
Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, resmi membuat lompatan besar dalam portofolio bisnisnya dengan meluncurkan desain kapal tempur utama perdana bertajuk GMF 140 (Guided Missile Frigate sepanjang 140 meter). Selama ini Rheinmetall sangat tersohor sebagai produsen papan atas alutsista darat—seperti kendaraan lapis baja, artileri, sistem pertahanan udara, hingga amunisi dan sistem penerbangan—sehingga manuver ini menandai langkah berani untuk merambah segmen manufaktur perkapalan militer tingkat tinggi. (more…)

Diluncurkan pada 7 November 2022, tanda-tanda komisioning BPC Amiral Ronarc’h (D660), unit pertama dari fregat Frégate de Défense et d’Intervention (FDI) – Belharra class kian terasa dekat, setelah Amiral Ronarc’h dilaporkan telah meninggalkan galangan kapal Naval Group di Lorient, menuju pelabuhan asalnya di Brest. (more…)

Dari kota Lorient, Perancis, Naval Group mengumumkan dimulainya tahapan sea trial pada fregat FDI – Frégate de Défense et d’Intervention (Belharra class) pertama pesanan Angkatan Laut Yunani, HS Kimon (F601) pada 21 Mei 2025. (more…)

Dengan bobot direntang 8.000 sampai 10.000 ton, Multi-Role Combat Vessel (MRCV) untuk Angkatan Laut Singapura (RSN) yang saat ini sedang dibangun oleh ST Engineering Marine, bakal menjelma sebagai kapal perang terbesar di Asia Tenggara, yakni dengan jadwal penyerahan unit perdana pada tahun 2028. Bukan hanya menjadi kapal kombatan terbesar, tapi MRCV juga bakal jadi kapal perang permukaan dengan persenjataan paling canggih di kawasan. (more…)

Selain lambung bagian depan yang khas dengan desain “Inverted Bow”, Defense and Intervention Frigate (FDI) atau yang dikenal sebagai frigat Belharra class, yang tengah ditawarkan oleh Naval Group ke TNI AL juga dicirikan dengan adopsi Sistem Managemen Tempur atau Combat Management System (CMS) SETIS (Ship Enhanced Tactical Information System). (more…)

Lantaran tengah gencar membangun postur alutsista laut, maka wajar bila Indonesia banyak didekati oleh manufaktur atau galangan kapal perang manca negara. Salah satu tawaran terbaru datang dari Naval Group, galangan asal Perancis yang bakal membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved bersama PT PAL ini, belakangan juga menawarkan frigat ultra modern kepada TNI AL, termasuk opsi membangun di Indonesia, yang dimaksud adalah Defense and Intervention Frigate (FDI), yang dikenal sebagai frigat Belharra class. (more…)

Perancis dan Naval Group saat ini mungkin masih memendam rasa ‘sakit hati’ akibat pembatalan kontrak sepihak dari Australia, yaitu terkait kontrak senilai Aus$90 miliar untuk 12 unit kapal selam diesel listrik Attack Class. Namun, rupanya ada pelipur lara datang dari Yunani, dimana Pemerintah Yunani telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Naval Group untuk program pengadaan frigat masa depan Negeri Para Dewa. (more…)