Tak sedikit warganet Indonesia yang kaget saat mengetahui untuk mengakuisisi kapal perang (baru) sekelas frigat membutuhkan waktu 4-5 tahun. Belum lagi, saat diluncurkan sang frigat masih dalam kondisi kosongan, alias tanpa bekal persenjataan yang lengkap, maklum kontrak pengadaan persenjataan dan sensor terpisah dalam skema FBNW (Fitted But Not With). (more…)
Berita pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) atas dua unit Offshore Patrol Vessel (OPV) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk TNI AL oleh galangan PT Daya Radar Utama (DRU), kamis (26/8/2021), membuat ramai jagad pemberitaan alutsista nasional. Lantaran merupakan jenis kapal baru di lingkup TNI AL, maka tak sedikit warganet yang bertanya, apa definisi dan perbedaan OPV jika dibandingkan korvet atau pun frigat. (more…)
Ilustrasi posisi radar TRS-4D/LR ROT pada frigat Sachsen Class.
Sebelum Jerman memberangkatkan frigat F217 Bayern (Brandenburg Class) ke Laut Cina Selatan pada 2 Agustus lalu, awalnya yang akan diberangkatkan adalah frigat F220 Hamburg (Sachsen Class). Meski tak jadi berlayar ke Laut Cina Selatan, namun ada kabar terbaru tentang frigat Sachsen Class, dimana Angkatan Laut Jerman akan melakukan penggantian sistem radar di kapal perang berbobot 5.800 ton itu. (more…)
Kontrak pengadaan enam unit frigat FREMM Bargamini Class dan dua unit frigat Maestrale Class yang dimodernisasi dari Italia untuk Indonesia, rupanya menuai respon dari pihak Perancis. Dikutip dari situs latribune.fr (17/6/2021), disebutkan adanya kekecewaan yang besar dari Perancis kepada Italia, lantaran Perancis memandang Italia selama ini justru kurang terlihat dalam pemasaran alutsista di matra laut, khususnya frigat FREMM kepada Indonesia. (more…)
Bagi Angkatan Laut Filipina, keberadaan frigat multirole semi stealth Jose Rizal Class adalah sebuah kebanggaan, betapa tidak, dua unit kapal perang produksi Hyundai Heavy Industries (HHI) ini, statusnya dibeli dalam kondisi baru dari Korea Selatan, sesuatu yang terbilang langka dalam pengadaan alutsista di Negeri Pinoy. (more…)
Ibarat kata, kedatangan ITS Carabiniere, yaitu frigat Bergamini Class FREMM (Frégate Européenne Multi-Mission) ke Jakarta pada Maret 2017, tidaklah sia-sia. Meski gagal menarik minat Australia, ruoanya empat tahun kemudian, atau tepatnya pada 10 Juni 2021, frigat FREMM Italia disebut-sebut telah menyingkirkan desain SIGMA 10514 yang ditawarkan Damen, Belanda, frigat 30FFM (Mogami Class) dari Mitsui, Jepang dan dan desain Arrowhead 140 dari konsorsium yang dipimpin oleh Babcock International, Inggris. (more…)
Setelah lama mangkrak dan mempermalukan Malaysia dalam jagad alutsista regional, ada kabar bahwa frigat stealth Maharaja Lela Class, proyeknya akan dilanjutkan kembali. Dari enam unit yang dipesan, frigat yang dibangun dari basis Gowind Class ini telah diluncurkan satu unit (Maharaja Lela 2501). Sementara tiga lainnya – Syarif Masahor 2502, Raja Mahadi 2503 dan Mat Salleh 2504 sempat ke fase produksi, meski akhirnya ikut berstatus mangkrak. (more…)
Nama Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) sudah begitu lekat dalam jagad alutsista di Indonesia, pasalnya produsen kapal terbesar di Korea Selatan inilah yang menjadi kontraktor utama pengadaan tiga unit kapal selam TNI AL Nagapasa Class. Dan pada hari ini (3/5/2021), dari fasilitas galangan di Okpo, selatan Pulau Geoje, diluncurkan ROKS Daejeon (FFG-823), yang merupakan unit kelima dari frigat Daegu Class (FFX Batch II). (more…)
HDMS Iver Huitfeldt di Selat Hormuz (Danish MoD picture)
Tahapan untuk mendapatkan frigat idaman sepertinya penuh lika-liku, meski arah pengadaan frigat Iver Huitfeldt Class dari Denmark telah dibicarakan dengan serius, bahkan sistem combat management system telah ditentukan, namun, untuk memenuhi standar frigat yang benar-benar diinginkan TNI AL, rupanya masih perlu dilakukan penyesuaian pada rancangan Iver Huitfeldt Class. (more…)
Dipersiapkan sebagai pengganti frigat Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class), sudah barang tentu frigat Martadinata Class atau SIGMA 10514 frigates, tidak cuma dibuat dua unit saja (KRI RE Martadinata 331 dan KRI Ngurah Rai 332), jika mengikuti pakem sebagai pengganti Van Speijk Class, maka TNI AL minimal harus mengakuisisi empat unit kapal perang lagi, mengingat jumlah Van Speijk Class ada enam unit yang dioperasikan Satuan Kapal Eskorta (Satkor). (more…)