Meski tak mengubah status Singapura sebagai sekutu nomer wahid Amerika Serikat di Asia Tenggara, namun, belum lama ada kabar yang mengundang spekulasi, yakni pembatalan penempatan jet tempur Angkatan Udara Singapura (RSAF) di Pangkalan Udara Andersen, Guam. (more…)
Meski bukan jenis alutsista baru, namun Boeing F-15SG (Strike Eagle Singapore) milik Angkatan Udara Singapura yang didapuk sebagai penempur tercanggih di kawasan Asia Tenggara, kembali menjadi topik perbincangan, terutama setelah tersiar kabar rencana penempatan 12 unit F-15SG di Pangkalan Udara (Lanud) Andersen, Guam, beserta dengan pembangunan fasilitas dan infrastruktur guna memperkuat komposisi aliansi pertahanan sokongan AS di Indo Pasifik. (more…)
Sebagai sekutu nomer satu Amerika Serikat di Asia Tenggara, maka wajar militer Singapura punya aliansi yang kuat dan saling membutuhkan dengan kekuatan tempur Negeri Paman Sam di kawasan Indo Pasifik. Bila sebelum ini Angkatan Udara Singapura (RSAF) secara rutin mengirim detasemen jet tempur F-15SG dan F-16 ke Lanud Andersen dalam rangka pelatihan, maka ada kabar porsi pelibatan jet tempur asal Singapura akan ditingkatkan di Guam, yang dikenal sebagai basis militer utama AS di Pasifik Barat. (more…)
Airbus dan Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF) mengumumkan telah sukses menuntaskan rangkaian uji pengisian bahan bakar di udara secara otomatis atau automatic air-to-air refuelling (A3R) antara pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT) dan pesawat tempur F-15SG, menjelang sertifikasi pada semester pertama tahun 2024. (more…)
Meski tengah memfokuskan pada pengadaan jet tempur generasi kelima, seperti F-35A Lightning II dan F-22 Raptor, rupanya AU Amerika Serikat (USAF) masih melirik untuk mengakusisi jet tempur generasi keeempat. Yang dilirik dalam hal ini bukan F-16 Viper, melainkan jawara kombatan legendaris keluarga F-15 Eagle. Pun yang diinginkan AU AS bukan program upgrade, melainkan AU AS menginginkan F-15 produk baru, yang disebut sebagai F-15EX. (more…)
Perhelatan Singapore AirShow 2018 baru saja berakhir, dan ada beberapa sketsa menarik dari pameran dirgantara yang disebut terbesar di Asia ini, atau bisa disebut pameran dirgantara kedua terbesar di dunia setelah Paris AirShow. Salah satu sketsa yang unik dari hajatan dua tahunan ini adalah Singapore AirShow kali ini bertepatan dengan momen 50 Tahun Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF). (more…)
Bagi penerbang jet tempur TNI AU, membentuk formasi angka “50” sudah pernah dilakukan, yakni saat defile HUT TNI Ke-50 tahun 1995 di Lanud Halim Perdanakusuma. Dan kini di tahun 2017, tepatnya Kamis (7/9), para penerbang tempur TNI AU kembali melakukan formasi angka 50, namun kali ini dilakukan di ruang udara negara tetangga, dan formasi dilakukan bersama mitra fighter dari AU Singapura. Rangkaian formasi ini menjadi puncak perayaan pesta emas “RISING 50” untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura. (more…)
Tidak sah rasanya bila jet fighter dengan kualifikasi multirole dan air superiority hadir tanpa senjata internal. Meski konsep peperangan di udara masa kini dan di masa mendatang mengedepankan pada keunggulan rudal lintas cakrawala alias BVRAAM (beyond visual air to air missile), namun paduan sista untuk menghadapi duel jarak dekat (dog fight) tak bisa dihapuskan, ini dibuktikan dengan masih larisnya segmen rudal udara ke udara jarak pendek dan menengah. (more…)
Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU bersama F/A-18 Super Hornet Australia dalam Pitch Black 2012
Sepanjang ada kesamaan kepentingan, hubungan antar negara bertetangga dipastikan bakal harmonis. Tapi lain halnya bila antar dua negara punya kepentingan yang jauh berbeda, bahkan satu sama lain saling berseberangan atas suatu isu. Bisa jadi yang muncul adalah konflik, seperti yang kita lihat di sengketa kepulauan laut Cina Selatan. (more…)