Komando Resimen Kavaleri 2 Korps Marinir di Surabaya. Selain menarik perhatian dengan cat loreng khas KKO, disebutkan dapur pacu ranpur amfibi ini masih ‘aktif,’ dan tak kalah menarik perhatian lainnya adalah jenis persenjataan yang tersemat di area kubah yang masih terlihat modern dan kokoh. (more…)
Berita peresmian kapal patrol Ditpolairud KP Yudistira 8003 membawa keingintahuan tersendiri bagi warganet pecinta alutsista. Selain sosok kapal yang disebut tercanggih dan terbesar yang dimiliki Polri saat ini, adanya sosok senjata yang terlihat ‘unik’ pada bagian haluan kapal, menjadi pertanyaan tersendiri, pasalnya desain casing pada receiver dan laras senjata tersebut belum pernah terlihat pada jenis kapal patroli di Tanah Air. (more…)
Bicara tentang Howitzer, maka nama Nexter dari Perancis tak bisa dikesampingkan, maklum manufaktur meriam papan atas ini menjadi pemasok utama sistem Howitzer Tarik (Towed Howitzer) dan Howitzer Swa Gerak (Self Propelled Howitzer) di arsenal Artileri Medan TNI. Terkhusus di kaliber besar (155 mm), produk Nexter yang cukup kondang adalah TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), yang kini jadi andalan Batalyon Artileri Medan (YonArmed) Kostrad. (more…)