Sebagai salah satu helikopter andalan Rusia, tentunya nama Kamov KA-50 memiliki serentetan poin penting yang sayang jika dilewatkan; mulai dari kemampuan, pengembangan hingga perannya di medan perang. Bisa dibilang, KA-50 adalah paket lengkap yang ditawarkan pihak Negeri Beruang Merah kepada dunia militer di luar sana.
Masih ingatkah Anda dengan salah satu kapal selam termutakhir milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), USS Connecticut (SSN 22) yang dikabarkan sempat menabrak gunung bawah laut di sekitaran pulau Hainan pada tahun 2021. Sekadar mengingatkan, pada 2 Oktober 2021 silam, USS Connecticut yang tengah beroperasi di perairan dekat pulau Hainan, Cina, dikabarkan menghantam objek yang diduga gunung bawah laut (more…)
“No one single solution” dalam menghadapi perang asimetris, khususnya bagi kapal perang dalam menghadapi ancaman yang datang dari drone kamikaze udara (loitering munition) dan drone laut permukaan (USV) kamikaze. Dengan ukuran yang kecil, sistem radar harus mampu beraptasi untuk mendeteksi obyek yang dengan radar cross-section (RCS) yang begitu kecil. Selain tantangan pada kemampuan deteksi, ada lagi yang harus dicermati, apakah itu? (more…)
Sebuah drone diterbangkan (mungkin) dengan tujuan iseng, namun telah membuat geger otoritas pertahanan Jepang. Persisnya, sebuah drone quadcopter telah terbang melintasi dari jarak dekat pada dek atas kapal induk helikopter Angkatan Laut Jepang JS Izumo DDH-183 di pelabuhan Yokosuka. Momen melintasnya drone direkam lewat kamera yang memperlihatkan sudut First Person View, dan menjadi viral setelah diposting dan direplikasi akun Twitter @clashreport.(more…)
Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)
Dalam 24 jam terakhir kondisi Laut Merah kembali menjadi perhatian, selain belum redanya serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan milisi Houthi di Yaman, pada 28 Maret 2024, konvoi kapal perang dari Armada Pasifik Rusia untuk pertama kalinya sejak perang Hamas vs Israel meletus, telah memasuki kawasan Laut Merah, yang notabene dipenuhi kapal perang dari AS dan negara-negara NATO. Tak pelak melintasnya kapal perang Rusia, yang dua di antaranya telah teridentifikasi, menambah panas Laut Merah. (more…)
Setelah Kementerian Pertahanan Indonesia dan Fincantieri menandatangani kontrak pembelian dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon Di Revel class pada 28 Maret 2024, selanjutnya pertanyaan dari netizen adalah versi apa yang dibeli Indonesia? Apakah nanti sudah didatangkan berikut persenjataan, atau masih ‘kosongan’? (more…)
Seolah membenarkan artikel yang kami posting pada 25 Januari lalu tentang TNI AL yang tahun ini berpotensi diperkuat dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat multi purpose Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon Di Revel class, maka pada 28 Maret 2024, ada kabar lanjuutan dari Italia, disebut bahwa Fincantieri dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menandatangani kontrak senilai 1,18 miliar euro untuk pengadaan dua unit PPA Paolo Thaon Di Revel class. (more…)
Di sepanjang bulan ini, foto-foto dan video beredar di platform media sosial Weibo, yang menampilkan pesawat intai peringatan dini – airborne early warning (AEW) Xian KJ-600 generasi terbaru tengah mengudara. Lantaran diproyeksi untuk beroperasi di kapal induk terbaru Angkatan Laut Cina, Type 003 Fujian, maka penampilan KJ-600 selalu menarik perhatian, terlebih desain KJ-600 yang kental mencontek E-2 Hawkeye yang kini digunakan Angkatan Laut AS, Perancis dan Jepang. (more…)
Tepat kemarin 14 tahun lalu, bertepatan dengan 26 Maret 2010, dikenang sebagai insiden yang tidak terlupakan dan menjadi sejarah kelam bagi Angkatan Laut Korea Selatan (Republic of Korea Navy). Korvet ROKS Cheonan PCC-772 (Pohang class) tenggelam di dekat Pulau Baengnyeong di Laut Kuning, dekat perbatasan maritim dengan Korea Utara. Dari 104 awak kapal, 46 awak tewas dalam insiden ini. (more…)