
Banyak hal yang menarik dari proses pengiriman F-16 ke Indonesia, baik pada pengiriman armada F-16 A/B Block15 di tahun 1989 dan F-16 C/D Block52ID saat ini, semuanya dilakukan lewat ferry flight, yakni diterbangkan dari Amerika Serikat ke Tanah Air dengan membelah Samudera Pasifik, yang jika ditakar bentang antara Pantai Barat AS ke Indonesia berjarak sekitar 15.000 km. Selain dibutuhkan pilot dengan kemampuan serta ketahanan ekstra, komponen lain yang tak kalah penting adalah dukungan pesawat tanker. (more…)

Setelah gelombang keempat dan kelima F-16 C/D Block52ID tiba pada bulan Maret lalu, kini dalam waktu dekat, di bulan Desember 2017 TNI AU akan menerima gelombang keenam pengiriman F-16 C/D Block52ID. Gelombang keenam yang merupakan pengiriman terakhir dari keseluruhan paket 24 F-16 C/D akan terdiri dari enam unit pesawat tempur (more…)

Dari serangkaian item yang di upgrade pada proyek pengadaan F-16 C/D Block 52ID untuk TNI AU adalah peningkatan kemampuan pada radar AN/APG-68 buatan Northrop Grumman (d/h Westinghouse). Meski diberi label “”Block 52ID, ”sejatinya ke-24 unit F-16 C/D Block52ID merupakan regenerasi dari F-16 C/D Block 25 yang sudah melenggang di udara sejak dekade 80-an. Sejak diperkenalkan, F-16 C/D dalam paketnya memang mengusung radar AN/APG-68, memang bukan jenis radar baru, namun varian F-16 C/D Block 50/52+ dan MLU (Medium Life Upgrade) sudah bisa ditanam dengan generasi AN/APG-68 terbaru, yakni versi 9 – AN/APG-68(v)9. (more…)

Indonesia bersama Singapura dan Thailand adalah ‘sejawat’ pada masa-masa awal penggunaan jet tempur F-16 A/B Fighting Falcon. Meski kuantitas yang dimiliki berbeda setiap negara, kepemilikan F-16 pada awal dekade 90-an turut memberi suasana perimbangan kekuatan militer yang kondusif di kawasan Asia Tenggara. Meski sama-sama sebagai pengguna F-16 A/B Block 15 OCU (Operational Capability Upgrade), faktanya Indonesia kini menjadi yang tertinggal dalam program peningkatan F-16 A/B. (more…)