Menghadapi ancaman nyata dari Cina dan Korea Utara, Jepang seperti halnya Korea Selatan, telah mengembangkan rudal jelajah jarak jauh untuk kemampuan menyerang balik secara efektif bila pecah perang terbuka. Namun, provokasi dari Korea Utara yang semakin sering dan nekad, termasuk peluncuran rudal balistik yang melintasi ruang udara Jepang, menjadikan Tokyo harus memikirkan opsi lain, lantaran pengembangan rudal jelajah di dalam negeri memerlukan waktu yang tidak singkat. (more…)
Terkena embargo persenjataan dari Amerika Serikat dan Eropa Barat, otomatis membatasi pilihan bagi Myanmar dalam program alutsistanya. Terkhusus pengadaan jet tempur, maka opsi Myanmar hanya tersedia dua, yakni ke Rusia dan Cina. Untuk heavy fighter, Myanmar telah menjatuhkan pilihan pada jet tempur Sukhoi Su-30SME buatan Rusia, sementara penempur lapis kedua, modernisasi menjatuhkan pilihan pada JF-17 Thunder. (more…)
Setelah Angkatan Udara Taiwan pamer kekuatan tempur F-16 Viper dalam formasi “elephant walk” di Pangkalan Udara Chiayi, kini dari seberang lautan, muncul formasi tandingan dari Cina daratan, yang memperlihatkan elephant walk dari skadron pembom strategis, yang menjadi tulang punggung kekuatan ofensif Cina, yakni Xian H-6K. (more…)
Bila dahulu Cina begitu bergantung pada pasokan mesin jet tempur dari Rusia, maka berkat reverse engineering yang terbilang progresif, kini Cina bukan saja mampu memproduksi mesin jet dari dalam negeri, lebih dari itu, mesin buatan Rusia yang kini melengkapi sebagian besar armada penempur Negeri Xi Jinping, akan digantikan dengan mesin jet produksi dalam negeri. Yang lebih bombastis, mesin-mesin buatan Rusia akan digantikan jauh sebelum masa opeasionalnya berakhir. (more…)
Melihat apa yang terjadi dalam Perang Ukraina, maka Taiwan telah mempersiapkan eskalasi bila harus berperang dengan Cina. Dan belajar dari apa yang mengemuka di Ukraina, maka Taipei memberi porsi anggaran yang tak sedikit untuk pengembangan dan produksi drone kamikaze (loitering munition), khususnya yang menyasar target strategis instalasi radar di pesisir Cina daratan. (more…)
Selain sistem hanud hybrid Type 625E, Cina di Zhuhai AirShow 2022 juga memamerkan sistem hanud di segmen SHORAD (Short Range Air Defence) berbasis kanon laras putar Close In Weapon System (CIWS) yakni LD-3000, atau disebut juga dengan kode Type 1130. Berbeda dengan Type 625E yang ditempatkan dalam platform ranpur lapis baja 8×8, maka Type 1130 ditempatkan dalam platfom trailer dua gandar. (more…)
Laga perang Ukraina telah menarik minat bagi manukfur persenjataan untuk menyempurkan sistem hanud (pertahanan udara) jarak dekat – SHORAD (Short Range Air Defence), khususnya pada eksistensi rudal dan kanon hanud. Seperti di Zhuhai AirShow 2022 yang baru saja selesai dihelat, industri militer Negeri Panda memperkenalkan apa yang disebut sebagai Type 625E AA Gun Missile Integrated Weapon System, jenis ranpur lapis baja yang dipersenjatai secara hybrid, dengan kombinasi rudal dan meriam model laras putar (Gatling Gun) dalam satu kubah. (more…)
Dari ajang Zhuhai AirShow 2022, North China Industrial Corporation (Norinco) meluncurkan ranpur jenis Infantry Fighting Vehicle (IFV) yang disebut terkuat dan terbesar yang ada di kelasnya. Diberi label Norinco VN20, ranpur IFV ini dibangun dari sasis Main Battle Tank (MBT) VT4. (more…)
Bagi Cina, laga Perang Ukraina bisa menjadi pelajaran, khususnya terkait teknologi satelit. Meski Rusia dan Cina mampu melakukan jamming dan spoofing pada GPS (Global Positioning System), namun lain halnya dengan satelit Starlink yang dioperasikan SpaceX. Starlink milik Elon Musk dalam Perang Ukraina, disebut telah membawa kerugian pada militer Rusia. Dan kasus Starlink boleh jadi akan merepotkan bila suatu saat Cina akan melakukan invasi ke Taiwan. (more…)
Lanud Ching Chuan Kang di Taichung. CNA file photo
Bila saatnya tiba, invasi Cina bisa diibaratkan setengah kiamat bagi warga Taiwan. Seperti apa strategi yang akan digelar Cina untuk melakukan invasi, sejauh ini masih berupa spekulasi, lantaran Beijing terus melakukan latihan miiter bermumbu provokasi di Selat Formosa. Salah satu yang menjadi kekhawatiran Taiwan adalah serangan awal dengan menggunakan rudal balistik DF (Dongfeng)-17. (more…)