Bekas Pangkalan Udara Rahasia CIA di Laos Kini Berubah Menjadi Basis Militer Cina

Cina resmi membuka pangkalan militer baru di Laos yang berdiri tepat di atas bekas pangkalan udara rahasia era Perang Vietnam milik Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA.
Berdasarkan laporan dari CNN, pangkalan yang berlokasi di Ban Keun, sekitar 64 kilometer sebelah utara ibu kota Vientiane dan hanya berjarak 40 kilometer dari perbatasan Thailand, kini mencakup dua fasilitas utama, yakni Pusat Dukungan dan Pelatihan Bersama Cina-Laos serta Akademi Penerbangan Persahabatan Cina-Laos.
Kementerian Pertahanan Cina mengonfirmasi bahwa pangkalan gabungan tersebut telah resmi beroperasi sejak 29 September 2026 sebagai wadah untuk memperkuat kemampuan serta pengembangan pilot Angkatan Udara Laos melalui pemeliharaan bersama.
Data citra satelit dan platform intelijen Vantor yang diperoleh CNN menunjukkan perkembangan pesat pada pangkalan udara tersebut sejak Desember 2025. Di lokasi yang pernah digunakan oleh maskapai rahasia CIA, Air America, kini telah dibangun landasan pacu sepanjang 2.000 meter, taxiway, serta apron parkir yang sanggup menampung hingga 22 unit pesawat.
New Vantor satellite imagery from Sept. 30 shows eight K-8 light attack/trainer aircraft and more than two dozen support vehicles at the new China-Laos joint training facility at Ban Keun, Laos.
The runway is still being expanded, but the arrival of aircraft and military vehicles shows the site is already moving beyond the construction phase.
The facility is being closely watched as a potential new foothold for China’s military presence in mainland Southeast Asia.
Source: Vantor
— MizarVision (@MizarVision) October 7, 2026
Dalam tangkapan satelit terbaru, setidaknya terlihat delapan unit pesawat yang diperkirakan merupakan jet latih dan serang ringan Hongdu JL-8 di sana.
Meskipun kehadiran Cina di pangkalan bersejarah ini penuh dengan nilai simbolis, Kementerian Pertahanan Cina menegaskan bahwa pangkalan ini tidak ditujukan untuk melawan pihak ketiga mana pun, melainkan murni untuk memperkuat kerja sama militer bilateral dan menjaga stabilitas kawasan.
Kapal Perang Cina Mulai Berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Kamboja ‘Yang Didanai Beijing’
Ekspansi militer di Ban Keun ini semakin memperluas jejak kehadiran pertahanan Cina di Asia Tenggara, menyusul pangkalan luar negeri resminya di Djibouti serta kerja sama pengoperasian Pangkalan Angkatan Laut Ream di Kamboja.
Meski memicu perhatian pengamat geopolitik, sejumlah analis yang dikutip CNN menilai pangkalan baru di Laos ini tidak serta-merta mengubah keseimbangan kekuatan antara AS dan Cina di kawasan. Drew Thompson, peneliti senior di S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura, mengungkapkan bahwa sulit melihat ancaman langsung bagi pasukan AS dari pangkalan ini karena posisinya yang berdekatan dengan Thailand sebagai sekutu utama non-NATO.
Senada dengan hal tersebut, Rachel Vandenbrink dari Australian Strategic Policy Institute menyebut langkah Cina lebih memanfaatkan peluang lokasi yang strategis dan terkoneksi dengan jalur kereta api darat, ketimbang untuk memenuhi kebutuhan operasional tempur yang mendesak. (Bayu Pamungkas)
Tekan Pengaruh Cina di Oseania, AS Perluas Fasilitas Pangkalan Angkatan Laut di Papua Nugini


