
Hancur atau rontok perdana suatu alutsista dalam peperangan, selalu menjadi yang dicermati oleh banyak kalangan. Maklum hancurnya alutsista dapat dimanfaatkan oleh pihak terkait sebagai bagian dari propaganda untuk mencitrakan keunggulan atau kemenangan di medan perang. Sebut saja ketika Ukraina berhasil menembak jatuh pembom tempur Sukhoi Su-34 Fullback, atau sebaliknya saat Rusia berhasil menghancurkan beberapa Main Battle Tank (MBT) M1A1 Abrams SA pasokan dari AS. (more…)

Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat nampak kian mesra, setelah Indonesia dipercaya senat AS untuk membeli rudal anti tank FGM-148 Javelin, Indonesia pun mendapat restu senat AS untuk membeli delapan unit helikopter tempur super canggih, AH-64E Apache Guardian Block III. Lepas dari kontroversi yang mungkin timbul, yang jelas ini menjadi lompatan yang revolusioner bagi kavaleri udara TNI AD, setelah sebelumnya sudah memiliki heli tempur besutan Rusia, Mil Mi-35P Hind. Dari segi gengsi, pamor Indonesia terdongrak, sebab hanya segelintir negara di luar AS yang diizinkan membeli Apache, seperti Israel, Inggris, Belanda, Yunani, Mesir, Jepang, dan Singapura. (more…)

Bila di darat dikenal jenis ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle), yakni wahana transport personel yang dipersenjatai dengan kanon kaliber menengah, sehingga cukup efektif untuk menyerang sasaran secara langsung, di lingkup TNI AD bisa dicontohkan dengan hadirnya Marder 1A3. Nah, dalam wujud yang lain, kavaleri udara TNI AD juga punya The “Flying IFV.” Punya kehandalan dan kegarangan setara Marder, tapi IFV yang satu ini wujudnya adalah helikopter. (more…)