Ditengah hegemoni amunisi 5,56 x 45 mm NATO pada senjata standar TNI/Polri, maka perlahan-lahan amunisi kaliber 7,62 x 39 mm mulai terpinggirkan. Namun dengan populasi yang kian terbatas, kini selain AK-47 masih ada jenis senapan mesin yang masih eksis digunakan satuan TNI dan Polri, bahkan bisa dibilang senjata yang masuk kategori senapan mesin regu ini sudah teramat legendaris, maklum debutnya sudah dimulai sejak era Perang Dunia II. Di Indonesia senapan yang diberi label RPD (Ruchnoy Pulemet Degtyarova) mulai digunakan jelang Operasi Trikora. (more…)
Punya produk handal dan tak pelit berbagi lisensi, menjadikan Fabrique Nationale (FN) Belgia sukses menghantarkan Minimi ke pasaran dunia. Bahkan, saking populernya, muncul istilah “Apapun senapan serbu nergaranya, senapan mesin regunya pasti Minimi.” Begitu juga dengan TNI yang menganut amunisi standar NATO kaliber 5,56 mm untuk lini senapan serbu. Seolah ingin mensinergikan standar amunisi senapan serbu dan senapan mesin regu, adopsi Minimi di lingkungan satuan infanteri TNI begitu luas, di setiap matra dipastikan ada populasi senjata ini. (more…)
Peran penting sniper, atau penembak runduk, dalam pertempuran sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Dalam medan perang sniper dapat menghabisi sasaran penting seperti perwira dengan pangkat tinggi dari jauh, menjadi pengawas juga pengamat medan pertempuran, melindungi pergerakan infanteri, bahkan sampai menghancurkan peralatan vital. (more…)
Resmi dibentuk pada 22 Desember 2003, Batalyon Raider langsung di dapuk sebagai satuan elit tempur TNI AD. Dengan bekal tempaan pendidikan di Pusdik Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, pasukan Raider dilatih keras untuk mampu berlaga di medan perang modern, perang anti gerilya, pertempuran jarak dekat, hingga perang berlanjut. (more…)
Senapan Serbu (SS)-1 buatan Pindad boleh jadi masih jauh dari sempurna. Tapi harus diakui, Pindad cukup gigih untuk menyokong kebutuhan operasional senjata perorangan bagi TNI dan Polri, bahkan Pindad pun membuat varian SS-1 khusus untuk Bea Cukai. Dari beragam varian dan sub varian SS-1, ada satu jenis SS-1 yang dipersiapkan dengan kekuatan ‘lebih.’ Kekuatan ini bukan pada kemampuan tembak dan performa lainnya. Lewat varian SS-1 M, Pindad menjawab tantangan untuk mewujudkan senjata standar dengan kemampuan yang ‘bandel.’ (more…)
Pada akhir Januari lalu, Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen TNI Doni Monardo, dengan jajarannya mengunjungi fasilitas produksi PT Pindad yang selama ini telah memenuhi quota Minimum Essential Forces (MEF) TNI. (more…)
Dalam dinamika pertempuran, misi seorang penembak runduk (sniper) tidak hanya berkutat pada sasaran berupa personel, berbekal senjata dengan kaliber berat, sniper dituntut mampu menggasak sasaran berupa rantis, personel yang berliindung dibalik dinding gedung, atau bahkan ranpur lapis baja ringan. Untuk misi menjebol lapisan baja dan dinding dari jarak jauh, jelas sniper perlu senjata khusus, dan kemudian munculah istilah senapan anti material. (more…)
Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara, sudah tentu beragam unit pasukan elitnya akrab dengan jenis senapan sniper atau senapan runduk, utamanya dari kaliber 7,62 mm. Nama-nama senjata sniper seperti Galil dari Israel, G-3 SG-1, AI Artic Warfare, Steyr SSG-69, hingga SPR-1 buatan Pindad, mungkin sudah akrab di telinga para pemerhati persenjataan nasional. Tapi senjata diatas disasar untuk membidik target berupa manusia. Lalu bagaimana dengan misi sniper yang lain, seperti menyasar target peralatan militer sekelas rantis, ranpur atau bahkan menembus ketebalan tembok? Mampukah tugas sniper yang gerak geriknya serba senyap menggasak sasaran yang tergolong high value tersebut? (more…)
Ultimax 100 memang bukan senjata baru di lingkungan TNI, diperkirakan sejak awal 90-an, senapan mesin ini telah digunakan oleh satuan elit TNI, yakni untuk Kopassus TNI AD dan Satuan Intai Amfibi (Taifib) korps Marinir TNI AL, bahkan Wikipedia menyebut Kopaska juga mengadopsi senjata ini. Lalu apa yang dirasa menarik bagi senapan mesin ini? Bagi kami Ultimax 100 adalah satu bukti kesuksesan industri senjata Singapura dalam memasarkan produk berkualitasnya ke Luar Negeri. (more…)
Rangkaian cupola RCWS AMX-13 dengan SMB Browning 12,7 mm dalam Indo Defence 2012
Dalam sebuah defile, sudah jamak ranpur (kendaraan tempur) baik itu panser dan tank ditampilkan. Efek kehadiran ranpur memang cukup besar, bisa menciptakan daya deteren sekaligus menampilkan show of force yang amat kentara. Dalam tiap defile ranpur lapis baja, terlihat sosok juru tembak pada kubah kanon yang terlihat gagah dan perkasa dengan atribut helmet khusus kavaleri. Hal tersebut tentu sah-sah saja, pasalnya segenap kru ranpur memang sedang dalam posisi memberi hormat pada tamu VIP di podium. (more…)