Tag: Martadinata Class

Sama-sama Gunakan Radar dari Thales, Ini Penempatan Antena Smart-S MK2 di Fregat Martadinata dan Maharaja Lela Class

Didera beragam masalah, fregat atau LCS (Littoral Combat Ship) kebanggaan Angkatan Laut Malaysia, Maharaja Lela 2501 rencananya baru akan komisioning pada tahun 2026. Terlepas masalah yang menerpa, Maharaja Lela class sejatinya adalah kapal kombatan canggih dengan desain mengacu pada desain korvet Gowind 2500 dari Naval Group. Dan tahukah Anda, bahwa fregat Maharaja Lela class ternyata punya kesamaan jenis radar utama dengan fregat RE Martadinata class TNI AL. (more…)

Untuk Pertama Kali, Rudal Anti Kapal Exocet MM40 Block 3 Meluncur dari Frigat KRI I Gusti Ngurah Rai 332

Rudal Exocet MM40 Block 3 ditembakkan dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332. (Foto: Dok. Dispenal)

Sebagai flagship TNI AL, frigat RE Martadinata class kini telah berkemampuan tempur penuh, khususnya setelah program Fitted For But Not With (FFBNW) dapat dituntaskan beberapa waktu lalu. Unjuk kemampuan saat ini mulai ditampilkan pada kedua frigat Martadinata class. Setelah sebelumnya, KRI RE Martadinata 331 untuk pertama kalinya melakukan uji peluncuran rudal hanud VL Mica Naval, kini giliran KRI I Gusti Ngurah Rai 332, yang mendapat kesempatan untuk pertama kali di kelasnya, meluncurkan rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3. (more…)

Lanjutkan Program Frigat Martadinata Class, Ada Empat Opsi Desain yang Jadi Pilihan Indonesia

Dipersiapkan sebagai pengganti frigat Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class), sudah barang tentu frigat Martadinata Class atau SIGMA 10514 frigates, tidak cuma dibuat dua unit saja (KRI RE Martadinata 331 dan KRI Ngurah Rai 332), jika mengikuti pakem sebagai pengganti Van Speijk Class, maka TNI AL minimal harus mengakuisisi empat unit kapal perang lagi, mengingat jumlah Van Speijk Class ada enam unit yang dioperasikan Satuan Kapal Eskorta (Satkor). (more…)

Frigat KRI I Gusti Ngurah Rai 332 Tuntaskan Uji Coba Sistem Senjata

Setelah sebelumnya tuntas dilakukan oleh KRI RE Martadinata 331, kini ada kabar dari KRI I Gusti Ngurah Rai 332, bahwa frigat yang kondang dengan label “PKR – (Perusak Kawal Rudal)” ini telah tuntas merampungkan fase instalasi dan pengujian Combat Management System (CMS) Tacticos. Hal tersebut diumumkan oleh Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dan PT PAL selaku pihak galangan pembangun kapal. (more…)

Thales STIR EO Mk2 – Radar Pengendali Tembakan dengan Dual Sensor di Frigat Martadinata Class

Berbentuk laksana tameng milik Kapten America dan ditempatkan berada di atas anjungan, inilah perangkat elektronik yang punya fungsi khusus di frigat Martadinata Class. Perangkat yang diberi label STIR (Signaal Tracking and Illumination Radar) EO Mk2 ini, nantinya juga akan dipasang pada salah satu korvet Bung Tomo Class, yaitu KRI Usman Harun 359 dalam program mid life modernisation. (more…)

POLA Class – Kembaran Frigat Martadinata Class yang Identik dari Desain Namun Beda Persenjataan

Meski dibangun dari kelas yang sama, namun pemberian label oleh operator bisa berlainan dalam segmen kapal perang. Seperti belum lama ini, AL Meksiko resmi menerima ARM Reformador 101 dari Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), galangan kapal kondang asal Belanda. Oleh AL Meksiko, ARM Reformador 101 disebut sebagai Long Range Ocean Patrol Vessels atau dalam bahasa Meksiko disebut POLA (Patrulla Oceánica de Largo Alcance) Class. (more…)

Gelombang Perdana VLS Mica Tiba di Surabaya, Era Baru Rudal Hanud di Kapal Perang TNI AL

Meski terasa lama dalam penantian, akhirnya sistem persenjataan pamungkas berupa rudal hanud jarak sedang untuk pertama kalinya tiba di Indonesia. Yang dimaksud bukan rudal AIM-120 AMRAAM pada sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) untuk DenHanud Paskhas TNI AU, melainkan paket perdana rudal hanud Mica buatan MBDA, Perancis. Rudal yang diluncurkan secara VLS (Vertical Launching System) ini menjadi babak baru pada sistem persenjataan di Indonesia. (more…)