
Lantaran bakal diakuisisi oleh Indonesia, debut rudal pertahanan udara (hanud) buatan Turki ini selalu mendapat sorotan netizen dalam pengembangannya. Persisnya, pada 30 Juli 2025, Aselsan dan Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan penyelesaian serial production acceptance tests pada rudal Siper, yang artinya rudal siap produksi massal dan operasional rutin sudah bisa dimulai segera. (more…)

MBDA, manufaktur rudal terbesar di Eropa, dalam siaran pers menyebut bahwa pihaknya telah menggenjot produksi hingga 33 persen pada tahun 2024, khususnya karena permintaan dari pemerintah Eropa untuk pertahanan udara dan amunisi medan perang telah meningkatkan pesanan hingga mencapai rekor. (more…)

Ada yang menyebut kendaraan khusus (ransus) rancangan Lockheed Martin ini dengan nama “Peter Pantsir”, lantaran desainnya memang mencerminkan sistem hanud Pantsir S-1 yang kondang diproduksi Rusia. Namun, Peter Pantsir tak sejarang Pantsir S-1, lantaran peran dari Peter Pantsir bukan sebagai sistem hanud aktif. (more…)

Sebagai produk alutsista Negeri Paman Sam, arsenal rudal udara ke udara jarak jauh pada jet tempur stealth F-35 Lightning II telah disiapkan dengan AIM-120 AMRAAM. Namun, atas permintaan dari Inggris atas F-35, khususnya varian F-35B yang punya kemampuan short take-off and vertical-landing (STOVL), akan punya kemampuan untuk meluncurkan rudal udara ke udara Meteor Beyond Visual Range Air to Air Missile (BVRAAM). (more…)

Demi kepentingan strategis, kebijakan standar ganda lazim dilakukan oleh Amerika Serikat dari waktu ke waktu, yang paling baru dan membuat Turki ‘sakit hati’ adalah terkait tawaran dari AS ke India untuk membeli jet tempur stealth F-35 Lightning II. Padahal, India adalah pengguna sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 Triumf dari Rusia. (more…)

Selain disebut ‘boros’ dalam meluncurkan rudal hanud (pertahanan udara) yang berharga mahal, rupanya pasukan Ukraina juga disebut boros dan ‘salah’ doktrin dalam penggunaan rudal anti tank sumbangan Barat. Tak ayal banyak rudal anti tank berikut peluncurnya kini berada dalam kondisi apik di tangan Rusia. Bahkan, media Rusia menyebut stok rudal anti tank FGM-148 Javelin ‘milik’ Rusia lebih banyak dari yang dimiliki Inggris sebagai salah satu negara donatur. (more…)

Setelah sukses meluncurkan rudal AGM-179 Joint Air-to-Ground Missile (JAGM) buatan Lockheed Martin, yang digadang sebagai pengganti rudal Hellfire, TOW dan Maverick, helikopter serang andalan Korps Marinir AS (USMC) AH-1Z Viper diwartakan kembali melakukan uji coba peluncuran rudal yang disebut Long-Range Precision Fire (LRPF). (more…)

Memodifikasi beragam jenis senjata sudah bukan berita baru dalam jagad perang Rusia versus Ukraina. Di segmen rudal hanud (pertahanan udara), nama rudal udara ke udara jarak pendek R-73 telah diadaptasi sebagai rudal hanud. Meski kinerjanya masih perlu diuji lebih lanjut, namun kabar terbaru justru datang dari Inggris. (more…)

Meski telah memiliki sistem rudal hanud berlapis yang terbilang unggul, namun India rupanya kepincut dengan rudal Starstreak buatan Thales UK (Inggris). Dari pameran dirgantara Aero India 2025, India diwartakan segera akan mengikuti langkah Indonesia dan Malaysia, yakni sebagai pengguna rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) tercepat di dunia, Starstreak HVM (High Velocity Missile). (more…)

Langkah ofensif Beijing di Laut Cina Selatan, khususnya yang terkait konflik dengan Filipina, rupanya menuai ganjalan, pasalnya Angkatan Darat AS (US Army) tetap mempertahankan penggelaran Typhon Weapon System di Pulau Luzon. Typhon Weapon System yang berintikan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dan rudal hanud jarak jauh SM-6, telah menciptakan efek deteren. (more…)