Ancaman peperangan asimetris yang dipicu oleh proliferasi drone kamikaze telah mencapai babak baru yang mengejutkan. Jika sebelumnya struktur pelindung improvisasi—atau yang sering disebut sebagai “cope cages”—hanya terlihat pada unit kavaleri di garis depan, kini perlindungan serupa telah merambah ke aset paling strategis dalam triade nuklir Rusia. (more…)
Dunia intelijen maritim tengah dihebohkan oleh laporan investigasi CNN yang mengungkap rincian tenggelamnya kapal kargo Rusia, Ursa Major, pada 23 Desember 2024. Kapal yang dimiliki oleh perusahaan yang terafiliasi dengan pemerintah Rusia tersebut dilaporkan karam di wilayah perairan dalam yang sangat terpencil, sekitar 200 mil laut di lepas pantai Pasifik Utara, dalam jalur pelayaran rahasia menuju Semenanjung Korea. (more…)
Tartus Russian naval base (Alexander Zemlianichenko/AP)
Kejatuhan rezim Bashar al-Assad di Suriah beberapa waktu lalu sempat memicu spekulasi berakhirnya era kekuatan maritim Rusia di Mediterania, namun kenyataan di lapangan menunjukkan manuver yang jauh lebih kompleks. Menjelang peringatan Victory Day pada Mei 2026, Moskow memperlihatkan manuver ‘comeback’ yang sangat terencana dengan upaya menghidupkan kembali kuku militernya yang sempat “mati suri” pasca naiknya pemerintahan baru di Damaskus. (more…)
Jagat media sosial akhir pekan ini dihebohkan oleh narasi yang menyebutkan bahwa kapal selam nuklir kelas Yasen-M milik Rusia, K-561 Kazan, telah merapat di Havana, Kuba, pada 4 Mei 2026. Kabar ini langsung memicu kekhawatiran global, dengan banyak pihak mengaitkannya sebagai pengulangan sejarah Krisis Rudal Kuba di tengah memanasnya hubungan Moskow dan Washington. Namun, setelah ditelusuri, berita tersebut ternyata merupakan alarm palsu (false alarm). (more…)
Dinamika pembangunan armada bawah laut Taiwan mencatatkan akselerasi yang mengejutkan pada awal tahun 2026. Setelah melewati masa penantian panjang yang sempat diwarnai tantangan teknis, kapal selam pertama dari Hai Kun class (ROCS Hai Kun SS-711) akhirnya mencatatkan tonggak sejarah krusial dengan berhasil melakukan uji penyelaman perdana. (more…)
Sebagai salah satu kekuatan militer paling dominan di Timur Tengah dengan anggaran pertahanan yang masuk dalam jajaran tertinggi di dunia, Arab Saudi selama ini memiliki sebuah celah mencolok dalam struktur pertahanannya, yaitu ketiadaan armada kapal selam. (more…)
Setelah melewati masa penundaan (delay) yang cukup panjang dan menjadi sorotan publik, kapal selam perdana buatan Taiwan, ROCS Hai Kun (SS-711), akhirnya kembali melaut untuk menjalani uji pelayaran (Sea Acceptance Test) yang keenam pada Senin, 26 Januari 2026. (more…)
Hanwha Ocean (d/h Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering/DSME) bersama raksasa pertahanan asal Inggris, Babcock International, secara resmi mengusulkan model kerja sama trilateral antara Korea Selatan, Inggris, dan Kanada. Tawaran ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memenangkan kontrak raksasa Canadian Patrol Submarine Project (CPSP) senilai 60 miliar dolar Kanada atau sekitar US$43 miliar (Rp675 triliun). (more…)
Peta kekuatan militer bawah laut dunia mengalami pergeseran bersejarah. Berdasarkan penilaian terbaru tahun 2026, Cina kini telah melampaui Rusia dalam jumlah armada kapal selam nuklir aktif, menjadikannya operator kapal selam nuklir terbesar kedua di dunia, tepat di bawah Amerika Serikat. (more…)
Raksasa industri pertahanan Jerman, thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), melalui anak usahanya Atlas Elektronik, secara resmi mengamankan kontrak pengadaan torpedo berat terbesar dalam sejarah perusahaan. (more…)