Ikuti Persyaratan Tempur, BMP-3M Manul Dikembangkan dengan Meriam Kaliber 57mm

Semakin keras tekanan Barat, rupanya membuat Rusia kian kreatif, ini bisa dibuktikan dengan beberapa ranpur terbaru yang terus disempurkan pengembangannya berdasarkan pengalaman operasi tempur di Ukraina. Salah satunya adalah BMP-3M Manul, yang dikenal sebagai ranpur amfibi hasil ‘kawin silang’ antara BMP-3M Dragun dengan K-17 Bumerang 8×8.
BMP-3M Manul sejauh ini belum berlaga di perang Ukraina, namun, belum lama ini ada kabar dari Kurgan SKBM (Special Design Bureau of Mechanical Engineering), yang menyebutkan tengah mempertimbangkan pemasangan modul kubah ‘Epoch’ dengan meriam otomatis 57 mm.
Kurganmashzavod dalam Channel Telegram mengatakan, bahwa pemasangan senjata baru (57 mm) untuk mengikuti persyaratan militer, terutama berdasarkan pengalaman dalam operasi militer di Ukraina. Sebagai catatan, rancangan BMP-3M Manul aslinya mengandalkan kanon 30 mm.

Kanon 30 mm pada Manul adalah ‘bawaan’ dari ranpur Bumerang. Sebagai informasi, konfigurasi persenjataan favorit pada K-17 Bumerang mengadopsi kubah dengan senjata utama kanon 2A42 kaliber 30 mm, senapan mesin coaxial 7,62 mm dan empat rudal anti tank Kornet.
Sejauh ini belum diketahui jenis meriam 57 mm yang akan dipasang pada BMP-3M Manul. Namun, bisa jadi meriam 57 mm akan mengambil platform meriam Derivatsiya-PVO 57 mm yang dikembangkan Burevestnik Central Research Institute dan Tochmash.

Secara teknis meriam ini mampu melepaskan 120 proyektil dalam satu menit. Untuk jarak tembak, jangkauan ketinggian tembakan adalah 4,5 km dan jarak tembak maksimum 6–8 km. Laras Derivatsiya-PVO punya sudut elevasi sampai 75 derajat.
BMP-3M Manul pertama kali diperkenalkan ke publik pada Army 2020. Yang unik adalah BMP-3 Manul mengusung rancangan yang berasal dari kolaborasi antara platform dasar IFV (Infantry Fighting Vehicle) BMP-3 dengan ranpur roda ban amfibi K-17 Bumerang 8×8.
Baca juga: BMP-3M Dragun – IFV Amfibi dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
Karakteristik BMP-3M Manul yang diumumkan ke publik mencakup, kecepatan maksimum saat melaju di jalan raya 70 km per jam dan di jalan offroad 55 km per jam. Sedangkan kemampuan renang BMP-3 Manul dipatok 9,5 per jam. BMP-3M Manul dilengkapi mesin diesel UTD-32T four-stroke dengan direct fuel injection plus gas-turbine turbocharger berkekuatan 860 hp. (Gilang Perdana)



@ thor berarti upaya lik Sam utk peloroti kekuatan Indonesia selalu berhasil, semua persenjataan kita di tri matra spec semua normatif biasa2 saja tak ada yg benar2 mumpuni, gahar dan menakutkan, untuk sementara waktu ini bukan tidak ada yg berani serang kita tapi lebih pada “ndak enak saja”
Nggak akan dikirim om, krn kita kena CAATSA dari Amrik.
Kayaknya belum ada tank/apc/ifv yang punya sistem deteksi dini drone… Palingan kalo mau aman dikasih trophy sekalian
Kontrak batch 3 22 unit BMP-3F kita di tahun 2019 nasibnya gimana itu ?
Jangan lupa BMP3nya Korea Selatan, di lobi dr sekarang sblm di kasih ke Ukraina.
Kubahnya BAZEROK nya BMP2 lumayan komplit ada ATGM, independen AGL plus canon utamanya walau 30 MM.
Sayang Om Putin belom ada AIR BURST munisi kayak Bofors. Jamannya DRONE WAR sudah harus make AIRBURST munisi atau setidaknya di pasangi RHEINMETALL AGL ANTI DRONE SYSTEM di atas kubah2 tank.
fyi: senjata AT ukro itu sudah ada puluhan ribu pucuk, NATO dan keroco²nya benar benar ngga buang kesempatan untuk bisa nyerang kremlin dari dekat 😂😂😂
Harusnya kita bantu Ukraina dengan tank Harimau Kaplan dan bantu Rusia dengan tank boat Antasena, harapannya Harimau gesit manuver hindari Lancet dan meriam 105 mm nya mampu hentikan artileri dan kavaleri Rusia, begitu juga tank boat Antasena buat buru drone laut Ukraina dan babat drone udara lik Sam di udara laut hitam, tak usah banyak2 masing2 dikirimi @10 unit dulu. Kalau terbukti handal mereka semua jamin pesan banyak ke kita, … hutang dulu tapi.