Rudal Hanud Houthi Hantam Eurofighter Typhoon Saudi di Yaman, Nasib Pesawat Masih Belum Pasti

Kelompok militer Houthi kembali mengguncang peta kekuatan udara regional setelah merilis rekaman video yang mendokumentasikan detik-detik peluncuran rudal darat-ke-udara (surface-to-air missile/SAM) yang sukses menghantam sebuah jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Arab Saudi (Royal Saudi Air Force/RSAF) saat beroperasi di atas wilayah utara Yaman (15/10) pada malam hari.

Baca juga: Ditembak Rudal Houthi di Yaman, Insiden Terbaru F-15SA Arab Saudi Tercoreng Lagi

Berdasarkan analisis Open Source Intelligence (OSINT), proyektil tersebut meledak di bagian atas dan depan pesawat (proximity detonation), mengakibatkan kerusakan parah pada bagian sayap kanan (starboard wing) serta memicu kebocoran bahan bakar yang masif.

Di tengah situasi darurat tersebut, sang pilot dilaporkan berusaha keras mengendalikan pesawatnya (nurse his wounded aircraft) kembali menuju teritorial sahabat. Kendati sejumlah pakar menduga jet tempur tersebut pada akhirnya tidak mampu bertahan dan jatuh di wilayah Arab Saudi, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai bangkai pesawat maupun kepastian nasib akhirnya.

Insiden dramatis di Saada ini menjadi sorotan tajam karena menandai Eurofighter Typhoon kedua yang terhantam amunisi Houthi dalam beberapa pekan terakhir, menghidupkan kembali trauma atas serangan presisi sebelumnya yang menyasar Pangkalan Udara Raja Fahd di Taif.

Dalam serangan terdahulu, gelombang gempuran rudal dan drone Houthi berhasil menghantam area pelataran pesawat (apron), yang merusak infrastruktur pangkalan sekaligus menghancurkan sebuah jet tempur Eurofighter Typhoon F-2000A milik Angkatan Udara Italia (Aeronautica Militare) yang sedang terparkir—sebuah peristiwa yang dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto.

Rangkaian insiden ini mempertegas betapa besarnya ancaman yang dihadapi jet tempur modern generasi 4.5, baik ketika bermanuver di udara maupun saat berada di dalam pangkalan induk.

Serangan Houthi Kian Presisi: Jet Tempur Eurofighter Typhoon Italia Hancur di Pangkalan Udara Arab Saudi

Bagi Riyadh, peristiwa ini menjadi ujian serius bagi armada Eurofighter Typhoon yang selama ini diandalkan sebagai tulang punggung pertahanan udara strategis bersama jajaran F-15SA Eagle. Saat ini, RSAF mengoperasikan total 72 unit Typhoon dari varian Tranche 2 dan Tranche 3 yang dibekali kemampuan multiperan udara-ke-udara serta serangan presisi darat, dengan seluruh kekuatan inti dan pusat pemeliharaan beratnya dipusatkan di Pangkalan Udara Taif.

Dengan taktik perang asimetris Houthi yang kian adaptif dan mematikan, dominasi teknologi udara buatan Eropa kini dihadapkan pada tantangan nyata di tengah panasnya eskalasi konflik di perbatasan. (Gilang Perdana)

Hampir Satu Dekade Mengoperasikan Eurofighter Typhoon, Arab Saudi Akhirnya Raih Lisensi untuk Produksi Komponen dan Suku Cadang

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *