Kilas balik ke artikel di Februari 2019, saat itu disebutkan TNI AL akan melakukan program peningkatan kemampuan dalam mid life modernisation (MLM) pada beberapa kapal perang utama secara bertahap, menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Modernisasi rupanya juga menyentuh pada armada korvet Bung Tomo Class, yang usianya sejak diluncurkan dari galangan Scotstoun – BAE System Marine telah mencapai 19 tahun. (more…)
Setelah diluncurkan pada 26 September 2018 oleh galangan PT Betamec Shipyard, dan dilanjutkan ke fase sea trial serta instalasi perangkat, akhirnya kapal tanker KRI Bontang 907 resmi diserahkan kepada pihak TNI AL. Pada 28 Februari lalu, KRI Bontang 907 dengan bobot 2.400 ton telah bersandar di Dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara. (more…)
Wahana infiltrasi laut banyak ragamnya, mulai dari kapal selam konvensional sampai kapal permukaan hybrid telah digunakan oleh satuan elite TNI, seperti Komondo Pasukan Katak (Kopaska) yang memang punya keahlian untuk misi tersebut. Namun dari Kota Buaya, tepatnya tim dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) punya rancangan baru yang termasuk revolusiner, yaitu tengah digarap prototipe kapal kombatan hybrid dengan kemampuan plus. (more…)
Setelah instalasi sistem persenjataan tuntas pada frigat KRI RE Martadinana 331, kini dikabarkan frigat KRI I Gusti Ngurah Rai 332 telah melewati tahapan instalasi persenjataan kanon CIWS (Close In Weapon System) Rheinmetall Oerlikon 35 mm Millennium Gun pada bagian depan anjungan. Namun operasional penuh kapal perang yang juga disebut Perusak Kawal Rudal (PKR) ini baru akan tercapai pada awal 2021. (more…)
Bagi Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), keberadaan radar intai udara di armada kapal perang frigat dan korvet TNI AL juga berperan sebagai gap filler dan mendukung jangkauan radar intai eksisting yang ada di daratan. Seperti dalam operasi pengamanan di kawasan Natuna, selain ada Satuan Radar 212 di Ranai, pengintaian ruang udara TNI mendapat perkuatan dari radar-radar udara yang melekat di kapal kombatan TNI AL. (more…)
Diantara kapal kombatan TNI AL yang kini digelar di sekitaran Laut Natuna Utara, sebagian besar adalah dari jenis korvet, sementara yang menyandang predikat frigat baru satu unit, yakni KRI Karel Satsuit Tubun 356, yang kita kenal sebagai bagian dari Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class). Kapal perang dengan kode KST 356 ini otomatis menjadi kapal kombatan bertonase terbesar TNI AL di Natuna, sekaligus juga menjadi yang paling ‘senior’ dari segi usia. (more…)
Sesuai dengan dinamika, dalam beberapa tahun kedepan TNI AL perlu mengisi kesenjangan kebutuhan operasional, yaitu ‘menjembatani’ gap antara armada kapal di Satuan Kapal Patroli (Satriol) dan kapal perang kelas korvet serta frigat di Satuan Kapal Eskorta (Satkor). Sebagai jawabannya mencuatlah OPV (Offshore Patrol Vessel), segmen kapal perang yang juga tengah dibangun Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia. (more…)
KRI Tjiptadi 381 dan KRI Teuku Umar 385 di Pulau Natuna (Foto: Instagram @navy19489)
Sampai artikel ini diturunkan, setidaknya TNI AL telah mengerahkan delapan kapal perang ke wilayah Perairan Natuna, dimana tiga diantara kapal tersebut adalah dari jenis korvet Parchim Class – yaitu KRI Tjiptadi 381, KRI Teuku Umar 385 dan KRI Sutedi Senoputra. Bagi TNI AL keberadaan korvet Parchim Class, selain ada korvet Bung Tomo Class (KRI Usman Harun 359), diperankan untuk menghadapi sasaran berupa kapal perang permukaan dan kapal selam, lantaran dibekali tabung peluncur torpedo. (more…)
Usianya memang tak lagi muda, namun korvet Parchim Class adalah jenis kapal perang dengan jumlah terbesar dalam Satuan kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. Dengan populasi 14 unit dari total 16 unit yang diakuisisi dari Jerman Timur, korvet Parchim Class juga yang paling banyak dioperasikan TNI AL dalam operasi pengamanan di Lautan Natuna. Seperti pada insiden 30 Desember 2019, KRI Tjiptadi 381 dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I telah menghalau kapal penjaga pantai Cina yang dengan sengaja masuk ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. (more…)
Dalam sebuah upacara kecil di PT PAL Surabaya, pada 4 Desember 2019 telah berlangsung re-delivery frigat KRI RE Martadinata 331 yang dilakukan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dan PT PAL kepada TNI AL, re-delivery ini merupakan tanda bahwa proses integrasi sebagian besar sistem senjata dan Combat Management System (CMS) Tacticos di kapal perang tercanggih di TNI AL telah tuntas dilakukan. Seperti diketahui, KRI RE Martadinata 331 resmi dikukuhkan sebagai bagian dari arsenal armada kapal perang TNI AL pada 7 April 2017. (more…)