Tepat pada hari ini, 30 Juni 1968, sejarah penerbangan militer dunia mencatat sebuah pencapaian fenomenal ketika pesawat angkut berat terbesar milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), Lockheed C-5 Galaxy, sukses melaksanakan penerbangan perdana (first flight). Mengambil tempat di fasilitas pabrik Lockheed di Marietta, Georgia, raksasa besi ini mengudara ke langit untuk pertama kalinya guna membuktikan kemampuan desain radikalnya. (more…)
Angkatan Udara AS (USAF) dilaporkan telah menetapkan jadwal operasional yang sangat panjang bagi pesawat angkut berat legendarisnya, C-5 Galaxy, untuk terus mengudara hingga tahun 2050. Keputusan strategis ini memperpanjang masa bakti sang “raksasa” hingga mencapai delapan dekade sejak pertama kali memperkuat armada logistik udara Negeri Paman Sam. (more…)
Setelah merencanakan masa depan jet tempur generasi keenam yang dituangkan lewat proyek Boeing F-47 dan proyek pesawat AWACS pengganti E-3 Sentry, plus proyek pesawat tanker masa depan, Angkatan Udara AS (USAF) kini tengah mempersiapkan proyek pesawat angkut berat (strategis) – Next-Generation Global Air Mobility atau Next-Generation Airlifter – yang digadang bakal menggantikan C-17 Globemaster III dan C-5 Galaxy. (more…)
Meski didapuk sebagai pesawat angkut strategis dengan payload terbesar di arsenal Angkatan Udara AS, namun Lockheed C-5 Galaxy tak lagi sering beroperasi, untuk mnisi angkut strategis, Angkatan Udara AS (USAF) lebih dominan mengerahkan Boeing C-17 Globemaster III. (more…)
Sepintas, pesawat ini mirip dengan Antonov An-225 Mriya, yang membedakan hanya bagian tails-nya saja. Dari segi fungsi, pesawat ini juga sama-sama didapuk sebagai pesawat kargo udara. Ya, Lockheed C-5 Galaxy merupakan pesawat angkut militer besar bersayap tinggi yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) untuk keperluan angkut-angkut kargo strategis. (more…)