Belum lama ini ada kabar kapal selam bertenaga nuklir dengan peluncur rudal balistik (SSBN) milik Angkatan Laut Cina, yang diketahui adalah Type 094 (Jin class) telah muncul kepermukaan dan membuat geger kawanan nelayan cumi di sekitaran selat Taiwan. Meski belum dipastikan, Jin class terpaksa berlayar di permukaan lantaran kedalaman laut yang dangkal untuk kapal selam berbobot 13.000 ton, yakni 45 meter. (more…)
Di luar kelaziman, lantaran belum atau jarang terjadi, sebuah kapal selam bertenaga nuklir dengan peluncur rudal balistik (SSBN) milik Angkatan Laut Cina, ikut serta secara langsung dalam ‘provokasi’ di Selat Taiwan. Alih-alih melakukan misi rahasia di bawah permukaan laut, sebuah kapal selam yang dipastikan dari Type 094 (Jin class) telah muncul kepermukaan dan membuat geger kawanan nelayan cumi di sekitaran selat tersebut. (more…)
Di tengah ketegangan dengan Cina daratan, Angkatan Laut Taiwan meluncurkan kembali (relaunch) proyek frigat berpeluru kendali yang dilengkapi radar buatan AS, Lockheed Martin AN/SPY-7. Merujuk informasi dari Taipei Times (27/5/2024), Angkatan Laut Taiwan telah melanjutkan upaya untuk mengembangkan frigat baru yang berbobot 6.000 ton, yang mana sebelumya proyek ini sempat tertunda dan kini dihidupkan kembali. (more…)
Bila Cina tengah menggelar latihan bertajuk “Joint Sword 2024A” dengan mengambil posisi pengepungan wilayah Tawain, maka sekutunya, yakni Korea Utara juga tak tinggal diam, yakni belum lama ini juga melakukan latihan uji coba peluncuran rudal balistik. Namun, yang diluncurkan kali ini bukan rudal balistik antarbenua (ICBM), melainkan rudal balistik jarak pendek – short-range ballistic missile (SRBM) Hwasong-11D, yang merupakan varian lebih kecil dari SRBM KN-23. (more…)
Amerika Serikat kembali memperlihatkan sikap ‘parno’-nya kepada Cina. Setelah mem-blacklist Huawei dan DJI Technology terkait isu mata-mata, ada kabar baru seputar kepemilkan tanah di dekat instalasi militer. Persisnya, Gedung Putih telah memberi waktu 120 hari bagi perusahaan yang terkait dengan Cina dan mitranya untuk melakukan divestasi dengan menjual properti yang mereka beli di dekat Pangkalan Angkatan Udara AS (Warren Air Base) di Wyoming. (more…)
Puing rudal ATACMS yang jatuh di zona Distrik Militer Utara
Dengan jangkauan ratusan kilometer, rudal balistik MGM-140 ATACMS yang dipasok Amerika Serikat ke Ukraina untuk peluncur M142 HIMARS, disebut menjadi masalah serius bagi pertahanan Rusia, pasalnya dengan jangkauan luncur yang jauh serta kecepatan sampai level Mach 3, ATACMS (Army Tactical Missile System) yang dipasok diam-diam ke Ukraina, menjadi rudal balistik yang sulit untuk dicegat. Namun, benarkah sedemikian mengkhawatirkannya ATACMS bagi Rusia? (more…)
Meski dikenal sebagai sistem pertahanan udara (hanud) yang canggih, namun, NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System), tidak dirancang secara khusus untuk mengeliminasi sasaran berupa rudal balistik. Sistem hanud NASAMS sejauh ini dirancang efektif dapat menghadapi sasaran seperti pesawat udara, helikopter dan rudal jelajah. Tetapi melihat kasus yang terjadi dalam perang di Ukraina, dan yang terbaru konflik antara Iran dan Israel, mendorong Kongsberg untuk melakukan modifikasi pada kemampuan NASAMS. (more…)
Di luar dugaan, pasca serangan Israel ke Iran pada 19 April lalu, belum nampak aksi balasan lanjutan dari Iran, sikap Teheran justru cenderung melunak, padahal sebelumnya petinggi Negeri Para Mullah telah memproklamirkan serangan balasan yang lebih besar dan brutal bila Israel berani menyerang Iran. (more…)
Meski tak diakui oleh Iran, Israel pada 19 April 2024 telah melakukan serangan udara terbatas ke wilayah Iran, sumber media internasional menyebut serangan Israel dilakukan dengan menargetkan tujuh kota besar, bahkan secara bersamaan Isreael juga menyerang target proxy Iran yang ada di Suriah dan Irak. Lantaran setiap serangan Israel ke Iran (begitu pula sebaliknya) harus melewati ruang udara negara lain, maka ada potensi rudal dan pesawat Israel jatuh di teritorial negara tetangga. (more…)
Saat rudal balistik Iran meluncur di tengah kegelapan malam pada 13 April 2024 lalu, maka hampir tak mungkin untuk mengetahui jenis rudal balistik yang dimaksud. Nah, keeseokan harinya, dari puing-puing yang tersebar di beberapa lokasi di Israel, mulai diketahui jenis rudal balistik yang dimaksud. Seperi salah satiu yang viral adalah temuan puing booster rudal balistik jarak menengah atau Medium-range ballistic missile (MRBM) di Laut Mati. (more…)