Jalannya pertempuran kadang tidak bisa diprediksi, dinamika yang terjadi di lapangan sangat mungkin menciptakan sebuah anomali. Kabar terbaru yang beredar luas di media sosial X (d/h Twitter) memperlihatkan rekaman video dari drone intai yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni memperlihatkan sepasang Infantry Fighting Vehicle (IFV) M2A2 Bradley ODS-SA pasokan Amerika Serikat untuk Ukraina, berhasil melumpuhkan Main Battle Tank (MBT) T-90M Rusia. (more…)
Cina kembali membetot perhatian dalam dunia peroketan, bila pada 5 Juni 2019 sukses meluncurkan roket pembawa satelit dari tengah laut, maka pada 11 Januari 2024, Cina sukses melakukan hal serupa, namun dengan menggunakan jenis roket yang lebih besar dan kuat. Tidak itu saja, peluncuran terbaru dari tengah laut kini menggunakan platform sejenis kapal kontainer, menjadikan Cina punya keunggulan komparatif dibandingkan apa yang dilakukan negara-negara jawara roket lain. (more…)
Inggris dan Amerika Serikat telah membuka serangan ke basis Houthi di pesisir Yaman. Merespon serangan tersebut, Houthi bersiap untuk melancarkan serangan balasan kepada aset AS dan sekutunya di sekitaran Laut Merah. Nah untuk menunjang serangan, Houthi akan bertumpu pada elemen rudal jelajah anti kapal dan rudal balistik anti kapal. Uniknya, dua di antara rudal yang digunakan Houthi, dulunya pernah dioperasikan oleh Indonesia. (more…)
Jet tempur Eurofighter Typhoon kembali memperlihatkan debut tempurnya di Timur Tengah. Hal ini setelah Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memberikan lampu hijau untuk dilakukannya serangan udara ke basis Houthi yang berada di pesisir Yaman. Untuk melancarkan serangan ke Yaman, Angkatan Udara Inggris mengerahkan flight Typhoon FGR4 ke Pangkalan Udara Akrotiri di Siprus. (more…)
Meski dikenal dengan predikat battle proven, namun usia rudal anti tank BGM-71 TOW (Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided) terbilang uzur, lantaran sudah mulai digunakan sejak awal dekade 70-an. Dan Korea Selatan sebagai salah satu pengguna rudal TOW berencana untuk menggantikannya dengan rudal anti tank produksi dalam negeri yang disebut Taipers (Tank Snipers). (more…)
Selain mengoperasikan dua baterai (kompi) sistem hanud NASAMS donasi dari Norwegia, Ukraina sejatinya juga akan menerima dua baterai NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) donasi dari Kanada. Namun ada yang ganjil dari NASAMS kiriman Kanada, yakni tidak diketahui statusnya, bak raib dari pantauan. Kok bisa? (more…)
Bicara tentang kapal induk, Rusia saat ini justru tertinggal dari India dan Cina, padahal dua negara tersebut awalnya berguru dan mengadopsi teknologi kapal induk dari Rusia. Kini hanya ada satu kapal induk yang dioperasikan Angkatan Laut Rusia, yakni Admiral Kuznetsov, yang ironisnya masih dalam fase perbaikan setelah pelayaran terakhirnya pada tahun 2017. Menghadapi kenyataan tersebut, bukan berarti Kremlin kehilangan selera dan harapan pada konsep kapal induk generasi baru. (more…)
Dengan gencarnya provokasi dari Korea Utara, maka Korea Selatan mutlak dalam status ‘siaga satu’ untuk mengawasi secara ketat DMZ (Garis Demarkasi Militer) sepanjang 238 km, lantaran selalu potensi penyusupan di wilayah perbatasan. Dikenal sebagai negara pemangku teknologi tinggi, sejak beberapa tahun lalu telah dikembangkan sistem canggih dengan robot pengintai di atas rel untuk memonitor perbatasan. (more…)
Meski terbukti efektif dalam pertempuran, operasional drone intai/kamikaze FPV (First Person View) umumnya terbentur pada terbatasnya jangkauan. Untuk itu sudah ada upaya untuk memperpanjang jangkauan drone FPV. Selain teknik “Drone Bawa Drone” yang dilakukan Rusia untuk meningkatkan jangkauan drone quadcopter FPV, juga ada pelibatan drone repeater “Upyr” yang juga diandalkan Rusia untuk peran memperpanjang jangkuan drone FPV. (more…)
Meski menanti kelanjutan sisa angsuran biaya pengembangan dari Indonesia, namun Korea Selatan tak kendor dalam roadmap produksi jet tempur KF-21 Boramae. Menjelang fase produksi massal pada tahun ini, Korea Selatan lewat Defense Acquisition Program Administration (DAPA) terus mempersiapkan arsenal persenjataan untuk KF-21. Dengan fokus pada usaha kemandirian alutsista, DAPA telah mengumumkan investasi senilai US$480 juta untuk pengembangan rudal udara ke udara jarak pendek yang akan diproduksi secara lokal. (more…)