Tag: landing ship tank

Perkuat Kolinlamil, TNI AL Resmikan LST KRI Teluk Youtefa 522

(TNI AL)

Setelah diluncurkan oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU) pada 15 Mei 2019, akhirnya Landing Ship Tank (LST) KRI Teluk Youtefa 522 (Teluk Bintuni Class) diresmikan oleh TNI AL lewat sebuah upacara di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/7). KRI Teluk Youtefa 522 merupakan LST ketiga asal produksi PT DRU yang telah diserahkan kepada TNI AL, dimana peresmiannya dilakukan oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. (more…)

Rheinmetall 20mm Menyalak dari Buritan KRI Teluk Ende 517

Lama tak terdengar kabar tentang KRI Teluk Ende, namun belum lama ini, kapal perang dengan nomer lambung 517 itu didaulat sebagai kapal markas dalam Latihan Operasi Amfibi Koarmada I (Latopsfib Koarmada I), dan salah satu kegiatan yang dilakukan adalah latihan penembakan cepat anti serangan udara di malam hari atau Anti Air Rapid Open Fire Exercise (AAROFEX). (more…)

Taiwan Bangun Landing Platform Dock dengan Sistem Senjata Setara Frigat

Meski doktrin militer Taiwan adalah bertahan (dari serangan Cina Daratan), namun bukan berarti negeri yang dianggap separatis oleh Beijing tersebut tak memiliki kapal amfibi. Faktanya justru Angkatan Laut Taiwan kini mengoperasikan tiga unit Landing Ship Tank (LST) dan satu unit Landing Platform Dock (LPD), yang kesemuanya adalah bekas pakai Angkatan Laut Amerika Serikat. (more…)

Setelah Lama Dinanti, LST KRI Teluk Kendari 518 dan KRI Teluk Kupang 519 Bakal Memperkuat Armada TNI AL

(JPNN)

Lumayan lama tak terdengar kabar beritanya, akhirnya ada titik terang seputar dua LST (Landing Ship Tank) terbaru untuk TNI AL, yaitu KRI Teluk Kendari 518 dan KRI Teluk Kupang 519. Setelah pada Kamis, 26 November 2020, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono meninjau dua kapal perang tersebut di Dermaga Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (more…)

Senilai Rp360 Miliar, Kemhan Order Dua LST Teluk Bintuni Class Ke PT Bandar Abadi

Setelah melibatkan dua perusahaan dalam pembangunan tujuh unit Landing Ship Tank (LST) Teluk Bintuni Class (AT-117M), yaitu PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) dan PT Daya Radar Utama, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan ekspansi dengan menambah pesanan dua unit LST serupa, yaitu pesanan kedelapan dan kesembilan. Untuk dua pesanan tambahan ini, Kemhan mempercayakan produksinya kepada PT Bandar Abadi Shipyard. (more…)

Turntable Landing Ship Tank: Meja Putar Ranpur Berkapasitas Puluhan Ton

kapal-pengangkut-tank-tni

Dari segi daya guna, LST (Landing Ship Tank) bisa disejajarkan pentingnya dengan pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI AU. Mengemban fungsi utama sebagai penghantar tank amfibi dari tengah lautan, kapal perang dengan kualifikasi LST jelas punya karakteristik, selain adanya tank deck dan pintu rampa, LST juga dicirikan dengan adanya fasilitas meja putar (turntable). (more…)

KRI Teluk Bintuni 520: LST Terbesar Satuan Kapal Amfibi TNI AL

24IMG_20140905_140830

Dari beragam jenis kapal perang milik TNI AL, tipe LST (landing ship tank) termasuk sepi dalam bahasan alutsista. Apalagi setelah hadirnya LPD (landing platform dock), sontak menjadi maskot TNI AL dalam misi operasi amfibi, bantuan bencana alam, operasi sosial/kesehatan, bahkan kerap difungsikan sebagai kapal markas. Meski secara teknologi LPD lebih maju dan lebih banyak kebisaan dibanding LST, tapi tetap saja, LST punya peran strategis bagi TNI AL. (more…)

Frosch Class: Tulang Punggung Armada Landing Ship Tank TNI AL

KRI Gilimanuk 531
KRI Teluk Gilimanuk 531

Dalam gelar operasi pasukan, TNI AU mengandalkan sosok pesawat angkut berat C-130 Hercules. Sebaliknya di lingkungan TNI AL juga punya wahana penghantar pasukan dalam skala besar, khususnya dalam operasi amfibi, yang dimaksud adalah jenis kapal LST (landing ship tank) dan LPD (landing platform dock). Dan, karena tugas-tugasnya yang terkait operasi pendaratan amfibi, baik LST dan LPD di lingkungan TNI AL dinaungi oleh Satuan Kapal Amfibi (Satfib), yang terdiri dari Satfib Koarmabar dan Satfib Koarmatim. (more…)

Kondor Class: Penyapu Ranjau TNI AL dari Era Perang Dingin

Kondor_klasse
Ketika masih menjadi kekuatan armada Volksmarine

Pada periode tahun 1992 – 1993, dunia alutsista di Indonesia terfokus pada momen pembelian armada kapal perang eks Jerman Timur. Pasalnya memang ada 39 kapal perang dari jenis korvet, LST (Landing Ship Tank), dan penyapu ranjau yang diboyong dalam waktu berkdekatan. Meski pengadaannya penuh kontroversi dari segi biaya yang besar, tapi toh kehadiran 39 kapal perang ini memang memberi arti yang besar bagi kekuatan tempur armada TNI AL. (more…)