Tag: FFAR

Indo Defence 2024 – PT DI Gandeng Mitra Global dan Nasional Kembangkan Sistem Roket dan Senjata Terintegrasi

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapabilitas nasional di bidang teknologi roket. Melalui penandatanganan sejumlah kerja sama strategis dengan mitra dari dalam dan luar negeri, PT DI mendorong kolaborasi untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dan mempercepat penguasaan teknologi sistem senjata roket. (more…)

Roket 70mm dengan Kit Pemandu APKWS, Solusi Efektif dan Murah untuk Hancurkan Drone

Meski teknologi anti drone sudah terbilang maju, namun pengembangan teknologi counter drone terus berlanjut. Belajar dari kasus di Perang Ukraina, sampai yang paling baru penyusupan drone intai Korea Utara ke Korea Selatan, telah membuka mata, bahwa bukan perkara mudah untuk menaklukan drone yang bermanuver rendah dan terbang lambat. Penggunaan jamming dalam beberapa kondisi, juga disebut tidak ideal. (more…)

Sarisa SRS-1A – Drone Quadcopter dengan Peluncur Roket Hydra

Roket Hydra dikenal sebagai salah satu senjata andalan di helikopter serang AH-64E Apache Guardian Puspenerbad. Namun, senjata FFAR (Folding Fin Aerial Rocket) kaliber 70 mm ini rupanya tak hanya digunakan di helikopter serang saja, di tangan perusahaan asal Yunani, SAS Technology ( Spirit Aeronautical System), roket Hydra berhasil dipasangkan pada drone quadcopter. (more…)

‘Tidak ada Matinya,’ Roket FFAR Terus Berevolusi dari Masa ke Masa

(Arnold Defense)

Siapa yang tak kenal dengan roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) 2.75 inchi kaliber 70 mm, inilah senjata bantuan tembakan udara yang akran digunakan pada pesawat tempur TNI AU dan helikopter serbu Puspenerbad. Roket FFAR pun telah diproduksi di Indonesia sejak lama oleh PT Dirgantara Indonesia (DI). Produksi FFAR di Indonesia dimulai pada tahun 1981, khususnya setelah diperoleh lisensi dari Force de Zeeburg Belgia. (more…)

Roket Oerlikon (SURA-D) – Pernah Digunakan di Helikopter NBO-105 Puspenerbad

Foto: Istimewa

Siapa yang tak kenal dengan NBO-105 milik Puspenerbad, jauh-jauh hari sebelum Indonesia kedatangan helikopter serang AH-64 Apache dan Mi-35P Hind, maka NBO-105 yang hakikinya adalah helikopter ringan multiguna, justru menjalankan peran sebagai helikopter serang. Dengan perpanduan senjata berupa senapan mesin berat dan roket FFAR (Fin Folding Aerial Rocket), NBO-105 kala itu menjelma sebagai andalan kavaleri udara selama Operasi Seroja dan Operasi Militer di Aceh. (more…)

Helikopter Serbu Mi-35P Puspenerbad Sukses Dipasangi Roket FFAR Produksi PT DI

Foto: Istimewa

Helikopter serbu Mil Mi-35P adalah produksi Rusia, dan sebanyak delapan unit telah diakuisisi Puspenerbad TNI AD sejak 2010 berikut bekal persenjataan, mulai dari kanon GSh-30K 30 mm yang menjadi senjata internal, roket S-8 Kom dan rudal anti tank 9M120 Ataka (AT-9 Spiral 2). Dan kini ada kabar inovasi alutsista di lini Kavaleri Udara, yaitu Mi-35P TNI AD kini mampu menggotong dan melepaskan roket FFAR (Fin Folding Aerial Rocket) 2.75 Inchi, yang notabene berstandar NATO. (more…)

Skadron Udara 15 Uji Tembak Roket WAFAR, Apa Bedanya dengan Roket FFAR?

Meski saat ini baru dalam proses dilengkapi radar, namun tingkat kesiapan pesawat tempur taktis T-50i Golden Eagle Skadron Udara 15 terus dijaga. Mulai dari latihan terbang malam, sampai penempatan flight di wilayah perbatasan dilakoni secara rutin oleh penerbang tempur pada pesawat yang menyandang label lead in fighter trainer ini. Aktivitas rutin penerbang di skadron ini pun dapat dilihat publik pada akun Instagram @skadronudara15official. (more…)

Peluncur Roket 70mm dengan Sistem Mekatronik

Teknologi peluncur roket, khususnya pada segmen MLRS (Multiple Launcher Rocket System) pelan-pelan telah dikuasasi, meski masih dalam koridor prototipe, peluncur roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) 2,75 Inchi kaliber 7 0mm towed (tarik) dan peluncur roket balistik R-Han 122B versi self propelled dengan platform truk telah dirilis ke hadapan publik. Namun, peluncur roket dengan teknologi mekanika elektronik (mekatronik) terbilang masih langka dalam penelitian litbang pertahanan. (more…)