Kilas balik ke awal Februari 2023, saat itu Angkatan Udara Selandia Baru – Royal New Zealand Air Force (RNZAF), mewartakan telah memulai program untuk memensiunkan pesawat angkut C-130H Hercules secara bertahap, yang notabene merupakan varian Hercules yang banyak dioperasikan TNI AU. (more…)
Jagad dunia pesawat angkut kini tengah dibuat heboh dengan kabar adanya keretakan yang ditemukan pada armada C-130 Hercules. Bukan satu atau dua pesawat, persisnya ada 123 unit dari total 450 unit C-130 Hercules yang dioperasikan Air Mobility Command (AMC) Angkatan Udara AS terpaksa di grounded sementara karena temuan retakan yang dianggap “tidak biasa.” (more…)
Usia 56 tahun bagi manusia sudah tergolong lanjut, tanpa treatment yang baik, maka kondisi tubuh akan cepat melorot. Begitu pun dengan Lockheed Martin C-130B Hercules, sejak didatangkan pada tahun 1960, faktanya armada C-130B Hercules TNI AU masih terus dioperasikan. Seperti salah satunya pada C-130B Hercues nomer registrasi A-1303 dari Skadron Udara 32 yang belum lama ini telah merampungkan program upgrade dan retrofit tingkat berat. (more…)
Suasana di kokpit simulator C-130H Hercules TNI AU.
Di bulan Maret lalu, telah dilakukan proses pengiriman simulator FFMS (Full Flight Mission Simulator) C-130H Hercules yang berasal dari bekas pakai AU Australia (RAAF). Dan kabar terbaru, kini simulator tersebut telah berhasil terpasang di gedung Fasilitas dan Latihan (Faslat) Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma. Pengadaan simulator ini merupakan bagian dari paket pembelian lima unit C-130H Hercules bekas pakai AU Australia. (more…)
Bagi Anda yang pernah menyimak kunjungan mantan Presiden Soeharto di era 90-an, mungkin bakal teringat dengan sosok pesawat jet transport bermesin empat BAe-146 200. Meski tak resmi disebut sebagai pesawat kepresidenan, BAe-146 200 Pelita Air Service ini lumayan sering digunakan Soeharto untuk bersafari ke pelosok Tanah Air. BAe-146 kini tak lagi diproduksi, namun AU Inggris masih tetap menggunakannya sebagai pesawat angkut andalan jarak pendek – menengah. Bahkan Inggris menggunakannya dalam operasi militer di Afghanistan. (more…)
Namanya memang kalah kondang dibanding C-130 Hercules, tapi C-160 tergolong pesawat angkut taktis yang kenyang berbagai pengalaman operasi militer. Debutnya sebagai pesawat angkut (kargo) sipil juga tak kalah moncer, bahkan dua dekade lebih C-160 aktif mengundara di langit Nusantara. Meski resminya tak menjadi pesawat militer di Indonesia, C-160 adalah pesawat yang fenomenal, seperti wara wirinya pesawat ini saat mendukung operasi INTERFET (International Force for East Timor) di Timor Timur. (more…)
Dengan anggaran yang terbatas dan kesiapan operasional yang belum maksimal, keberadaan simulator jelas sangat diperlukan dalam program pelatihan dan pendidikan penerbang, tak terkecuali bagi penerbang TNI AU yang mengawaki pesawat angkut berat C-130 Hercules. Simulator C-130 di lingkup TNI AU bukan barang baru, sejak tahun 2000, di Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma sudah ada simulator C-130. Dan kabar terbaru, akan segera datang tambahan simulator untuk C-130 dari Australia. (more…)
Dalam benak orang di Republik ini, pesawat angkut berat TNI AU akan merujuk pada satu nama, yakni C-130 Hercules buatan Lockheed Inc. Hal tersebut terasa lumrah, mengingat pengabdian Hercules di Tanah Air sudah lebih dari 50 tahun, pesawat ini dikenal punya mobilitas tinggi dalam menunjang operasi militer dan operasi militer bukan perang. Tapi, tahukah Anda bila sejatinya Hercules di Indonesia punya ‘rekan sejawat’ yang sama-sama digolongkan sebagai pesawat angkut berat? (more…)
Aksi KC-130B Hercules TNI AU saat akan “menyusui” Sukhoi
Daya jelajah pada pesawat tempur menjadi faktor penting dalam suatu operasi militer, terutama bila berbicara pada tahapan penyerbuan ke target sasaran yang jaraknya cukup jauh. Didasari beberapa pertimbangan, seperti kerahasiaan dan meningkatkan unsur pendadakan, banyak negara memilih cara air refuelling (pengisian bahan bakar di udara) untuk meningkatkan endurance serta daya jelajah pesawat tempurnya.
Setelah cukup lama berpisah dari kedigdayaan alutsista asal Rusia, kini Puspenerbad (Pusat Penerbangan Angkatan Darat) kembali bisa membusungkan dada dengan dimilikinya heli Mi-17-V5. Sebuah heli angkut sedang yang punya kapasitas angkut jauh lebih besar dibanding arsenal helikopter Penerbad selama ini yang didominasi buatan AS. (more…)