Latest

PARADE Rapid Eagle: Drone ‘Ringkus’ Drone dengan Teknik Jaring

Ada beragam cara yang digunakan untuk mengeliminasi drone yang terbang tanpa izin dan melewati zona keamanan. Salah satu yang unik adalah dengan menjaring drone sasaran dengan perangkat jaring. Teknik ini sebelumnya telah diperkenalkan pada sistem anti drone Skywall. Bedanya, pada solusi terbaru ini jaring-jaring tidak ditembakan dari senjata man portable, melainkan drone sasaran dijaring oleh drone lain. (more…)

Thales Tampilkan GM200 MM/A – Varian Terbaru dari Radar Intai GM200 dengan Adopsi Radar AESA

Melanjutkan kesuksesan dari produksi dan pemasaran radar intai Ground Master 200 (GM200), Thales telah mengembangkan varian yang lebih baru dan modern, yakni GM200 Multi Mission All-in-one (GM200 MM/A). Meski secara tampilan dan desain tidak berbeda dengan GM200 varian awal, namun GM200 MM/A punya kemampuan lebih dalam akurasi dan lebih adaptif untuk mendeteksi sasaran dengan target kecil, seperti drone mini/mikro. (more…)

AS, Rusia, Cina Minggir! Rafael Israel Luncurkan “Sky Sonic”, Pencegat Rudal Hipersonik: Sudah Dipesan Banyak Negara

Rafael Sky Sonic, Pencegat Rudal Hipersonik

Negara-negara di dunia sangat terancam dengan pergerakan Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Cina dalam mengembangkan rudal hipersonik. Melihat hal itu, Rafael Advanced Defense Systems, perusahaan pertahanan multinasional asal Israel, hadir bak dewa dengan meluncurkan sistem pertahanan udara (Hanud) terbaru “Sky Sonic”, pencegat rudal hipersonik (Sky Sonic interceptor).

(more…)

Perancis Tunjuk Naval Group Kembangkan Desain XLUUV Masa Depan, Saingi XLUUV Baru Cina-Israel

XLUUV/UCUV Naval Group

Badan Pengadaan Pertahanan Perancis (DGA) memberikan tugas baru kepada Naval Group melalui sebuah kontrak perjanjian kerja sama untuk mempelajari sekaligus mengembangkan desain combat Extra Large Uncrewed Underwater Vehicles (XLUUV) di masa depan. XLUUV atau disebut juga sebagai Kendaraan Bawah Air Tempur Tak Berawak (UCUV) dinilai memegang peranan penting mewujudukan supremasi bawah laut dengan beragam kemampuan.

(more…)

Inggris-Rolls Royce Sepakati Kontrak Senilai Rp8 Triliun untuk Mesin EJ200 Eurofighter Typhoon

(Eurofighter Typhoon)

Kementerian Pertahanan Inggris dalam waktu dekat akan menyodorkan kontrak ke Rolls-Royce untuk memasok mesin EJ200 ke jet tempur Eurofighter Typhoon. Bila tak ada perubahan, perusahaan multinasional dalam negeri itu akan menyokong mesin tersebut selama enam tahun dari 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2029 dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai £500 juta atau sekitar Rp8 triliun.

(more…)

MBT Leopard 2A6 Keok Diserang Drone Kamikaze Lancet 3, Ini Sebabnya!

Dimulainya fase serangan balik Ukraina ditandai dengan penggunaan alutsista ‘berat’ donasi Barat, sebut saja parade Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4/2A6, Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2 Bradley dan beberapa kendaraan pembersih ranjau lansiran Inggris. Terlepas dari insiden rontoknya beberapa ranpur di atas, yang menarik adalah Rusia justru mampu membuktikan kemampuan drone kamikaze produksi dalam negerinya, Lancet 3. (more…)

Special Atomic Demolition Munition – Bom Nuklir yang Dibawa Pasukan Khusus dalam Misi Infiltrasi

Perang yang berkecamuk di Ukraina, tak pelak memunculkan isu penggunaan senjata nuklir. Dan penggeralan senjata nuklir erat dikaitkan dengan alutsista berat, sebut saja rudal balistik dengan bobot belasan hingga puluhan ton, sampai bom yang dilepaskan dari jet tempur atau pembom dengan spesifikasi khusus. Namun, di era Perang Dingin, penggelaran senjata nuklir taktis rupanya langsung melibatkan kemampan individu dari pasukan khusus dalam misi infiltrasi. (more…)

Cina Bangun Pangkalan Mata-mata (SIGINT) di Kuba, Hanya Berjarak 160 Km dari Florida

(Ilustrasi)

Kegigihan Cina dalam mengumpulkan informasi intelijen memang luar biasa. Selain memanfaatkan armada kapal riset yang berlayar jauh mendekati negara sasaran, Cina juga menggunakan jasa balon udara mata-mata, seperti yang belum lama ditembak jatuh oleh F-22 Raptor. Namun, pola pengumpulan informasi intelijen dengan dua modus tersebut dirasa Cina belum cukup, untuk ‘menguping’ informasi penting dari AS diperlukan upaya ekstra dalam melakoni operasi Signals Intelligence (SIGINT). (more…)