
Meski teknologi drone kamikaze dan rudal jelajah kian canggih, namun, pada fase terminal serangan masih dibutuhkan identifikasi sasaran lewat kamera. Dalam beberapa kasus, operator drone kamikaze misalnya, mereka mengendalikan serangan lewat remote, karena perlu memastikan sasaran lewat citra imaging yang dihasilkan oleh drone sesaat sebelum eksekusi. Dan disinilah terjadi kerawanan, bahwa ada potensi pengelabuan sasaran lewat citra imaging. (more…)

Perang total telah digelar Ukraina, salah satu wujudnya adalah melibatkan semua komponen senjata, termasuk melibatkan jenis senjata yang bukan untuk peruntukannya, tapi ‘terpaksa’ dilibatkan untuk menghadapi sasaran yang bukan tandingannya. Contohnya untuk menghadapi serangan drone kamikaze yang terbang rendah, ada upaya untuk mengubah senapan serbu AK-74 sebagai senjata anti drone. Kok bisa? (more…)

Drone kamikaze seperti Lancet dan Shahed-136 telah membuat reputasi yang memukau dalam perang di Ukraina. Namun, Rusia rupanya tidak puas bila menyandarkan pada kemampuan dua drone kamikaze tersebut, terutama dalam hal mobilitas, kedua drone dipadang masih kurang mobile dengan ukurannya yang besar (termasuk sayap yang tidak bisa dilipat). (more…)

Kecemasan terlibat dalam perang besar mendorong negara-negara NATO untuk merancang alutsista dengan daya lethal tinggi saat Perang Dingin. Salah satu segmen yang mendapat perhatian yakni MLRS (Multiple Launch Rocket System). Lantaran yang bakal dihadapi adalah militer Uni Soviet dan Pakta Warsawa, maka MLRS disiapkan dalam kaliber berat, dan Jerman rupanya pernah merancang self propelled MLRS di kaliber 280 mm. (more…)

Dalam persepektif umum, dikatakan bahwa jet tempur produksi untuk pasar ekspor punya standar kemampuan di bawah produk yang digunakan oleh negara asal, atau ada istilah downgrade. Namun, apakah hal tersebut benar? Jawabannya sangat mungkin, tapi ada yang berbeda dengan jet tempur stealth F-35A Lightning II. (more…)

Dikenal battle proven di banyak palagan pertempuran, rudal jelajah Tomahawk yang lazim digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, kini telah dilirik penggunaannya oleh Angkatan Darat AS (US Army). Lebih dari enam bulan setelah pertama kali dikirim oleh Lockheed Martin, ground-based missile launcher terbaru Angkatan Darat AS, yang dikenal sebagai Typhon Weapon System, berhasil meluncurkan Tomahawk land attack cruise missile. (more…)

Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF) selaku operator utama pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas, belum lama ini menjalankan misi spektakuler, yakni melakukan penerbangan jarak jauh selama 22 jam tanpa henti dengan menempuh jarak lebih dari 7.000 mil (11.265 km). (more…)

Perang yang berkepanjangan rupanya telah menguras amunisi dan alutsista yang ada di Rusia dan Ukraina. Meski mendapat pasokan begitu banyak persenjataan dari Barat, pada akhirnya Ukraina tetap harus ‘menghidupkan’ alutsista sepuhnya untuk dibawa bertempur melawan Rusia. (more…)

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (6/7/2023), menjelaskan bahwa 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 yang dibeli dari Qatar, baru mempunyai jam terbang (flying hours) 30 persen, yang dikatakan 70 persen sisa jam terbang masih dapat digunakan oleh Indonesia. “Tapi sebetulnya, jam terbangnya masih lama, jadi Mirage 2000-5 ini masih punya usia pakai kira-kira 15 tahun lagi,” kata Prabowo, dikutip dari Suara.com. (more…)

Invasi Rusia ke Ukraina telah merubah lanskap pertahanan di Eropa, yang secara langsung berimbas pada peningkatan anggaran pertahanan hampir di semua negara di Benua Biru. Salah satu negara yang mendongkrak anggaran pertahanan secara masif adalah Jerman, yang menyiapkan 100 miliar euro untuk anggaran angkatan bersenjatanya (Bundeswehr). (more…)