Latest

Didera Banyak Masalah, Irak Gantikan Armada F-16 Fighting Falcon dengan JF-17 Thunder

Lazimnya, negara yang ingin ‘menyudahi’ operasional jet tempur F-16 Fighting Falcon, maka akan bersiap untuk menggunakan jet tempur yang lebih maju dari generasi yang lebih baru. Namun, sepertinya terjadi anomali di Irak, pasalnya Angkatan Udara Irak justru akan menggantikan F-16IQ (varian F-16C/D Block 52 untuk Irak) dengan jet tempur single engine ‘peranakan’ Cina-Pakistan, JF-17 Thunder. (more…)

Cina Bangun (Lagi) Dua Unit Hovercraft ‘Raksasa’ Zubr Class, Persiapan Invasi ke Taiwan?

Zubr class, sampai saat ini dikenal sebagai Landing Craft Air Cushion (LCAC) atau hovercraft terbesar di dunia. Dibangun Ukraina saat era kejayaan Uni Soviet, kini justru Zubr class debutnya lebih populer digunakan oleh Cina. Sang Naga mengoperasikan empat unit Zubr class, dan kabarnya ada dua lagi yang sedang dalam proses pembangunan. Identik sebagai wahana serbu amfibi, keberadaan Zubr class kerap dikaitkan dengan upaya Cina untuk menginvasi Taiwan. (more…)

Dual-Purpose Improved Conventional Munition – Inilah Munisi Cluster yang Akan Dipasok AS ke Ukraina

Meski mengundang kontroversi, termasuk mendapatkan ‘penolakan’ dari para sekutunya dalam NATO, Presiden Amerika Serikat Joe Biden tetap pada keputusan untuk mengirim munisi cluster ke Ukraina. Terlepas dari kontroversi yang mengemuka, menarik untuk dicermati, varian munisi cluster apakah yang akan dipasok AS untuk Ukraina? Mengingat ada beragam jenis munisi cluster yang ada di pasaran. (more…)

BAOBAB-K – Sistem Peletakan Ranjau Anti Tank Buatan Polandia, Mampu Ciptakan Ladang Ranjau Sepanjang 1.800 Meter

Kemampuan Rusia dalam menahan serangan balik kavaleri Ukraina, salah satunya berkat penggelaran ranjau anti tank secara efektif. Melihat kesuksesan Rusia tersebut, rupanya mendorong Polandia untuk mempersiapkan skema penggelaran ranjau darat bila suatu waktu diperlukan. Wujudnya dengan akuisisi BAOBAB-K truck-mounted mine-laying system – sistem peluncur/peletakan ranjau darat. (more…)

Kapal Perang di Cat dengan ‘Garis’ Berwarna Hitam, Bukan Sekedar Upaya Pengelabuan Serangan Udara

Meski teknologi drone kamikaze dan rudal jelajah kian canggih, namun, pada fase terminal serangan masih dibutuhkan identifikasi sasaran lewat kamera. Dalam beberapa kasus, operator drone kamikaze misalnya, mereka mengendalikan serangan lewat remote, karena perlu memastikan sasaran lewat citra imaging yang dihasilkan oleh drone sesaat sebelum eksekusi. Dan disinilah terjadi kerawanan, bahwa ada potensi pengelabuan sasaran lewat citra imaging. (more…)

Enam Pucuk Senapan Serbu AK-74 ‘Disatukan’ Jadi Senjata Anti Drone

Perang total telah digelar Ukraina, salah satu wujudnya adalah melibatkan semua komponen senjata, termasuk melibatkan jenis senjata yang bukan untuk peruntukannya, tapi ‘terpaksa’ dilibatkan untuk menghadapi sasaran yang bukan tandingannya. Contohnya untuk menghadapi serangan drone kamikaze yang terbang rendah, ada upaya untuk mengubah senapan serbu AK-74 sebagai senjata anti drone. Kok bisa? (more…)

Kisah Jerman Kembangkan RS-80: MLRS Kaliber Besar 280mm di Platform MBT Leopard 1

Kecemasan terlibat dalam perang besar mendorong negara-negara NATO untuk merancang alutsista dengan daya lethal tinggi saat Perang Dingin. Salah satu segmen yang mendapat perhatian yakni MLRS (Multiple Launch Rocket System). Lantaran yang bakal dihadapi adalah militer Uni Soviet dan Pakta Warsawa, maka MLRS disiapkan dalam kaliber berat, dan Jerman rupanya pernah merancang self propelled MLRS di kaliber 280 mm. (more…)