
Meski kontrak pembelian belum diteken, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Indonesia bakal membeli lima unit pesawat angkut C-130J Super Hercules dari Lockheed Martin. Pernyataan Menhan Ryamizard disampaikan usai bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James N Mattis di Hawaii pada Selasa (29/5). (more…)

Sampai tulisan ini dibuat, Indonesia belum mengoperasikan drone dengan kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) dan kendali NLoS (Non Line of Sight). Beberapa tawaran dari luar negeri, termasuk rencana produksi bersama memang telah dilontarkan, namun statusnya masih berupa komitmen dan upaya penjajakan lebih lanjut.
(more…)

Di awal dekade 80-an, Indonesia begitu memperhatikan pembangunan kekuatan intai maritim dari udara. Dan satu periode dengan pengadaan tiga unit Boeing 737-2X9 SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar), Skadron Udara 5 TNI AU kala itu juga sempat mengoperasikan pesawat intai maritim dengan kemampuan long endurance, tak lain adalah C-130H MP (Maritime Patrol). (more…)

Setelah berhasil meraih kontrak untuk melakukan upgrade pada 18 unit C-130 Hercules TNI AU, Honeywell Aerospace, manufaktur perangkat avionik dan navigasi dari Amerika Serikat, dikabarkan juga telah mengungkapkan proposal lain untuk kebutuhan alutsista TNI AU, yakni paket upgrade untuk 24 unit F-16 C/D Block52ID, jet tempur refurbish bekas pakai dari AU AS yang kini memperkuat dua skadron tempur TNI AU. (more…)

Ada yang unik dari awak kabin di Skadron Udara 17, meski menyandang status sebagai militer sejati, namun kostum yang dikenakan punya ciri khas tersendiri, yakni mengenakan kostum layaknya pramugari/pramugara dari penerbangan sipil komersial. Seperti yang diperlihatkan pada Minggu, 17 Desember 2017, Indomiliter.com berkesempatan melihat dari dekat sosok “Hercules Kepresidenan” C-130HS di Lanud Halim Perdanakusuma. (more…)

Sesaat setelah lepas landas dari Lanud Paya Lebar, bagi jet tempur tercanggih di Asia Tenggara F-15SG, dengan kecepatan penuh hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk keluar dari teritori udara Singapura. Hal ini menyiratkan betapa terbatasnya ruang udara Singapura. Toh dengan kondisi keterbatasan ruang udara, komposisi interceptor Negara Kota ini sulit ditandingi negara tetangganya, selain F-15SG, masih ada F-16 C/D Block52+. Yang jika digabung, kedua jet tempur tersebut berjumlah tak kurang dari 90 unit. (more…)

Bertempat di hanggar Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu, 17 Desember 2017, Marsekal (Purn) Chappy Hakim, mantan KSAU yang juga pernah menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 31 dan Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, meluncurkan tujuh buku dan penyerahan 100 buku kepada TNI AU. Yang menarik dalam momen tersebut adalah ditampilkannya dua Hercules dalam demo statis kepada kolega dan rekan-rekan media. (more…)

Per 9 Desember 2017, pucuk pimpinan TNI resmi dijabat oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dilantik sebagai Panglima TNI, menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Dan selang sehari setelah pelantikannya, Sang Marsekal yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU mengadakan acara Ngopi Bareng di Udara bersama rekan media. Yang membuat spescial tentu bukan kopinya, melainkan lokasinya yang berada di ketinggian 15.500 kaki (sekitar 4.750 meter), yakni di ruang kabin pesawat angkut C-130 Hercules. (more…)

Meski bukan sekutu Amerika Serikat, Indonesia punya pamor tersendiri sebagai negara pengguna pesawat angkut berat Lockheed C-130 Hercules. Pasalnya Indonesia adalah negara pengguna pertama C-130 di luar Amerika Serikat. Tepatnya pada 18 Meret 1960, dalam sebuah upacara di Lanud Kemayoran, Jakarta, C-130B pertama diserahkan oleh Wakil Presiden Lockheed Corp Carl Squier, kepada Menteri/Pangau Laksamana Udara Suryadarma. Pesawat pertama ini diberi nomer T-1301. (more…)

Selain dikenal super kondang sebagai pesawat angkut berat legendaris, masih banyak hal menarik dari sosok Lockheed C-130 Hercules. Salah satunya adalah adanya keluarga Sang Hercules yang didapuk sebagai pesawat sipil. Ya meski berperawakan bongsor, namun L-100-30 begitu kental kemiripannya dengan C-130, bahkan masih banyak orang yang kesulitan membedakan diantara keduanya. Dan di Indonesia, L-100-30 sampai saat ini masih aktif beroperasi, melengkapi etalase Skadron Udara 17 dan Skadron Udara 31.
(more…)