
Antara Amerika Serikat dan Uni Soviet memang punya strategi yang berbeda dalam mengusung platform peluncur rudal balistik antar benua, tak seperti Soviet, AS tidak memilih platform peluncur rudal balistik mobile dengan menggunakan basis heavy truck, alih-alih Negeri Paman Sam lebih mengedepankan mobilitas launcher rudal balistik lewat arsenal kapal selam nuklirnya. (more…)

Saling pepet dan intai dari jarak dekat rupanya bukan cuma terjadi antar jet tempur atau pembom Amerika Serikat versus Rusia. Di ruang angkasa pun, pepet memepet juga terjadi antar satelit kedua negara. Seperti ada kabar yang menyebut satelit mata-mata (spy satellite) milik AS diduga telah dikuntit dari jarak dekat oleh satelit milik Negeri Beruang Merah. (more…)

Di Indonesia, pelibatan unsur militer dalam misi bantuan tugas penegakan hukum sipil dikenal dengan istilah BKO (Bawah Kendali Operasi), dimana militer mendapat mandat untuk mendukung tugas pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian. Tapi lain halnya di Amerika Serikat, pelibatan unsur militer untuk mengatasi masalah sipil, memicu kontroversi. Selain keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan ribuan Pasukan Garda Nasional untuk meredam kerusuhan rasial yang meluas di berbagai kota, kini parlemen kembali mempertanyakan pengerahan pesawat intai ‘mata-mata’ selama aksi unjuk rasa dan kerusahan rasial akibat tewasnya George Floyd. (more…)

Wabah pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mempengaruhi proses pengadaan alutsista TNI. Pemerintah Indonesia telah memangkas anggaran pertahanan tahun 2020 sebesar hampir Rp9 triliun (US$588 juta). Sebelum wabah ini mendera terlebih dahulu kebijakan CAATSA (Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act) dari Amerika Serikat ditengarai telah menjadi salah satu penyebab terganjalnya proses pengadaan Sukhoi Su-35. Sekalipun telah dibangun shelter untuk Su-35 di Lanud Iswahyudi dan pengiriman sejumlah pilot tempur ke Rusia untuk belajar menerbangkan Su-35, namun hingga kini pesawat pengganti F-5 E/F Tiger II itu belum jelas juga juntrungannya. (more…)

Betapa ‘sempurna’ sistem penginderaan jarak jauh Australia. Bukan sebatas telah mengoperasikan armada Airborne Early Warning and Control (AEW&C) E-7A Wedgetail dan nantinya drone High Altitude Long Endurance (HALE) MQ-4C Triton. Unit deteksi udara dari permukaan (ground based) yang dioperasikan Negeri Kangguru tergolong spektakuler, sebut saja Jindalee Operational Radar Network (JORN) yang sapuan deteksinya hingga 3.000 km dan dapat menjangkau wilayah Indonesia. Tapi itu belum cukup, masih ada yang bakalan lebih ‘mantul’ dari itu. (more…)

Meski wabah virus corona sedang merebak hampir di seluruh penjuru dunia, namun rupanya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan masih menyisakan bara. Seperti pada 10 Maret lalu, kapal perusak Arleigh Burke-class – USS McCampbell (DDG 85) diketahui melintas di Kepulauan Paracel, wilayah yang disengketakan antara Cina dan Vietnam. Bagi Cina, Perairan di Paracel atau disebut Cina sebagai Xisha, adalah kedaulatan mutlak milik Sang Naga, dan melintasnya USS Campbell jelas menjadi masalah serius. (more…)

Buntut dari didepaknya Turki dari program pengembangan dan produksi F-35 Lightning II ternyata berdampak lanjutan, selian pecah kongsi antara Amerika Serikat dan Turki, nyata tanpa Turki membawa pengaruh pada komponen biaya dari produksi jet tempur stealth generasi kelima buatan Lockheed Martin tersebut. Alih-alih mendapat margin keuntungan yang signifikan dari penjualan, ada potensi nilai keuntungan bakal tergerus akibat lepasnya Turki dari proyek F-35. (more…)

Kematian Jenderal top Iran Qasem Soleimani (62 tahun) masih menjadi sorotan dunia hingga hari ini. Tewas akibat serangan rudal yang dilancarkan drone Amerika Serikat pada Jumat (3/1/2020) dini hari di Bandara Baghdad, mengundang duka mendalam bagi warga Iran. (more…)

Negara sebagai pelaksana penyerbuan air to ground lewat drone, masih disandang Amerika Serikat dan Israel, namun bila pertanyaannya diubah, siapa negara penyandang predikat superpower drone kombatan (UCAV/Unmanned Combat Aerial Vehicle), maka jawabannya akan merujuk ke Cina. Terkenal mampu melakukan reverse engineering secara cepat, saat ini Cina didapuk sebagai penguasa pasar drone kombatan di seluruh dunia. Bahkan, Indonesia mempercayakan pengadaan drone kombatan dari Cina, lewat seri drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) CH-4 Rainbow. (more…)

Bicara tentang kedekatan Singapura dan Amerika Serikat tentu sudah bukan hal baru, mitra strategis Paman Sam di Asia Tenggara ini dapat menjelma sebagai kekuatan militer terkokoh di kawasan tentu berkat restu dan dukungan AS. Bahkan dengan latar keterbatasan ruang udara, Singapura mendapatkan penempatan empat detasemen unsur angkatan udara (RSAF) di wilayah teritori AS. (more…)