
Bila di artikel sebelumnya diwartakan Indonesia menolak tawaran Amerika Serikat untuk dijadikan basis pesawat intai maritim P-8 Poseidon, kini masih terkait P-8 Poseidon, diberitakan bahwa untuk pertama kalinya AU Australia (RAAF) berhasil melakukan proses air refueling antara Poseidon dengan pesawat tanker KC-30A (aka – Airbus A330 MRTT), yang menjadikan jangkauan dan endurance pesawat intai maritim tercanggih itu kini semakin meningkat. (more…)

Bagi Indonesia, memiliki pesawat intai dengan kemampuan AEW&C sepertinya masih merupakan jalan panjang yang belum jelas bagaimana akhirnya, padahal rencana akuisisi pesawat AEW&C sejatinya telah tertuang dalam MEF (Minimum Essential Force) II 2015-2019. Lain dengan Indonesia yang masih berencana untuk punya, maka lain halnya dengan Australia, negara benua di selatan Indonesia ini malahan sudah mencanangkan untuk mengganti Boeing E-7A Wedgetail AWACS (Airborne Early Warning and Control System). (more…)

Banyak hal yang khas dari Negara Benua Australia, termasuk dalam hal alutsista, sudah cukup banyak pencapaian yang fenomenal dari Negeri Kangguru ini. Namun diantara yang paling fenomenal dan juga dianggap misterius, tak lain adalah keberadaan radar Jindalee. Jindalee yang berasal dari bahasa suku Aborigin punya arti sebagai tempat yang tidak bisa dilihat oleh mata. (more…)

Sebagai negara yang mempuyai poros kekuatan armada kapal selam, Australia tak hanya sebatas memproyeksikan pengadaan unit kapal selam semata. Di balik itu, Australia rupanya sangat memperhatikan pada unsur keselamatan dari pengoperasian kapal selam itu sendiri. Setelah mengoperasikan dua unit kapal penyelamat kapal selam (MV Besant dan MV Stoker), AL Australia(Royal Australian Navy/RAN) dikabarkan telah memulai proyek baru terkait upaya penyelamatan pada awak kapal selam. (more…)

Meneruskan artikel sebelum ini – “Menakar Plus Minus Skenario Serangan Udara F-111C Aardvark Ke Jakarta,” tentu ada serangkaian risiko yang harus ditanggung Australia jika rencana pemboman di Jakarta jadi dilakukan. Selain bakal menuai kecaman internasional dan putusnya hubungan diplomatik, yang beresiko lainnya adalah potensi jatuhnya pesawat F-111C Aardvark selaku eksekutor serangan. (more…)

Di tengah meningginya tensi politik antara Indonesia dan Australia, Benny Moerdani yang menjabat Menteri Pertahanan RI periode 1988 – 1993, pernah mengatakan dalam suatu rapat kabinet, “Apakah Anda sadar bahwa Australia memiliki pesawat pembom yang dapat ‘meletakkan’ bom melalui jendela untuk meja di depan kita?” Tidak diketahui persis tema yang menjadi dasar meningginya hubungan Indonesia dan Australia saat itu. Namun pada tahun 1992, Duta Besar RI untuk Australia Sabam Siagian pernah menanyakan apa maksud dari rencana penambahan 18 unit F-111 Aardvark. (more…)

Boeing Australia rupanya mengambil langkah gercep (gerak cepat), setelah 8 April lalu mengumumkan tuntas dalam pembuatan bodi fuselage dan menghidupkan sistem roda pendarat berikut kelistrikan pada drone Loyal Wingman. Maka pada 5 Mei 2020, Boeing Australia telah meluncurkan prototipe pertama dari tiga unit prototipe yang akan dibuat untuk kebutuhan AU Australia (RAAF). (more…)

Betapa strong-nya postur kekuatan intai Angkatan Udara Australia, selain kini ada armada pesawat intai airborne early warning and control (AEW&C) E-7A Wedgetail dan P-8A Poseidon, kekuatan intai RAAF tak lama lagi akan diperkuat dengan drone intai berkualifikasi High Altitude Long Endurance (HALE) – MQ-4C Triton. Ada yang unik dari drone yang telah bertugas di Lanud Andersen, Guam ini, pasalnya bila Jerman membatalkan pesanan empat unit MQ-4C Triton, maka sebaliknya, Australia justru akan menambah pesanan drone yang dirancang dari basis RQ-4 Global Hawk ini. (more…)

Di dekade 90-an, saat kekuatan udara Indonesia mengandalkan pada F-16 A/B Block15 OCU Fighting Falcon, maka di belahan selatan, yaitu Australia mengoperasikan ‘rival’ F-16, yaitu F-18 A/B Hornet. Sayang kepak F-16 di Indonesia sempat terganjal embargo dari Amerika Serikat pada periode 1998 – 2006, sebaliknya F-18 Australia terus terbang mulus. Bahkan bila ada yang ingat tentang insiden 16 September 1999 di atas udara Nusa Tenggara Timur, saat itu ‘pelakunya’ diduga adalah F/A-18 AU Australia (RAAF). (more…)

AU Australia (RAAF) mungkin kini tengah sumringah, setelah digdaya lewat show of force dalam aksi “elephant walk” pada armada pesawat tanker KC-30A di Lanud Amberley, Queensland, kini dari Lanud Edinburgh, 25 km sebelah utara kota Adelaide, diwartakan pada 13 Desember 2019 RAAF telah menerima kedatangan unit terakhir dari pesawat intai maritim Boeing P-8A Poseidon. Poseidon ke-12 tersebut menjadikan jumlah P-8A Australia kini lengkap menjadi satu skadron dalam Wing 92, yang juga menjadi rumah bagi pesawat intai AP-3C Orion. (more…)